Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim: Pengemudi Ojol Jalani Operasi

oleh -133 Dilihat
oleh
Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim: Pengemudi Ojol Jalani Operasi

Kabupaten Serang | Hasan Syukur, pengemudi ojek online berusia 56 tahun yang juga dikenal sebagai Agus, menjalani operasi di RS Fatmawati pada Sabtu (24/10/2026). Keterangan mengenai tindakan medis tersebut disampaikan oleh anaknya, Ewis Hildayani. Operasi dilakukan untuk menangani patah tulang pada kaki kiri Hasan setelah ia menjadi korban kecelakaan beruntun di kawasan Panglima Polim.

Ewis juga menyampaikan bahwa tulang belakang ayahnya disebut remuk. Informasi ini merupakan keterangan dari pihak keluarga, dan perlu dibedakan dari laporan awal kepolisian mengenai cedera korban. Dalam informasi awal tersebut, polisi menyebut Hasan mengalami patah pada kaki kiri serta luka lecet. Keterangan itu menggambarkan temuan cedera yang disampaikan pada tahap awal, sedangkan Ewis memberikan informasi tambahan mengenai kondisi ayahnya dan operasi yang dijalani.

Setelah tindakan medis berlangsung, Ewis mengaku belum menerima kabar lebih lanjut mengenai kondisi Hasan. Meski demikian, ia mendapat informasi bahwa ayahnya kuat. Belum adanya pembaruan tersebut membuat keluarga masih menunggu penjelasan lanjutan tentang keadaan Hasan setelah operasi. Kabar bahwa ia disebut kuat menjadi informasi yang diterima Ewis, tetapi belum disertai rincian terbaru mengenai hasil tindakan atau proses pemulihan.

Perbedaan cakupan keterangan tersebut penting diperhatikan saat memahami kondisi korban. Informasi kepolisian pada awalnya menyebut patah kaki kiri dan luka lecet, sementara keluarga menyampaikan bahwa Hasan juga disebut mengalami kerusakan berat pada tulang belakang. Hingga Ewis menyampaikan keterangannya, ia belum memperoleh perkembangan lebih lanjut dari rumah sakit mengenai keadaan sang ayah setelah operasi. Karena itu, kondisi terbaru Hasan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang tersedia dalam keterangan keluarga maupun laporan awal tersebut.

Operasi di RS Fatmawati menjadi langkah medis yang dijalani Hasan untuk menangani cedera kaki kirinya. Keluarga masih menantikan kabar lanjutan, terutama terkait kondisinya setelah tindakan dan penanganan terhadap cedera lain yang disebutkan Ewis. Informasi berikutnya dari keluarga atau pihak rumah sakit diperlukan untuk menjelaskan perkembangan kesehatan Hasan secara lebih lengkap.

Kecelakaan beruntun terjadi pada Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB di Jalan Panglima Polim, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil BYD, Honda Brio, sepeda motor Honda Beat, mobil Wuling, serta dua mobil lain yang sedang terparkir. Rangkaian tabrakan bermula ketika BYD yang dikemudikan pria berinisial S (46) melaju di ruas jalan tersebut dari arah selatan menuju utara.

Dalam perjalanannya, BYD menabrak Honda Brio yang berada tepat di depannya dan bergerak searah. Honda Brio itu tercatat bernomor polisi B-2967-NGY, sedangkan BYD menggunakan nomor polisi B-1220-KDP. Benturan tersebut kemudian diikuti pergerakan BYD yang oleng ke kiri. Setelah kehilangan arah, mobil itu menabrak Honda Beat yang dikendarai Hasan serta sebuah mobil Wuling yang berada di jalur tersebut.

Honda Beat yang terlibat dalam kejadian itu bernomor polisi A-3867-DD, sementara Wuling tercatat dengan nomor polisi B-1835-ERZ. Setelah mengenai kedua kendaraan tersebut, BYD terus bergerak ke sisi kiri jalan hingga naik ke trotoar. Pergerakannya tidak berhenti di sana: mobil itu kemudian menabrak dua mobil lain yang sedang terparkir. Dengan demikian, insiden di Panglima Polim melibatkan beberapa kendaraan dalam satu rangkaian kejadian, mulai dari kendaraan yang melaju hingga mobil-mobil di tepi jalan.

Urutan peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana tabrakan awal dengan Honda Brio berlanjut menjadi benturan terhadap sepeda motor dan Wuling, sebelum BYD mencapai trotoar dan mengenai kendaraan yang diparkir. Keterangan arah perjalanan, posisi kendaraan, dan nomor polisi membantu menjelaskan kronologi serta membedakan setiap kendaraan yang disebut dalam laporan. Peristiwa berlangsung di jalan kawasan Kebayoran Baru pada sore hari, ketika BYD bergerak dari selatan ke utara. Rincian ini menjadi dasar untuk memahami urutan tabrakan tanpa mencampuradukkan kendaraan yang bergerak dengan mobil-mobil yang sedang terparkir di lokasi.

