Pesan Kebangsaan untuk Pelajar: Pengaruh Negatif dan Jaga Persatuan

oleh -92 Dilihat
oleh
Pesan Kebangsaan untuk Pelajar: Pengaruh Negatif dan Jaga Persatuan

Jakarta | Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri, Komjen Pol Dedy Kusuma Bakti, berpesan kepada para pelajar agar menjauhi judi online dan narkoba. Ia juga menyebut tawuran pelajar serta berita hoaks yang beredar di media sosial sebagai pengaruh negatif yang perlu diwaspadai. Pesan tersebut menempatkan perhatian pada sejumlah hal yang dapat dijumpai dalam kehidupan remaja, baik melalui pergaulan maupun informasi yang beredar secara daring. Dedy menyampaikan bahwa usia remaja rentan terhadap pengaruh semacam itu. Karena itu, pelajar perlu mengenali persoalan-persoalan tersebut sebagai bagian dari pesan yang disampaikan kepolisian kepada generasi muda.

Dalam pesannya, Dedy menyebut judi online dan narkoba secara langsung sebagai hal yang harus dijauhi. Ia turut mengingatkan soal tawuran pelajar, yang juga termasuk pengaruh negatif dalam konteks yang ia sampaikan. Penyebutan beberapa persoalan ini menunjukkan cakupan perhatian yang ditujukan kepada pelajar, tanpa menyamakan bentuk maupun konteks masing-masing. Pesan itu disampaikan dengan menyoroti kerentanan pada usia remaja, ketika para pelajar dapat berhadapan dengan berbagai pengaruh di lingkungan mereka. Dedy juga memasukkan kabar bohong di media sosial ke dalam hal-hal yang perlu diwaspadai, sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada perilaku, tetapi juga pada informasi yang beredar.

Secara khusus, berita hoaks di media sosial disebut sebagai pengaruh negatif yang patut menjadi perhatian pelajar. Pernyataan Dedy tersebut menggarisbawahi bahwa informasi yang beredar melalui media sosial juga termasuk dalam pokok pesannya. Ia tidak hanya menyebut judi online dan narkoba, tetapi juga tawuran pelajar serta hoaks sebagai persoalan yang perlu diwaspadai oleh kalangan remaja. Dengan mengaitkan imbauan itu pada usia remaja yang rentan terhadap pengaruh semacam ini, Dedy menyampaikan pesan kewaspadaan kepada para pelajar. Pesan kebangsaan tersebut menekankan agar pelajar menjauhi hal-hal yang disebutkan dan memahami bahwa berbagai pengaruh negatif dapat muncul dalam kehidupan mereka, termasuk melalui media sosial.

Dedy menyampaikan pesan kebangsaan kepada para pelajar yang mengikuti kemah kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (PIONIR). Dalam forum yang mempertemukan pelajar itu, pesan mengenai kewaspadaan terhadap pengaruh negatif dan pentingnya menjaga persatuan menjadi pokok perhatian. Penyebutan kegiatan ini menempatkan pesan Dedy dalam konteks pembinaan kebangsaan bagi generasi muda. Pernyataan Dedy dikutip pada Kamis, 22 Oktober 2026. Tanggal tersebut merupakan waktu pengutipan pernyataan, bukan keterangan tersendiri mengenai kapan kemah kebangsaan berlangsung. Sumber informasi tidak menyebutkan tanggal pelaksanaan kegiatan secara terpisah, sehingga tidak ada dasar untuk menetapkan waktu penyelenggaraannya.

Lokasi kegiatan, Bumi Perkemahan Cibubur di Jakarta Timur, menjadi tempat para peserta mengikuti kemah yang diselenggarakan PIONIR. Kegiatan dengan peserta pelajar ini memberi ruang bagi penyampaian pesan tentang kehidupan berbangsa dan hubungan antarsesama. Dalam konteks tersebut, ajakan untuk terhadap pengaruh negatif berkaitan dengan upaya agar pelajar mampu menjaga sikap dan tidak mudah terbawa hal-hal yang dapat merusak kebersamaan. Sementara itu, pesan tentang persatuan mengingatkan pentingnya merawat hubungan baik di tengah perbedaan. Kedua hal tersebut disampaikan sebagai bagian dari pesan kebangsaan Dedy kepada peserta. Informasi yang tersedia tidak merinci bentuk acara, susunan kegiatan, jumlah peserta, ataupun isi pernyataan secara lebih khusus. Karena itu, uraian mengenai kegiatan dibatasi pada keterangan bahwa kemah berlangsung di Cibubur dan diselenggarakan PIONIR.

