Bogor | Shin Tae-yong menjadi pelatih tamu spesial dalam program Lotte Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026, yang berlangsung pada September 2026 di G2 Soccerfield, Bogor, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, ia ikut membina 40 talenta muda sepak bola Indonesia. Para peserta mendapat kesempatan mengikuti pelatihan langsung dari sosok yang pernah memimpin tim nasional Indonesia pada periode 2020–2025, sekaligus mendengar pengalaman dan pandangannya tentang perjalanan di dunia sepak bola profesional.
Kehadiran Shin memberi peserta ruang untuk belajar melalui latihan dan interaksi bersama pelatih berpengalaman. Materi pelatihan diarahkan untuk membantu para pemain muda memahami berbagai aspek permainan, termasuk pentingnya mengasah kemampuan, menjaga kedisiplinan, dan membangun kerja sama di lapangan. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan langsung mengenai tuntutan dan proses yang perlu dijalani dalam mengembangkan karier.
Selain menjalani sesi latihan, para peserta dapat menyimak pengalaman Shin selama berkiprah sebagai pelatih, termasuk pengalamannya menangani tim nasional Indonesia. Berbagi pengalaman memberi konteks tentang bagaimana latihan, konsistensi, dan kesiapan mental berperan dalam sepak bola. Pesan dan arahan dari pelatih tamu tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi 40 pemain yang mengikuti program, baik saat berlatih maupun ketika menetapkan tujuan pengembangan diri mereka.
Program Lotte Bintang Muda Generasi Masa Depan 2026 menempatkan pembinaan talenta muda sebagai bagian utama kegiatannya. Dengan menghadirkan Shin di Bogor, peserta memperoleh pengalaman belajar yang menghubungkan latihan di lapangan dengan wawasan dari dunia sepak bola tingkat nasional. Kegiatan ini juga menyediakan ruang bagi pemain muda untuk menguji kemampuan, menerima masukan, serta memperluas pemahaman tentang persiapan menjadi atlet profesional. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang menuntut kesungguhan dan latihan berkelanjutan.
Program sepak bola di Bogor ini tidak hanya menghadirkan Shin Tae-yong, tetapi juga melibatkan dua legenda sepak bola nasional, Ismed Sofyan dan Atep Rizal. Keduanya turut memberikan pelatihan kepada para pemain muda bersama Shin. Kehadiran tiga sosok dengan pengalaman di dunia sepak bola tersebut menjadi bagian penting dari kesempatan pembinaan yang ditawarkan program kepada para peserta.
Bagi para pemain muda, berlatih dalam program yang melibatkan Ismed dan Atep berarti memperoleh kesempatan untuk mengenal pengalaman sepak bola dari lebih dari satu figur. Shin Tae-yong, Ismed Sofyan, dan Atep Rizal hadir dalam peran yang sama-sama mendukung pembinaan. Dengan demikian, kegiatan ini mempertemukan peserta dengan tiga sosok sepak bola nasional yang memiliki perjalanan dan sudut pandang masing-masing. Kesempatan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menyerap wawasan melalui keterlibatan langsung para pelatih dalam program.
Keikutsertaan Ismed Sofyan dan Atep Rizal juga memperluas nilai program sebagai wadah pembinaan talenta muda. Peserta bukan hanya mengikuti kegiatan bersama Shin Tae-yong, melainkan juga mendapat kesempatan menerima arahan dan berbagi momen pembelajaran dengan dua legenda nasional. Perpaduan kehadiran ketiganya menjadikan program di Bogor sebagai peluang bagi para pemain muda untuk memperoleh wawasan dari figur-figur yang telah lama berkaitan dengan sepak bola. Tanpa perlu mengasumsikan materi tertentu, keterlibatan mereka menegaskan bahwa pembinaan dapat mencakup kesempatan belajar dari pengalaman para pelatih. Bagi 40 talenta muda yang mengikuti program, pertemuan dengan tiga sosok tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengembangan sepak bola yang disediakan di Bogor. Fokusnya tetap pada kesempatan untuk berlatih, dibina, dan memperoleh wawasan dalam lingkungan yang menghadirkan pengalaman berbeda dari ketiga figur itu.
Program pembinaan sepak bola yang melibatkan Shin Tae-yong di Bogor merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan Lotte Group. Melalui inisiatif ini, perusahaan berupaya berkontribusi pada perkembangan olahraga usia muda di Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Dukungan tersebut menempatkan pembinaan sebagai proses jangka panjang, bukan sekadar kegiatan bermain atau latihan dalam satu kesempatan.
