Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

oleh -41 Dilihat
oleh
Hamdan Tour Akhiri Kerja Sama dengan Ruben Onsu di Tengah Polemik Rekaman Video Call

Jakarta | Hamdan Tour mengumumkan bahwa Ruben Onsu tidak lagi menjadi brand ambassador perusahaan. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Hamdan Tour pada 13 Oktober 2026. Pengumuman ini menjadi perhatian publik karena muncul saat rekaman video call yang melibatkan Ruben masih ramai dibicarakan dan beredar dalam perbincangan di media sosial.

Dalam pernyataannya, Hamdan Tour menyampaikan bahwa kerja sama dengan Ruben Onsu telah berakhir. Perusahaan juga menegaskan bahwa Ruben tidak lagi menjalankan peran sebagai duta merek mereka. Pernyataan itu menandai berakhirnya hubungan profesional kedua pihak, tanpa menyebutkan rincian lebih lanjut mengenai proses atau alasan di balik keputusan tersebut.

Waktu pengumuman itu disampaikan membuat kabar berakhirnya kerja sama beriringan dengan polemik rekaman video call. Meski demikian, pengumuman perusahaan tidak dengan sendirinya menjelaskan kaitan kedua hal tersebut. Hamdan Tour menyatakan status kerja sama yang berlaku, sedangkan percakapan publik mengenai rekaman video call berkembang secara terpisah. Karena itu, penting membedakan isi pernyataan resmi perusahaan dari berbagai dugaan atau tafsir yang muncul di media sosial.

Unggahan di akun resmi menjadi sumber utama untuk memastikan informasi mengenai perubahan status Ruben di perusahaan. Dalam menyampaikan kabar tersebut, Hamdan Tour tidak lagi memperkenalkan Ruben sebagai brand ambassador dan menginformasikan bahwa kerja sama mereka sudah selesai. Tidak ada rincian tambahan dalam keterangan yang dirangkum mengenai tanggal efektif berakhirnya kerja sama, ketentuan kontrak, ataupun rencana perusahaan untuk menunjuk pengganti. Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan dari pengumuman itu terbatas pada berakhirnya kerja sama dan tidak berlanjutnya peran Ruben sebagai duta merek.

Pengumuman tersebut sekaligus memberi kejelasan mengenai hubungan bisnis kedua pihak di tengah perhatian terhadap isu yang sedang ramai. Untuk memahami perkembangan berikutnya, publik dapat merujuk pada pernyataan langsung Hamdan Tour maupun klarifikasi dari pihak terkait apabila tersedia. Sampai ada keterangan resmi tambahan, pengumuman 13 Oktober menjadi acuan mengenai posisi perusahaan: Ruben Onsu tidak lagi mewakili Hamdan Tour sebagai brand ambassador, dan kerja sama yang sebelumnya terjalin telah berakhir.

Hamdan Tour menjelaskan bahwa penghentian keterlibatan Ruben Onsu dalam materi promosi perusahaan berlangsung melalui tahapan yang berbeda. Perusahaan menyebut brosur promosi tidak lagi menampilkan Ruben sejak 31 Agustus 2026. Tanggal tersebut merujuk khusus pada perubahan materi cetak atau bahan promosi yang digunakan Hamdan Tour, bukan pada penghapusan penautan di akun media sosial Ruben. Penjelasan ini penting karena kedua tindakan tersebut terjadi pada waktu yang tidak sama. Dengan demikian, akhir Agustus menjadi penanda bahwa wajah Ruben sudah tidak digunakan dalam brosur perusahaan, meskipun keterkaitan digital yang terlihat pada profilnya masih tercantum untuk sementara waktu.

Menurut keterangan Hamdan Tour, langkah berikutnya berkaitan dengan bio media sosial Ruben. Penautan atau tag yang mengarah kepada Hamdan Tour pada bio tersebut baru dihapus pada 12 Oktober 2026. Tanggal ini bukan tanggal ketika brosur mulai diperbarui, melainkan waktu ketika penanda hubungan promosi di profil media sosial tidak lagi ditampilkan. Perbedaan itu menjelaskan mengapa publik mungkin masih melihat tag Hamdan Tour di bio Ruben setelah materi brosur perusahaan berhenti menggunakan namanya. Keberadaan penautan hingga Oktober tidak dengan sendirinya berarti brosur tetap memuat Ruben setelah 31 Agustus; keduanya merupakan saluran promosi yang berbeda dan diperbarui secara terpisah.

