Polisi Dalami Modus Kakek Menabrakkan Diri ke Mobil demi Modal Kopi Keliling

oleh -462 Dilihat
oleh
Pria di Cibinong Diamankan Saat Hendak Mengambil Paket Sabu

Jakarta | Polisi mengamankan seorang pria berinisial H, berusia 62 tahun, yang diduga melakukan penipuan dengan modus menabrakkan atau membenturkan diri ke mobil. Penangkapan tersebut berlangsung di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 17.50 WIB. Peristiwa ini menjadi perhatian setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aksi yang dilakukan oleh pria tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, H diduga menjalankan modus dengan menabrakkan atau membenturkan tubuhnya ke kendaraan yang melintas. Modus tersebut diduga dilakukan untuk menimbulkan situasi seolah-olah terjadi insiden dirinya dan pengemudi mobil. Polisi kemudian bergerak menindaklanjuti informasi itu dan mengamankan H di wilayah Penjaringan.

Pengamanan terhadap H menjadi langkah awal polisi untuk mendalami dugaan penipuan tersebut. Petugas masih menelusuri keterangan serta informasi yang berkaitan dengan modus membenturkan diri ke mobil. Penanganan perkara ini dilakukan setelah adanya laporan atau informasi dari masyarakat yang mendorong polisi melakukan tindakan di lokasi.

Dengan diamankannya H, polisi dapat melakukan pendalaman mengenai dugaan aksi yang disebut berlangsung menggunakan cara menabrakkan atau membenturkan diri ke kendaraan. Identitas pria tersebut telah disampaikan dengan inisial H dan usianya disebut 62 tahun. Sementara itu, lokasi pengamanan berada di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat sore, 9 Oktober 2026, tepatnya sekitar pukul 17.50 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Kiki Tanlim, mengungkap adanya dugaan bahwa H tidak baru satu kali melakukan aksi menabrakkan diri ke kendaraan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, pria lanjut usia tersebut diduga pernah menjalankan modus serupa di sejumlah wilayah untuk mendapatkan uang. Informasi itu masih didalami guna memastikan rangkaian kejadian, sasaran, serta pihak-pihak yang mungkin pernah menjadi korban.

Dalam pengakuannya, H menyebut tiga lokasi yang pernah menjadi tempat aksinya, yakni Tanah Abang, Tambora, dan Penjaringan. Penyebutan ketiga wilayah itu menjadi bagian dari pemeriksaan polisi terhadap konsistensi cerita pelaku dan kemungkinan adanya laporan lain dengan pola serupa. Polisi masih perlu mencocokkan keterangan tersebut dengan rekaman kamera pengawas, kesaksian warga, maupun laporan kecelakaan yang tercatat di wilayah terkait.

Selain tiga tempat yang muncul dalam pengakuan H, polisi menyampaikan informasi umum bahwa pelaku diduga kerap beraksi di kawasan yang membentang dari Jakarta Barat hingga Jakarta Pusat. Keterangan mengenai cakupan wilayah tersebut tidak serta-merta berarti seluruh lokasi telah disebut secara spesifik oleh H dalam pemeriksaan. Tanah Abang, Tambora, dan Penjaringan merupakan tiga tempat yang secara langsung muncul dalam pengakuan pelaku, sedangkan wilayah Jakarta Barat hingga Jakarta Pusat menggambarkan dugaan jangkauan aksinya berdasarkan penelusuran polisi.

AKP Kiki juga menyebutkan bahwa sebagian aksi yang diduga dilakukan H tidak selalu mendapat perhatian orang-orang di sekitar. Situasi itu diduga membuat peristiwa berlalu tanpa segera dilaporkan atau ditindaklanjuti. Karena itu, penyidik masih mendalami apakah terdapat kejadian lain yang belum tercatat, sekaligus memeriksa motif H dan cara ia memilih kendaraan sebagai sasaran. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa pernah mengalami kejadian serupa untuk menyampaikan informasi agar rangkaian dugaan aksi tersebut dapat diverifikasi secara menyeluruh.

Keterangan kepolisian menyebut adanya pola dugaan penipuan yang dilakukan dengan cara berjalan kaki melintasi jalan raya, kemudian membenturkan atau menabrakkan diri ke mobil yang melintas. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menciptakan situasi seolah-olah terjadi kecelakaan atau persoalan di jalan. Setelah menjadi sasaran, pengemudi atau orang yang berada di sekitar lokasi disebut dapat dimintai uang oleh pelaku.

Polisi mendalami dugaan bahwa tindakan itu bukan semata-mata peristiwa lalu lintas, melainkan cara untuk memperoleh keuntungan pribadi. Pola tersebut diduga mengandalkan kepanikan dan kebingungan orang yang menjadi sasaran setelah melihat seseorang tersenggol atau terbentur kendaraan. Dalam kondisi seperti itu, pelaku disebut meminta sejumlah uang, meskipun rincian mengenai permintaan tersebut tidak disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

Berdasarkan pengakuan H yang disampaikan melalui keterangan kepolisian, uang yang diminta disebut akan digunakan sebagai modal usaha berdagang kopi keliling. Pernyataan mengenai kebutuhan modal tersebut merupakan alasan yang diakui H, bukan kesimpulan baru dari penulis. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian serta maksud di balik tindakan yang dilakukan H. Karena itu, penggunaan uang untuk usaha kopi keliling perlu dipahami sebagai bagian dari pengakuan yang sedang diperiksa, sementara dugaan modus dan unsur mencari keuntungan tetap menjadi fokus penelusuran aparat. Keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut diharapkan dapat menjelaskan hubungan tindakan menabrakkan diri, permintaan uang, dan alasan usaha yang disampaikan.

Hingga penanganan terakhir, H bersama barang bukti telah diamankan di Polsek Metro Penjaringan. Pengamanan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pendalaman yang masih berlangsung setelah kepolisian memperoleh informasi mengenai peristiwa tersebut. Barang bukti yang telah diamankan menjadi bagian dari penanganan perkara dan akan digunakan untuk membantu petugas menyusun gambaran kejadian secara lebih jelas.

Kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan dugaan aksi menabrakkan diri ke mobil. Pendalaman dilakukan dengan menelusuri informasi yang telah diperoleh petugas, termasuk kemungkinan adanya kejadian serupa di sejumlah tempat. Langkah tersebut diperlukan agar setiap keterangan dan informasi yang masuk dapat dicocokkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Petugas juga masih mengumpulkan informasi yang relevan untuk memperjelas lokasi serta rangkaian kejadian yang sedang ditangani. Penelusuran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan keterangan dan barang bukti yang telah diamankan. Kepolisian belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai hasil pendalaman tersebut karena proses penanganan masih berjalan.

Dengan demikian, perkara ini masih berada dalam tahap pendalaman oleh Polsek Metro Penjaringan. H dan barang bukti tetap berada dalam pengamanan kepolisian, sementara petugas melanjutkan penelusuran berdasarkan informasi yang telah diperoleh, termasuk dugaan aksi di beberapa tempat. Informasi mengenai perkembangan berikutnya akan disampaikan sesuai hasil penanganan kepolisian.