Jakarta | Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menyarankan calon trader untuk membekali diri dengan pemahaman yang memadai sebelum mulai bertransaksi di bursa berjangka komoditi. Bekal utama tersebut mencakup pengetahuan mengenai produk yang diperdagangkan dan mekanisme transaksinya. Kedua hal ini perlu dipelajari terlebih dahulu agar calon peserta tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan perkiraan, ajakan pihak lain, atau harapan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.
Memahami produk berarti mengetahui karakteristik dan cara kerja instrumen yang dipilih. Calon trader sebaiknya mempelajari apa yang menjadi objek kontrak, bagaimana perubahan harga dapat memengaruhi posisi, serta faktor-faktor yang berpotensi menggerakkan nilainya. Setiap produk dapat memiliki ketentuan dan risiko yang berbeda. Karena itu, informasi mengenai spesifikasi kontrak, ukuran transaksi, masa berlaku, serta kemungkinan perubahan harga perlu dibaca dan dipahami sebelum dana digunakan. Pengetahuan ini membantu seseorang menilai apakah produk tersebut sesuai dengan tujuan, pengalaman, dan toleransi risikonya.
Selain mengenal produk, calon trader perlu memahami alur transaksi di bursa berjangka komoditi. Pelajari bagaimana pesanan disampaikan, bagaimana posisi dibuka atau ditutup, serta ketentuan yang berlaku selama transaksi berlangsung. Mekanisme tersebut juga berkaitan dengan biaya, kebutuhan dana, pergerakan nilai posisi, dan proses penyelesaian transaksi. Memahami tahapan ini membuat calon trader lebih siap menghadapi konsekuensi dari setiap keputusan, termasuk ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan perkiraan.
Pengetahuan tentang produk dan mekanisme transaksi juga membantu menjelaskan bagaimana peluang keuntungan dapat muncul, sekaligus mengapa hasilnya tidak dapat dipastikan. Perubahan pasar dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian, sehingga pemahaman bukan jaminan keberhasilan. Sebelum bertransaksi, calon trader dapat memanfaatkan materi edukasi, membaca dokumen resmi, dan meminta penjelasan kepada pihak yang berwenang apabila ada ketentuan yang belum jelas. Dengan persiapan tersebut, keputusan dapat dibuat secara lebih terukur dan berdasarkan pemahaman, bukan semata-mata ekspektasi.
Bekal kedua yang disampaikan Ariston sebelum bertransaksi di bursa berjangka komoditi adalah memeriksa legalitas pialang berjangka. Calon nasabah perlu memastikan bahwa pialang yang dipilih memiliki izin, bukan hanya mengandalkan informasi promosi atau ajakan dari pihak lain. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui status pialang sebelum dana dan aktivitas transaksi dipercayakan kepadanya. Karena itu, legalitas sebaiknya dipastikan terlebih dahulu, sebelum calon nasabah mengambil keputusan untuk membuka akun atau mulai bertransaksi.
Memastikan izin pialang juga berkaitan dengan cara dana nasabah disimpan. Ariston menjelaskan bahwa pada pialang berjangka yang memiliki izin, dana nasabah disimpan di rekening terpisah. Keterangan ini penting dipahami sebagai bagian dari pertimbangan ketika memilih pialang, sebab pengelolaan dana merupakan hal yang tidak terpisahkan dari proses transaksi. Calon nasabah dapat menjadikan informasi mengenai izin dan penyimpanan dana tersebut sebagai bekal untuk menilai pilihan yang tersedia secara lebih cermat.
Namun, mengetahui bahwa dana nasabah pada pialang berizin ditempatkan di rekening terpisah tidak berarti calon nasabah perlu mengabaikan pemeriksaan lain yang relevan. Bekal yang disampaikan di sini berfokus pada dua hal: memastikan pialang memiliki izin dan memahami bahwa dana nasabah pada pialang berizin disimpan pada rekening terpisah. Keduanya membantu calon nasabah memperoleh gambaran dasar mengenai legalitas pialang serta pemisahan dana, tanpa menganggap bahwa satu informasi saja sudah cukup untuk mengambil keputusan transaksi.
Dengan demikian, sebelum bertransaksi, luangkan waktu untuk memastikan status izin pialang dan memahami keterangan tentang rekening penyimpanan dana nasabah. Jangan hanya memilih berdasarkan penawaran yang terlihat menarik atau keputusan yang terburu-buru. Langkah sederhana ini membantu calon trader menempatkan legalitas sebagai pertimbangan sejak awal dan memahami bagaimana dana nasabah ditangani pada pialang yang berizin, sebagaimana dijelaskan Ariston. Informasi tersebut merupakan bekal untuk membuat keputusan dengan lebih sadar, bukan alasan untuk mengabaikan kehati-hatian saat mempertimbangkan transaksi di bursa berjangka komoditi.
