Pramono Anung Soroti Dukungan Guru dan Arah Kebijakan Pendidikan Jakarta

oleh -21 Dilihat
oleh
Pramono Anung Soroti Dukungan Guru dan Arah Kebijakan Pendidikan Jakarta

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti pentingnya dukungan terhadap guru sebagai salah satu penentu peningkatan kualitas pendidikan. Pandangan tersebut disampaikan ketika ia memberikan sambutan dalam Konferensi Regional Asia Pasifik ke-10 Education International di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Pramono menekankan bahwa pembahasan mengenai pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran para pendidik yang menjalankan proses pembelajaran.

Menurut Pramono, mutu pendidikan sangat bergantung pada orang-orang yang menyelenggarakannya. Guru menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tersebut karena berhadapan langsung dengan proses pendidikan. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kualitas pendidikan perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan guru, bukan hanya melihat pendidikan dari sisi akses yang tersedia bagi masyarakat.

Pramono menyampaikan bahwa pemerintah tidak cukup hanya memperluas akses pendidikan. Dukungan juga perlu diberikan kepada para guru agar mereka dapat menjalankan perannya dalam penyelenggaraan pendidikan. Perhatian itu, menurut pandangannya, mencakup guru yang mengajar di sekolah negeri maupun guru yang mengajar di sekolah swasta.

Penekanan terhadap guru menunjukkan bahwa perluasan kesempatan memperoleh pendidikan harus berjalan bersama dengan penguatan terhadap pihak yang melaksanakan proses pendidikan. Sekolah swasta juga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang di dalamnya terdapat guru sebagai penyelenggara pembelajaran. Karena itu, dukungan kepada guru tidak semestinya dibatasi berdasarkan tempat mereka mengajar.

Pernyataan tersebut menempatkan guru sebagai unsur yang menentukan mutu pendidikan. Bagi Pramono, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan dukungan yang memadai bagi para pendidik, termasuk mereka yang bekerja di sekolah swasta. Pesan itu disampaikan dalam forum regional yang mempertemukan perhatian terhadap pendidikan dan profesi guru di kawasan Asia Pasifik.

Pramono Anung menyampaikan apresiasi terhadap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi yang memiliki posisi penting dalam memperjuangkan kepentingan para pendidik. Apresiasi tersebut juga berkaitan dengan keanggotaan aktif PGRI dalam Education International, sebuah jaringan yang mempertemukan organisasi guru dan tenaga kependidikan di tingkat internasional. Keterlibatan itu menunjukkan bahwa perjuangan terhadap pendidikan dan profesi guru tidak hanya memiliki dimensi nasional, tetapi juga terhubung dengan perhatian yang lebih luas terhadap kualitas serta keberlanjutan profesi pendidik.

Menurut Pramono, PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kesejahteraan guru. Peran tersebut mencakup upaya mendorong kondisi yang lebih baik bagi guru dalam menjalankan tanggung jawabnya, sekaligus meningkatkan profesionalisme pendidik. Profesionalisme diperlukan agar guru dapat melaksanakan tugas pendidikan secara bertanggung jawab dan terus mengembangkan kualitasnya. PGRI juga dipandang berperan dalam melindungi hak guru ketika menjalankan pekerjaan. Perlindungan ini penting karena guru membutuhkan kepastian bahwa hak-haknya tetap dihormati saat menjalankan tugas sebagai pendidik.

Selain kesejahteraan, profesionalisme, dan perlindungan hak, Pramono menekankan pentingnya jaminan masa depan bagi para pendidik. Jaminan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap keberlangsungan profesi guru serta penghargaan atas kontribusi mereka dalam pendidikan. Karena itu, penguatan peran PGRI tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan untuk memastikan guru memperoleh dukungan yang memadai dalam perjalanan profesinya.

Pramono juga berpandangan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau satu organisasi, melainkan memerlukan keterlibatan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan pemangku kepentingan. Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, pembahasan mengenai mutu pendidikan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sementara kebutuhan guru dan peserta didik tetap menjadi perhatian dalam arah kebijakan pendidikan.

