Sumatera Utara Dinilai Konsisten Mendukung Pembinaan Timnas Kelompok Umur

oleh -41 Dilihat
oleh
Sumatera Utara Dinilai Konsisten Mendukung Pembinaan Timnas Kelompok Umur

Medan | Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengapresiasi perhatian dan kepedulian Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan pada dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan tim nasional kelompok umur, yang dinilai penting untuk membangun kesinambungan prestasi sepak bola nasional. Penilaian itu disampaikan Sumardji saat membuka Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sumardji menyampaikan rasa terima kasih kepada gubernur yang dianggap memiliki perhatian terhadap perkembangan timnas. Menurutnya, perhatian dari kepala daerah memberikan dorongan penting bagi berbagai program pembinaan pemain muda. Dukungan semacam itu juga menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola tidak hanya menjadi tanggung jawab federasi, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Apresiasi BTN PSSI itu menitikberatkan pada dukungan yang diwujudkan melalui perhatian nyata, bukan sekadar pernyataan atau dukungan secara simbolis. Kepedulian pemerintah Sumatera Utara terhadap pembinaan kelompok umur dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pesepak bola muda untuk berkembang. Pembinaan berjenjang membutuhkan konsistensi, fasilitas, kompetisi, serta perhatian berkelanjutan agar pemain memiliki kesempatan mematangkan kemampuan dan berpeluang memperkuat tim nasional pada masa mendatang.

Dalam konteks tersebut, Sumatera Utara dipandang telah menunjukkan sikap konsisten dalam mendukung agenda pembinaan sepak bola. Dukungan daerah menjadi bagian penting dari upaya memperluas basis talenta nasional sekaligus memperkuat hubungan PSSI, pemerintah, dan organisasi sepak bola di tingkat provinsi. Sinergi tersebut diharapkan terus dipelihara agar pembinaan tim nasional kelompok umur dapat berjalan secara terarah dan memberikan kontribusi bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Sumardji menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun fondasi pembinaan pemain muda. Menurutnya, proses menuju tim nasional kelompok umur tidak dapat hanya mengandalkan program federasi atau klub, sebab perkembangan atlet membutuhkan kompetisi yang teratur, fasilitas memadai, serta dukungan lingkungan yang konsisten. Karena itu, agenda pembinaan harus dikerjakan melalui kerja sama berbagai pihak agar pembentukan pemain berlangsung berkelanjutan dan tidak terhenti setelah satu turnamen selesai.

Dalam upaya memperkuat kolaborasi tersebut, Sumardji mengaku telah berkeliling ke sejumlah daerah untuk meminta dukungan para kepala daerah terhadap agenda tim nasional Indonesia. Ia berkomunikasi dengan gubernur dan pemimpin daerah lain agar kompetisi usia muda memperoleh tempat dalam kebijakan olahraga daerah. “Saya sudah berkeliling meminta dukungan gubernur-gubernur lain untuk mendukung agenda tim nasional Indonesia, khususnya pembinaan kelompok umur,” ujar Sumardji.

Ia menyebut dukungan dari Sumatera Utara sebagai salah satu contoh komitmen yang belum ditemukannya di daerah lain. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai tidak hanya menyatakan dukungan secara administratif, tetapi juga bersedia mengambil peran nyata dengan menjadi tuan rumah turnamen sepak bola kelompok usia, termasuk ajang yang berskala internasional. Kesediaan tersebut dipandang dapat memberikan pengalaman kompetitif bagi pemain muda sekaligus memperluas kesempatan daerah untuk terlibat langsung dalam pengembangan sepak bola nasional.

Perhatian Sumardji tertuju pada kehadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam Kongres Biasa PSSI Sumut. Bagi Wakil Ketua Umum PSSI tersebut, kehadiran kepala daerah dalam forum organisasi sepak bola memiliki arti penting. Kehadiran itu tidak sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menunjukkan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian langsung terhadap perkembangan sepak bola di wilayahnya. Sikap tersebut juga memperlihatkan adanya hubungan yang semakin erat pemerintah daerah dan organisasi sepak bola.

Sumardji menyampaikan bahwa kongres biasa PSSI telah berlangsung di sejumlah provinsi. Namun, ia secara khusus menyoroti kehadiran Bobby Nasution dalam kongres di Sumatera Utara. “Kehadiran gubernur menunjukkan dukungan langsung pemerintah daerah terhadap perkembangan sepak bola,” demikian penekanan Sumardji mengenai arti penting partisipasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemimpin daerah dapat menjadi dasar untuk membangun koordinasi yang lebih kuat, baik dalam pengelolaan kompetisi maupun dalam penyusunan program pembinaan.

Kehadiran gubernur dalam forum resmi PSSI juga memberikan pesan bahwa sepak bola dipandang sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Dukungan itu diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang terarah, mulai dari pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas latihan, hingga pelaksanaan kompetisi yang berkelanjutan. Dengan dukungan kelembagaan yang jelas, berbagai program tidak hanya bergantung pada inisiatif klub atau asosiasi, tetapi memperoleh penguatan dari pemerintah.

Dalam konteks pembinaan tim nasional kelompok umur, perhatian tersebut menjadi semakin relevan. Pemain-pemain potensial membutuhkan kompetisi rutin dan jalur pengembangan yang berkesinambungan sejak tingkat daerah. Karena itu, hubungan baik PSSI dan pemerintah provinsi dapat membantu memperluas pencarian bakat serta memastikan talenta Sumatera Utara memiliki kesempatan untuk berkembang. Bagi Sumardji, kehadiran Bobby Nasution dalam kongres mencerminkan komitmen terhadap sepak bola sekaligus memperkuat fondasi kerja sama untuk melahirkan pemain muda yang dapat berkontribusi bagi tim nasional.

Sumatera Utara menunjukkan dukungan yang konsisten terhadap pembinaan tim nasional kelompok umur melalui penyelenggaraan turnamen sepak bola berskala internasional. Salah satu buktinya adalah Piala Kemerdekaan 2025 yang digelar pada Agustus 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen tersebut menjadi ajang pemanasan bagi Timnas Indonesia U-17 sebelum mengikuti Piala Dunia U-17. Piala Kemerdekaan 2025 diikuti oleh empat tim, sehingga menyediakan ruang kompetisi yang penting bagi persiapan pemain muda dalam menghadapi agenda yang lebih besar.

Dukungan tersebut kembali terlihat ketika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN U-19 Boys Championship atau Piala AFF U-19 2026. Turnamen ini berlangsung pada 1–14 Juni 2026 dan diikuti oleh 11 negara. Pelaksanaannya menggunakan tiga stadion, yaitu Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya 1 di Deli Serdang, serta Stadion Teladan Medan. Penggunaan beberapa venue tersebut memperlihatkan kesiapan Sumatera Utara dalam mendukung penyelenggaraan turnamen kelompok umur dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Penyelenggaraan Piala Kemerdekaan 2025 dan Piala AFF U-19 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi internasional di Sumatera Utara. Kehadiran dua ajang tersebut juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan secara langsung perkembangan sepak bola usia muda. Dengan demikian, dukungan daerah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan tempat pertandingan, tetapi juga melalui keterlibatan Sumatera Utara sebagai ruang bertemunya kompetisi dan pembinaan pemain kelompok umur.