Kegiatan ini kembali digelar setelah edisi perdananya pada 2025, menandai berlanjutnya upaya untuk memberikan pengalaman sepak bola terarah kepada talenta muda. Daehong Indonesia bertindak sebagai penyelenggara program. Keberlanjutan dari tahun sebelumnya memungkinkan inisiatif tersebut menjangkau peserta baru dan mempertahankan perhatian terhadap pembinaan anak-anak yang berminat menekuni olahraga ini. Kehadiran pelatih berpengalaman seperti Shin Tae-yong juga menjadi bagian dari daya tarik kegiatan, terutama bagi peserta yang ingin mengenal lebih dekat standar latihan sepak bola.
Perwakilan Daehong Indonesia, Lee Chulwong, menjelaskan bahwa sepak bola kembali dipilih sebagai tema karena besarnya potensi dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga tersebut. Minat yang kuat di berbagai daerah menjadi landasan untuk menghadirkan program yang relevan bagi anak-anak. Menurutnya, sepak bola dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan sekaligus mendukung aspirasi peserta yang ingin berkembang lebih jauh di bidang olahraga.
Program ini ditujukan untuk membina dan mendukung anak-anak yang bercita-cita menjadi pemain profesional. Dukungan diwujudkan melalui bantuan praktis yang dapat membantu mereka menjalani proses belajar dan berlatih, bukan hanya melalui dorongan moral. Pendekatan tersebut penting karena perjalanan menuju sepak bola profesional membutuhkan kesempatan, pendampingan, disiplin, serta akses terhadap pengalaman yang sesuai. Dengan menggabungkan dukungan perusahaan dan penyelenggaraan kegiatan, Lotte Group dan Daehong Indonesia ingin menyediakan lingkungan yang mendorong peserta mengenali potensi mereka. Harapannya, pembinaan ini dapat memberi manfaat nyata bagi para talenta muda dan ikut memperkuat perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia.
Erlangga Pradipta, creative lead Daehong Indonesia, menyampaikan bahwa musim kedua program ini membawa sejumlah pengembangan dari sisi kreatif. Perubahan tersebut tidak hanya menyentuh satu bagian pelaksanaan, tetapi mencakup rangkaian program, mulai dari aspek teknis di lapangan hingga hasil akhir yang disajikan. Dengan cakupan itu, edisi 2026 dirancang sebagai kelanjutan yang dikembangkan, bukan sekadar pengulangan dari musim sebelumnya.
Keterangan tersebut menggambarkan perhatian terhadap keseluruhan pengalaman program. Aspek teknis di lapangan menjadi salah satu bagian yang ditingkatkan, sementara hasil akhir juga termasuk dalam cakupan pengembangan yang disebutkan. Namun, penjelasan yang tersedia tidak merinci bentuk perubahan pada masing-masing aspek. Karena itu, peningkatan ini dapat dipahami secara umum sebagai upaya kreatif untuk menyempurnakan pelaksanaan, tanpa menyimpulkan adanya format, fasilitas, atau kegiatan tertentu yang tidak dinyatakan oleh narasumber.
Menurut Erlangga, tujuan dari pengembangan tersebut adalah membuat program CSR ini semakin menarik, baik bagi peserta maupun penonton. Dua kelompok itu memiliki posisi berbeda dalam pengalaman program: peserta terlibat langsung dalam kegiatan, sementara penonton mengikuti hasil yang ditampilkan. Dengan memperhatikan keduanya, pengembangan kreatif diharapkan dapat meningkatkan daya tarik program secara lebih menyeluruh. Tujuannya bukan hanya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi mereka yang mengikuti kegiatan, tetapi juga menyajikan program yang menarik untuk disaksikan.
Penekanan pada aspek teknis hingga hasil akhir menunjukkan bahwa perhatian kreatif diterapkan sepanjang proses, bukan hanya pada bagian yang terlihat di depan penonton. Meski demikian, pernyataan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik bagaimana setiap tahapan akan berubah. Yang dapat dipastikan dari keterangan Erlangga adalah bahwa musim kedua membawa pengembangan kreatif dengan cakupan luas dan sasaran yang jelas: memperkuat daya tarik program CSR bagi peserta serta penonton.
Baca juga: Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg | Uji Hasil Penelitian Disertasi Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Harus Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan Program Strategis Nasional | 31 SPPG Tuban Disetop, Kuncoko: Jangan Biarkan Kelalaian Korwil Rusak Program MBG