Dalam forum tersebut, Pramono Anung menyoroti pentingnya kesinambungan dukungan pendidikan bagi warga Jakarta. Menurutnya, bantuan tidak hanya diperlukan untuk memastikan anak-anak dapat bersekolah, tetapi juga untuk membuka akses yang lebih luas menuju pendidikan tinggi. Arah kebijakan itu diwujudkan melalui sejumlah program bantuan pendidikan, termasuk Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

KJP Plus ditujukan bagi pelajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Program ini memberikan dukungan finansial kepada peserta didik dari keluarga yang membutuhkan, sehingga biaya yang berkaitan dengan kegiatan belajar dapat lebih terbantu. Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban keluarga, sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan siswa agar tidak terhambat oleh persoalan ekonomi. Berdasarkan data yang disampaikan, penerima KJP Plus berjumlah lebih dari 700.000 orang.

Sementara itu, KJMU menyasar mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi. Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah bagi mahasiswa berprestasi atau yang memenuhi kriteria penerima bantuan, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan finansial. Melalui bantuan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempertahankan studi hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Jumlah penerima KJMU disebut telah mencapai lebih dari 50.000 mahasiswa.

Kedua program itu memperlihatkan cakupan bantuan pendidikan yang mencakup perjalanan pelajar dari sekolah hingga perguruan tinggi. KJP Plus berperan mendukung kebutuhan pendidikan siswa pada jenjang awal, sedangkan KJMU membantu mahasiswa melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan jumlah penerima yang besar, keberadaan kedua skema tersebut menjadi bagian penting dari kebijakan pemerataan akses pendidikan di Jakarta. Dukungan finansial yang disalurkan juga dapat membantu keluarga merencanakan biaya pendidikan secara lebih terukur, sekaligus memberi ruang bagi pelajar untuk berkonsentrasi pada proses belajar dan pencapaian akademiknya.

Peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta tidak hanya bergantung pada bantuan biaya pendidikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan perbaikan sarana dan prasarana sekolah sebagai bagian penting dari upaya membangun layanan pendidikan yang lebih baik. Lingkungan belajar yang aman, layak, dan memadai dapat mendukung kegiatan belajar mengajar sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang secara optimal. Karena itu, pembenahan fasilitas menjadi langkah yang berjalan beriringan dengan kebijakan bantuan bagi peserta didik.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah renovasi 19 gedung sekolah. Persiapan program tersebut telah dilakukan sejak 2025 dengan sasaran meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Jakarta. Renovasi diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangunan dan ruang belajar sehingga sekolah mampu memberikan layanan yang lebih mendukung kebutuhan siswa serta tenaga pendidik. Pemerataan perhatian terhadap gedung sekolah juga penting agar peningkatan mutu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di kawasan tertentu, melainkan menjangkau seluruh Jakarta.

Selain pembenahan fasilitas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersiapkan program LPDP Jakarta untuk tahun depan. Program ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang memiliki aspirasi dan potensi akademik untuk melanjutkan pendidikan. Dukungan tersebut juga mencakup kesempatan menempuh pendidikan ke luar negeri, sehingga latar belakang ekonomi tidak menjadi satu-satunya penentu dalam mengakses pendidikan lanjutan.

Persiapan LPDP Jakarta menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan diarahkan untuk menggabungkan penguatan fasilitas sekolah dengan perluasan akses pendidikan tinggi. Renovasi gedung sekolah membantu menciptakan fondasi pembelajaran yang lebih baik, sementara program beasiswa dapat mendorong peserta didik berpotensi untuk melanjutkan cita-cita akademiknya. Kedua upaya ini menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan Jakarta yang berusaha menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Baca juga: TNI Salurkan Dukungan Peralatan Penanganan Karhutla ke Kalimantan Tengah | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Rizky Ridho Pastikan Kesiapan Macan Kemayoran