Sopir Taksi Online Selamat dari Serangan Begal di Pamulang

oleh -73 Dilihat
oleh
Sopir Taksi Online Selamat dari Serangan Begal di Pamulang

Tangerang | Ahmad Andalusi, seorang sopir taksi online, menjadi korban pencurian dengan kekerasan di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi ketika Ahmad sedang menjalankan pesanan penumpang yang diterimanya melalui aplikasi. Dalam perjalanan itu, ia mengaku diserang menggunakan senjata tajam oleh pihak yang kemudian merampas kendaraan yang dibawanya.

Serangan tersebut membuat Ahmad harus berupaya menyelamatkan diri dari situasi yang membahayakan. Ia berhasil meloloskan diri setelah menghadapi serangan itu, meskipun peristiwa tersebut menyebabkan aktivitasnya sebagai pengemudi taksi online terhenti. Keterangan mengenai kejadian disampaikan sebagai bagian dari penanganan perkara pencurian dengan kekerasan yang berlangsung di kawasan Pamulang.

Mobil yang digunakan Ahmad saat menerima pesanan penumpang kemudian diamankan oleh polisi. Pengamanan kendaraan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan setelah laporan mengenai serangan terhadap pengemudi taksi online itu diterima. Polisi juga menangani peristiwa tersebut untuk mengungkap perkara yang terjadi di wilayah Tangerang Selatan.

Kasus ini menyoroti risiko yang dapat dihadapi pengemudi taksi online ketika menjalankan pekerjaan berdasarkan pesanan melalui aplikasi. Ahmad menjadi korban saat sedang memenuhi permintaan perjalanan, bukan ketika berada di luar aktivitas pekerjaan. Peristiwa di Pamulang itu kini ditangani aparat, sementara kendaraan yang dibawanya telah berada dalam pengamanan polisi untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut bermula ketika Ahmad menerima pesanan perjalanan melalui aplikasi taksi online. Ia kemudian menuju titik penjemputan yang tercantum dalam aplikasi. Namun, setibanya di lokasi, Ahmad mendapati seorang pria yang tidak sesuai dengan identitas pemesan. Perbedaan itu terlihat dari data penumpang yang tercatat pada aplikasi, sehingga Ahmad sempat menolak mengangkut pria tersebut. Sikap itu diambil karena ia merasa perlu memastikan bahwa penumpang yang dilayani merupakan orang yang melakukan pemesanan.

Meski awalnya menolak, Ahmad akhirnya bersedia membawa pria itu setelah yang bersangkutan memohon. Penumpang tersebut kemudian meminta diantar ke kawasan Bambu Apus, Pamulang. Ahmad memenuhi permintaan itu dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang disebutkan. Tidak ada keterangan bahwa penumpang tersebut memperlihatkan identitas pemesan atau melakukan perubahan data pada aplikasi sebelum perjalanan berlanjut.

Sesampainya di kawasan tujuan, pria itu kembali menyampaikan alasan kepada Ahmad. Ia berpura-pura hendak mengambil uang tunai dari tempat kosnya dan meminta Ahmad menunggu di dalam atau di sekitar mobil selama sekitar 15 menit. Ahmad kemudian menunggu sesuai permintaan tersebut. Setelah beberapa waktu, pria itu kembali ke mobil. Alih-alih membayar perjalanan atau melanjutkan komunikasi secara biasa, ia langsung menyerang Ahmad menggunakan senjata tajam. Ahmad menerangkan bahwa serangan itu dilakukan berkali-kali. Serangan tersebut membuat Ahmad berada dalam situasi berbahaya di lokasi tujuan, setelah sebelumnya menerima penumpang yang identitasnya berbeda dari data pada aplikasi. Rangkaian kejadian itu menunjukkan bahwa penyerangan terjadi setelah pria tersebut memanfaatkan alasan untuk meminta Ahmad tetap menunggu di kawasan Bambu Apus, Pamulang.

Setelah mengalami serangan di dalam mobil, Ahmad berusaha mempertahankan diri meskipun mengalami luka akibat senjata tajam. Sopir taksi online tersebut sempat melawan pelaku yang menyerangnya. Namun, situasi berubah ketika pelaku menendangnya sebanyak dua kali. Tendangan itu membuat Ahmad terjatuh dari kendaraan dan berada di sisi jalan dalam kondisi terluka.

Begitu terjatuh, Ahmad segera menjauh dari mobil untuk menyelamatkan diri dan mencari pertolongan. Pelaku diduga membawa kendaraan milik korban. Dalam upaya melarikan diri, pelaku juga sempat berusaha menabrak Ahmad. Korban berhasil menghindari kendaraan tersebut dengan membuang badan, sehingga tidak kembali terkena benturan.

Ahmad kemudian berlari menuju kawasan permukiman yang lebih ramai. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan bantuan sekaligus menjauh dari pelaku. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian keluar dari rumah dan mendatangi lokasi. Kehadiran warga diduga membuat pelaku meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan pelarian.

Selain mengalami luka fisik dan harus menyelamatkan diri dari ancaman berulang, Ahmad juga menyebutkan sejumlah kerugian akibat kejadian itu. Mobil yang digunakan untuk bekerja diduga dibawa kabur oleh pelaku. Dompet dan telepon genggam milik Ahmad juga turut hilang. Barang-barang tersebut menambah kerugian korban, selain dampak psikologis serta risiko keselamatan yang dialaminya selama serangan di kawasan Pamulang.

Perkara dugaan perampokan terhadap sopir taksi online di Pamulang masih ditangani kepolisian. Ahmad menyampaikan bahwa mobil miliknya telah diamankan oleh Polsek Pamulang setelah kejadian tersebut. Ia juga telah membuat laporan kepada kepolisian untuk membantu proses penyelidikan dan penyidikan. Ahmad mengapresiasi langkah petugas yang menangani perkara, sekaligus berterima kasih kepada warga yang memberikan bantuan ketika dirinya menghadapi serangan.

Sebelumnya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial AA, 21 tahun. AA diduga melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap Ahmad, yang saat itu sedang menjalankan pekerjaannya sebagai sopir taksi online di wilayah Pamulang. Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Reza Arif Hadafi, menyebut terduga pelaku menggunakan akun layanan taksi online atas nama perempuan untuk mengelabui korban. Cara tersebut diduga digunakan agar korban menerima pesanan tanpa mencurigai identitas penumpang sebenarnya.

Menurut keterangan AKP Reza, AA diduga telah merencanakan penguasaan kendaraan dan telepon genggam milik Ahmad untuk kemudian dijual. Dalam perkara ini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk motif, peran terduga pelaku, serta barang bukti yang berkaitan dengan serangan.

Ahmad juga menyebut bahwa sembilan pisau ditemukan di dalam tas terduga pelaku. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian. Ahmad menjelaskan, berdasarkan yang ia alami, hanya dua pisau yang digunakan dalam serangan. Kepastian mengenai jumlah dan fungsi barang bukti akan ditentukan melalui pemeriksaan penyidik. Polisi diperkirakan masih melanjutkan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, korban, dan saksi, serta mencocokkan keterangan mereka dengan barang bukti yang telah diamankan. Perkembangan selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam proses hukum perkara tersebut.

Baca juga: DCT CYBEREX SGS 2026 Paparkan Analisis Serangan, Perkuat Pertahanan Siber | Marine Force Lampung Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat Serta Serangan Malam Di SGS 2026