Dasco: Persatuan Nasional Harus Terwujud dalam Menghadapi Ancaman Global

oleh -113 Dilihat
oleh
Dasco: Persatuan Nasional Harus Terwujud dalam Menghadapi Ancaman Global

Jakarta | Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu, 28 Oktober 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan kebutuhan penting untuk menghadapi berbagai ancaman, baik yang datang dari tingkat global maupun yang muncul di dalam negeri. Perubahan situasi internasional, persaingan antarnegara, serta tantangan domestik menuntut seluruh elemen bangsa menjaga kebersamaan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928, menurut pesan tersebut, tetap relevan sebagai landasan Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional dan memastikan masyarakat mampu menghadapi tekanan serta perubahan yang terus berlangsung.

Dasco juga menekankan bahwa persatuan tidak boleh berhenti sebagai semboyan atau pesan seremonial yang hanya diulang setiap peringatan. Maknanya perlu tampak dalam praktik kenegaraan, terutama ketika pemerintah dan lembaga negara menetapkan kebijakan. Negara harus mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kepentingan bangsa, bertindak cepat ketika menghadapi keadaan mendesak, serta menerapkan langkah secara adil. Ketiga hal itu berkaitan erat: keputusan yang tepat tanpa kecepatan dapat kehilangan momentum, sedangkan tindakan cepat tanpa keadilan berisiko mengikis kepercayaan publik. Karena itu, persatuan perlu dibangun melalui kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya.

Pesan tersebut disampaikan Dasco bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal dan Saan Mustopa. Kehadiran ketiganya membawa perhatian pada peran para pemimpin dan lembaga perwakilan dalam merawat kohesi sosial, mendengar aspirasi, serta mendorong penyelesaian persoalan secara terbuka. Bagi masyarakat, persatuan juga berarti kesediaan untuk bekerja sama di tengah perbedaan, tanpa mengabaikan hak dan kepentingan kelompok lain. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati sekaligus komitmen bersama terhadap masa depan Indonesia. Dalam menghadapi ancaman lintas batas maupun masalah di dalam negeri, kebersamaan yang nyata menjadi modal penting agar keputusan nasional memperoleh dukungan luas dan mampu menjaga ketahanan bangsa.

Pandangan Dasco mengenai persatuan nasional bertolak dari teladan para pemuda pada 1928. Mereka berasal dari latar daerah, organisasi, dan pandangan yang beragam, tetapi mampu mengarahkan perbedaan itu pada cita-cita yang lebih luas. Bagi Dasco, arti penting peristiwa tersebut bukan bahwa seluruh pemuda sepakat dalam setiap persoalan. Mereka justru menunjukkan bahwa perbedaan dapat tetap ada, selama tidak menghalangi komitmen bersama terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Sikap itu menjadi dasar untuk membangun identitas kebangsaan yang melampaui kepentingan kelompok, sekaligus mengingatkan bahwa persatuan memerlukan kesediaan untuk mendahulukan tujuan bersama.

Dalam menafsirkan semangat tersebut, Dasco menekankan bahwa para pemuda tidak harus memiliki pandangan seragam mengenai semua hal. Yang diperlukan ialah kemampuan mengenali perkara yang lebih mendasar dan menyepakatinya sebagai landasan tindakan. Gagasan itu tercermin dalam ungkapan “sepakat pada hal yang lebih penting”: persatuan tumbuh ketika masyarakat dapat mengakui perbedaan, sambil menjaga kesetiaan pada kepentingan bangsa. Tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia menjadi titik temu yang mengikat mereka. Dengan demikian, teladan 1928 bukan tuntutan untuk menghapus keragaman, melainkan ajakan mengelolanya secara dewasa agar tidak memecah komitmen kebangsaan.

Menurut Dasco, keberanian seperti yang ditunjukkan generasi 1928 kembali dibutuhkan saat ini. Indonesia menghadapi tantangan yang berubah, termasuk ancaman global yang dapat menguji solidaritas dan ketahanan nasional. Dalam keadaan demikian, sikap saling memperbesar perbedaan berisiko mengalihkan perhatian dari kepentingan bersama. Sebaliknya, keberanian untuk berdialog, mencari titik temu, dan menempatkan persatuan di atas kepentingan sempit dapat membantu bangsa menghadapi tekanan dengan lebih kuat. Ungkapan “keberanian yang kembali dibutuhkan saat ini” menegaskan bahwa persatuan bukan warisan yang bekerja dengan sendirinya. Ia perlu dirawat melalui pilihan dan tindakan nyata, sembari tetap menghormati kemajemukan. Teladan para pemuda itu pun relevan sebagai pengingat bahwa komitmen bersama dapat menyatukan masyarakat tanpa menuntut keseragaman.Dalam pandangan Dasco, situasi dunia saat ini ditandai oleh ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi yang perlu dicermati bersama. Perubahan keadaan di tingkat global menunjukkan bahwa persoalan antarnegara tidak selalu berhenti pada batas wilayah tempat persoalan itu muncul. Karena itu, kondisi dunia dapat membawa konsekuensi yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat di berbagai kawasan. Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan global tidak terpisah dari perhatian nasional, terutama ketika keadaan berubah dan menimbulkan ketidakpastian. Dasco menempatkan situasi ini sebagai alasan pentingnya melihat ancaman global secara cermat serta memahami keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dalam konteks tersebut, kesiapan menghadapi perubahan membutuhkan kewaspadaan.