Ariston menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik global kini turut membentuk cara nasabah mengambil keputusan di bursa berjangka komoditi. Situasi yang sulit diperkirakan membuat pelaku pasar lebih memperhatikan perubahan harga dan menilai kembali berapa lama posisi transaksi sebaiknya dipertahankan. Dengan demikian, keputusan trading tidak hanya berkaitan dengan peluang memperoleh keuntungan, tetapi juga dengan kesiapan menghadapi pergerakan pasar yang dapat berubah dengan cepat.
Menurut Ariston, volatilitas yang tinggi dan perubahan harga yang tajam mendorong sebagian nasabah untuk tidak menahan posisi dalam waktu lama. Ada nasabah yang memilih mempertahankan posisi hanya selama hitungan hari, kemudian meninjau kembali langkah berikutnya berdasarkan perkembangan harga. Pola ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar lebih mengutamakan pemantauan berkala dan penyesuaian keputusan, alih-alih membiarkan transaksi berjalan tanpa evaluasi untuk jangka panjang.
Perubahan kebiasaan tersebut perlu dipahami sebagai respons terhadap kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, bukan sebagai pendekatan yang otomatis sesuai bagi setiap orang. Durasi kepemilikan posisi dapat berbeda, bergantung pada pertimbangan dan kesiapan masing-masing nasabah dalam menghadapi risiko. Penjelasan Ariston juga mengingatkan bahwa pergerakan harga yang cepat dapat memengaruhi keputusan transaksi dalam waktu singkat. Karena itu, nasabah perlu menyadari bahwa posisi yang bertahan beberapa hari tetap memiliki paparan terhadap perubahan pasar selama periode tersebut. Memahami bagaimana ketidakpastian geopolitik berdampak pada perilaku transaksi dapat membantu nasabah melihat mengapa sebagian pelaku memilih lebih aktif mengevaluasi posisinya. Namun, perubahan perilaku pasar saja tidak menggantikan kebutuhan untuk mengambil keputusan secara cermat, sesuai rencana dan kemampuan masing-masing. Ketika kondisi pasar berubah, nasabah dapat menilai kembali posisi yang dimiliki dan mempertimbangkan dampaknya, tanpa menganggap bahwa arah harga dapat dipastikan. Pandangan ini menempatkan kehati-hatian sebagai bagian penting dalam menghadapi volatilitas, sekaligus menjelaskan mengapa kebiasaan menahan posisi lama tidak selalu dipilih oleh para trader dalam situasi yang tidak menentu.Dalam acara Road to Awards 2026 “Best Futures Companies” pada Kamis, 29 Oktober 2026, Ariston menggambarkan emas sebagai aset yang paling banyak dipilih trader di perdagangan berjangka komoditi. Menurutnya, sekitar 90% trader memilih emas, sementara bagian yang tersisa lebih tertarik pada forex dan valuta asing. Angka tersebut menunjukkan besarnya porsi minat terhadap logam mulia dibandingkan pilihan aset lain yang ia sebutkan. Namun, pernyataan itu merupakan gambaran komposisi minat yang disampaikan Ariston dalam acara tersebut, bukan uraian lengkap mengenai seluruh produk atau aktivitas di bursa.
Dominasi emas dalam gambaran tersebut menempatkan komoditas ini sebagai pilihan utama bagi mayoritas trader yang dibicarakan. Sementara itu, sebagian kecil lainnya memilih instrumen mata uang melalui perdagangan forex. Ariston menyebut pasangan euro-USD dan SGD-USD sebagai pilihan pada forex. Pasangan tersebut memperlihatkan bahwa minat pada valuta asing dapat mencakup mata uang dari kawasan berbeda, meskipun porsinya, berdasarkan pemaparannya, jauh di bawah minat terhadap emas. Ia tidak menguraikan alasan trader memilih pasangan mata uang tertentu ataupun faktor yang mendorong besarnya ketertarikan pada emas.
Ariston juga menyatakan bahwa hanya sedikit trader yang berminat pada minyak. Dengan demikian, komposisi yang ia sampaikan mencakup tiga kelompok pilihan: emas sebagai aset dengan porsi terbesar, forex dan valuta asing sebagai pilihan sebagian trader, serta minyak dengan peminat yang sedikit. Ia tidak menjelaskan penyebab rendahnya minat terhadap minyak, sehingga tidak tepat untuk menyimpulkan faktor tertentu dari pernyataan itu.