Urutan yang disampaikan perusahaan, karena itu, terdiri atas dua tahapan: materi brosur tidak lagi menampilkan Ruben mulai 31 Agustus 2026, lalu tag atau tautan Hamdan Tour di bio media sosial Ruben dihapus pada 12 Oktober 2026. Hamdan Tour menempatkan tanggal-tanggal tersebut sebagai penjelasan mengenai perubahan penggunaan materi promosi dan tampilan profil, bukan sebagai satu kejadian serentak. Pembedaan ini membantu memperjelas kronologi di tengah perhatian publik terhadap polemik rekaman video call. Dalam membaca keterangan perusahaan, penting untuk tidak menyamakan penghentian penggunaan gambar dalam brosur dengan penghapusan tautan pada bio. Masing-masing tindakan memiliki objek, kanal, dan tanggal pelaksanaan yang berbeda.

Hamdan Tour menegaskan bahwa sikap, pandangan, serta kehidupan pribadi Ruben Onsu merupakan ranah personal yang tidak mewakili perusahaan. Penegasan ini disampaikan di tengah polemik rekaman video call dan keputusan untuk mengakhiri kerja sama. Dengan demikian, perusahaan membedakan secara jelas individu yang pernah bekerja sama dengannya dan identitas maupun nilai yang dijalankan dalam kegiatan usaha. Pernyataan tersebut juga menempatkan tanggung jawab atas pandangan pribadi pada pihak yang bersangkutan, bukan pada Hamdan Tour sebagai penyelenggara layanan perjalanan ibadah.

Dalam konteks kerja sama yang telah berakhir, Hamdan Tour menyampaikan bahwa hal-hal mengenai kehidupan pribadi Ruben tidak dapat dijadikan gambaran tentang sikap resmi perusahaan. Perusahaan tidak menyatakan bahwa pandangan pribadi tersebut merupakan kebijakan, arahan, atau representasi nilai internal Hamdan Tour. Penjelasan ini penting agar masyarakat dapat memahami batas hubungan profesional yang pernah terjalin dan posisi perusahaan. Hamdan Tour menyampaikan sikapnya dalam kerangka klarifikasi, tanpa mengubah fokus pada tanggung jawab perusahaan terhadap layanan yang ditawarkan kepada calon jemaah.

Hamdan Tour menyatakan komitmennya untuk terus memberikan layanan ibadah umrah yang amanah dan sesuai syariat. Komitmen tersebut menjadi perhatian perusahaan dalam melayani jemaah, mulai dari menjaga kepercayaan hingga memastikan perjalanan ibadah dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang dijanjikan. Perusahaan menegaskan bahwa layanan umrah tetap menjadi tanggung jawabnya, terlepas dari persoalan pribadi pihak yang pernah menjalin kerja sama. Karena itu, calon jemaah dapat menilai Hamdan Tour berdasarkan informasi dan layanan perusahaan, bukan dengan menganggap pandangan personal Ruben sebagai cerminan kebijakan penyelenggara. Penjelasan mengenai batas tersebut sekaligus menegaskan bahwa perusahaan tetap berfokus pada pelayanan ibadah yang bertanggung jawab. Hamdan Tour tidak mengaitkan komitmen itu dengan alasan lain yang tidak disampaikan dalam pernyataannya. Sikap yang dinyatakan berpusat pada pemisahan kehidupan pribadi Ruben dari perusahaan serta kelanjutan layanan umrah yang amanah dan sesuai syariat.

Kabar berakhirnya kerja sama Hamdan Tour dengan Ruben Onsu muncul di tengah perhatian publik terhadap polemik rekaman video call yang beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan Ruben sedang melakukan panggilan video dengan seorang pria berinisial Y dan diunggah oleh Sarwendah. Setelah beredar, potongan video itu menjadi bahan perbincangan warganet. Percakapan mengenai rekaman tersebut pun meluas, sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada pihak-pihak yang terlihat atau disebut dalam video, tetapi juga pada respons yang muncul di berbagai ruang daring.

Peredaran rekaman itu diikuti komentar warganet pada sejumlah akun bisnis dan merek yang diketahui bekerja sama dengan Ruben. Kolom komentar pada akun-akun tersebut menjadi salah satu tempat publik menyampaikan tanggapan mengenai polemik yang sedang ramai dibahas. Situasi ini membuat isu tersebut bersinggungan dengan kegiatan profesional Ruben dan pihak-pihak yang memiliki hubungan kerja dengannya. Dengan demikian, kabar mengenai berakhirnya kerja sama dengan Hamdan Tour muncul dalam konteks sorotan yang lebih luas terhadap dampak percakapan media sosial, bukan sebagai informasi yang berdiri sepenuhnya terpisah dari perbincangan publik tersebut.

Respons di media sosial juga menarik perhatian karena sebagian komentar diarahkan kepada akun milik mitra bisnis dan merek. Perhatian warganet terhadap kanal-kanal tersebut memperlihatkan bahwa peredaran sebuah rekaman dapat memicu diskusi di luar akun yang pertama kali membagikannya.

Baca juga: Hadiri Peringatan 10 Tahun Hubungan Jiangxi–Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Dari Perdagangan ke Investasi dan Basis Produksi