Secara khusus, Dasco menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah sebagai bagian dari situasi yang patut diperhatikan. Menurut sorotannya, pengaruh eskalasi itu tidak terbatas pada kawasan konflik. Dampaknya dapat melampaui kawasan tersebut dan menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat dunia. Dengan demikian, perkembangan di satu kawasan dapat menjadi perhatian masyarakat di tempat lain, karena jangkauannya berpotensi lebih luas daripada lokasi konflik itu sendiri. Penekanan ini menggambarkan hubungan ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi dengan kehidupan sehari-hari secara umum, tanpa memandang batas kawasan. Bagi Dasco, penting untuk memahami bahwa perubahan situasi global dapat memiliki arti bagi banyak masyarakat, sehingga perhatian terhadap perkembangannya perlu melibatkan pandangan yang luas dan tidak hanya berfokus pada satu wilayah.

Indonesia juga termasuk dalam lingkup perhatian tersebut. Dasco menilai bahwa dampak yang dapat menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat dunia berpotensi menjangkau Indonesia. Karena itu, ketidakpastian global bukan hanya persoalan yang berlangsung jauh dari kehidupan nasional, melainkan perkembangan yang perlu diperhatikan dalam konteks kepentingan masyarakat Indonesia. Pandangan ini menegaskan pentingnya mencermati situasi dunia secara berkelanjutan, khususnya ketika eskalasi konflik berpotensi meluas pengaruhnya. Dengan memahami bahwa dampak dapat melampaui kawasan asal dan menyentuh beragam sektor, masyarakat dapat melihat ancaman global sebagai persoalan bersama. Sorotan Dasco terhadap keadaan geopolitik dan geoekonomi dunia dengan demikian menempatkan perkembangan di Timur Tengah dalam cakupan yang lebih luas: bukan hanya tentang kawasan konflik, tetapi juga tentang kemungkinan jangkauan dampak terhadap kehidupan masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.

Dasco mengingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah tidak berhenti sebagai persoalan politik dan keamanan yang jauh dari Indonesia. Perkembangan konflik dapat membawa dampak berantai ke berbagai sektor, terutama ketika pasokan energi dan jalur perdagangan internasional terganggu. Perubahan situasi di kawasan tersebut berpotensi mendorong naiknya harga minyak dan energi lain, yang kemudian menambah tekanan pada biaya produksi maupun kebutuhan sehari-hari. Karena energi digunakan dalam kegiatan ekonomi yang luas, perubahan harganya dapat terasa di banyak tempat, bukan hanya pada sektor yang berhubungan langsung dengan perdagangan luar negeri. Dampak itu dapat bergerak perlahan, tetapi menjangkau kehidupan masyarakat secara nyata.

Biaya pengangkutan juga dapat meningkat apabila rute distribusi menjadi lebih rumit atau mahal. Kenaikan ongkos transportasi kemudian memengaruhi harga barang yang dikirim dari satu wilayah ke wilayah lain, termasuk bahan pangan dan kebutuhan pokok. Pada saat yang sama, gangguan terhadap rantai pasok dapat membuat pengadaan bahan baku dan produk tertentu menjadi lebih sulit atau memerlukan waktu lebih lama. Perusahaan menghadapi tekanan biaya dan ketidakpastian pasokan, sementara dampaknya berpotensi diteruskan kepada konsumen. Bila harga energi, pengangkutan, dan barang bergerak naik secara bersamaan, tekanan inflasi dapat semakin terasa. Perkembangan global pun akhirnya berhubungan langsung dengan kemampuan rumah tangga mengatur pengeluaran.

Pengaruh tersebut dapat sampai ke dapur keluarga Indonesia melalui harga bahan makanan biaya.

Baca juga: Terima Tim Peneliti UI dan Tim “Sejarah MPR”, Bamsoet Tegaskan MPR Harus lebih ‘Galak’ Menegakkan Konstitusi dan Penjaga Konsensus Nasional | Uji Hasil Penelitian Disertasi Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Harus Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan Program Strategis Nasional | Pesan Ketua Dewan Ekonomi Nasional : Berikan Keteladanan dan Loyalitas