Keterlibatan Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia sebagai penyelenggara menjelaskan pihak yang mengadakan kemah kebangsaan tersebut. Sementara itu, pelajar yang hadir menjadi sasaran pesan yang disampaikan Dedy. Penjelasan ini penting agar peran penyelenggara, lokasi, peserta, dan isi pesan tidak tertukar. Pesan kewaspadaan dan persatuan dapat dipahami sebagai dorongan bagi pelajar untuk mencermati pengaruh di sekitarnya serta mempertahankan semangat kebersamaan. Namun, keterangan yang tersedia tidak mengidentifikasi pengaruh negatif tertentu atau menjelaskan contoh tindakan khusus yang dimaksud. Dengan demikian, informasi utama yang dapat dipastikan ialah bahwa Dedy menyampaikan pesan tersebut kepada peserta kemah kebangsaan PIONIR di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, dan pernyataannya dikutip pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kemah menjadi wadah edukatif yang memberi ruang bagi pelajar untuk mengenal nilai kebangsaan secara langsung. Di tengah suasana alam terbuka, peserta diajak memahami bahwa cinta kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau upacara, tetapi juga melalui sikap dan tindakan sehari-hari. Pengalaman tinggal bersama, mengikuti arahan, serta menyelesaikan kegiatan secara kolektif dapat memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia. Dari proses tersebut, nasionalisme tumbuh sebagai kepedulian terhadap kehidupan bersama, penghormatan pada kepentingan umum, dan kesediaan berkontribusi bagi masyarakat. Kemah juga menjadi kesempatan untuk membangun persatuan di pelajar dengan latar belakang berbeda, sehingga kebinekaan dipahami sebagai kekuatan bangsa.

Beragam aktivitas di alam terbuka, seperti mendirikan tenda, menempuh perjalanan, dan menjalankan tugas kelompok, mengajarkan kebersamaan sekaligus kedisiplinan. Peserta belajar mematuhi kesepakatan, mengatur waktu, menjaga perlengkapan, serta menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Mereka juga berlatih saling membantu ketika menghadapi kesulitan, bukan hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Pengalaman ini mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban nasional memerlukan kesadaran serta partisipasi seluruh warga, termasuk generasi muda. Sikap tertib, peduli, dan bertanggung jawab dalam lingkungan kecil dapat menjadi bekal untuk berperan positif di sekolah maupun masyarakat. Dalam interaksi antarpeserta, perbedaan kebiasaan dan pandangan menjadi kesempatan untuk berlatih mendengarkan, berdialog, dan saling menghargai tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Dedy menekankan upaya menanamkan cinta tanah air, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap masa depan bangsa. Tujuan itu sejalan dengan pembelajaran yang diperoleh melalui kegiatan bersama di kemah: peserta tidak hanya menerima pesan tentang nasionalisme, tetapi juga mencoba menerapkannya dalam hubungan sehari-hari. Persaudaraan dibangun melalui sikap saling percaya dan kesediaan bekerja sama, sedangkan kepedulian tampak ketika pelajar memperhatikan kebutuhan kelompok serta lingkungan. Dengan demikian, kemah dapat membantu generasi muda memahami bahwa menjaga persatuan dan mendukung keamanan serta ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai yang dipraktikkan di alam terbuka diharapkan terbawa ke kehidupan setelah kegiatan berakhir, menjadi dasar bagi pelajar untuk menghormati keberagaman, menjaga kerukunan, dan mengambil peran dalam membangun Indonesia.

Ketua Umum PIONIR, Hanif, memandang kemah kebangsaan sebagai sarana pembelajaran yang penting bagi pelajar. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus menyadari arti menjaga persaudaraan ant anak bangsa. Kebersamaan dalam kemah memberi ruang bagi pelajar untuk belajar mengenal satu sama lain, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kehidupan berbangsa. Pesan ini relevan bagi generasi muda yang hidup di tengah masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dirawat melalui sikap dan tindakan dalam pergaulan sehari-hari.

Menurut Hanif, pengetahuan yang diperoleh selama kemah sebaiknya tidak berhenti sebagai pemahaman semata. PIONIR berharap peserta mampu membawa nilai-nilai yang dipelajari ke lingkungan masing-masing, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Salah satu pedoman penting dalam proses tersebut adalah Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan untuk bersikap adil, menghormati sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama. Dengan menjadikannya pegangan, pelajar dapat menghadapi perbedaan pandangan secara bijak dan menjaga hubungan baik dengan teman sebaya. Penerapan nilai kebangsaan juga tampak dalam kesediaan untuk bekerja bersama tanpa membedakan latar belakang.

Harapan PIONIR.

Baca juga: Sambut HUT TNI Ke-81, Kodim Bojonegoro bersama Polkes bekali Ratusan Pelajar Jurus Penyelamat ‘AMAN–CPR’ | Bentuk Karakter Pelajar Sejak Dini, Babinsa Lakukan Manunggal Pendidikan | Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045: Kodim Bojonegoro Perkuat Karakter Kebangsaan Komponen Masyarakat