Ewis pertama kali mengetahui ayahnya mengalami kecelakaan pada Jumat (23/10), setelah Hasan dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Kabar tersebut diterima keluarga yang tinggal di Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Saat itu, Ewis belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai peristiwa yang menimpa ayahnya maupun tingkat cedera yang dialami. Informasi awal yang sampai kepadanya hanya menyebut Hasan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Jarak tempat tinggal keluarga di Serang dengan rumah sakit membuat mereka mengandalkan komunikasi jarak jauh untuk mengetahui kondisi korban. Ewis kemudian menunggu keterangan lebih lanjut dari keluarga dan orang-orang yang berada di sekitar Hasan ketika kecelakaan terjadi.

Sebelum mendapat penjelasan dari seorang teman korban, Hasan sempat melakukan panggilan video dengan keluarga. Komunikasi itu menjadi salah satu cara keluarga melihat dan mengetahui keadaan Hasan setelah kejadian. Namun, Ewis tetap belum mendapatkan gambaran utuh hanya dari panggilan tersebut. Seorang teman yang mengetahui kondisi korban kemudian menjelaskan keadaan Hasan kepada keluarga. Keterangan itu membantu Ewis memahami bahwa ayahnya telah berada di rumah sakit dan sedang menjalani penanganan. Dalam situasi yang berlangsung cepat, informasi dari orang-orang yang berada dekat korban menjadi penghubung penting bagi keluarga di Serang. Ewis menyampaikan bahwa berita tersebut diterimanya pada malam hari, ketika keluarga masih berupaya memastikan perkembangan kondisi Hasan.

Menurut Ewis, telepon yang membawa kabar mengenai kecelakaan itu diterima sekitar waktu magrib. Ia menduga Hasan baru saja dibawa ke rumah sakit pada saat komunikasi berlangsung, karena kabar tersebut datang tidak lama setelah ayahnya mendapatkan pertolongan. Ewis tidak menjelaskan secara rinci siapa yang pertama kali menghubunginya, tetapi ia mengingat waktu penerimaan telepon dan keadaan keluarga ketika itu. Dari Ciomas, Kabupaten Serang, ia berusaha mengikuti informasi mengenai kondisi ayahnya melalui panggilan dan penjelasan teman korban. Kabar tersebut menandai awal keluarga mengetahui kecelakaan yang dialami Hasan. Setelah mengetahui ayahnya berada di RS Fatmawati, keluarga memperoleh informasi lebih lanjut secara bertahap sambil menunggu perkembangan penanganan medis.Menurut keterangan Ewis, keluarga inti mereka menjalani kehidupan dengan anggota keluarga yang berada di tempat berbeda. Ayah, ibu, dan suaminya merantau ke Jakarta, sedangkan Ewis tetap tinggal di rumah bersama dua anaknya. Keadaan tersebut membuat Ewis berada di rumah bersama anak-anaknya, sementara tiga anggota keluarga dekatnya berada di perantauan. Informasi tentang keberadaan masing-masing anggota keluarga itu disampaikan Ewis saat menjelaskan situasi keluarganya. Ia tidak menyebut adanya anggota keluarga lain yang tinggal bersamanya, sehingga rumah tersebut ditempati Ewis dan kedua anaknya. Keterangan ini menjadi bagian dari gambaran keluarga yang menunggu kabar mengenai Hasan setelah kecelakaan.

Rumah yang ditempati Ewis itu, menurut penuturannya, merupakan milik Hasan, ayahnya. Ewis juga menyebut dirinya sebagai anak tunggal Hasan. Keterangan tersebut memberi gambaran mengenai hubungan keluarga yang menjadi konteks dalam pemberitaan kecelakaan beruntun di Panglima Polim. Sebagai anak tunggal, Ewis merupakan anak yang disebut dalam informasi keluarga yang tersedia, sementara kedua orang tuanya dan suaminya berada di Jakarta untuk merantau. Meski demikian, penuturan yang disampaikan tidak menjelaskan secara rinci pekerjaan mereka, kapan tepatnya mereka berangkat, ataupun apakah mereka tinggal di lokasi yang sama. Informasi yang ada berfokus pada keadaan keluarga dan hubungan Ewis dengan Hasan.

Ewis mengatakan ayahnya terakhir kali pulang sekitar dua bulan sebelum wawancara.

Baca juga: Panglima TNI Ziarah ke Makam Presiden RI Ke-2 dan Panglima Besar Jenderal Soedirman | Jelang HUT Ke-81 TNI, Pasahli Panglima TNI Anjangsana kepada Mantan Panglima TNI | Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026