Semburan Setinggi Tiga Meter di Dupak Rukun Dipastikan Akibat Pipa Air Petrokimia Bocor

oleh -61 Dilihat
oleh
Semburan Setinggi Tiga Meter di Dupak Rukun Dipastikan Akibat Pipa Air Petrokimia Bocor

Surabaya | Semburan air setinggi sekitar tiga meter muncul dari saluran di kawasan Jalan Dupak Rukun, Asemrowo, Surabaya, pada Selasa, 13 Oktober. Semburan tersebut terlihat deras dan mencolok, sehingga menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Peristiwa itu berlangsung di kawasan yang berbatasan langsung dengan jalan tol, tepatnya di area yang dikenal sebagai jalur menuju atau keluar dari akses tol Dupak.

Kemunculan semburan di saluran kawasan tersebut membuat suasana di sekitar lokasi menjadi ramai. Warga yang melihat aliran air menyembur ke atas segera memperhatikan kejadian itu dari sekitar jalan. Ketinggian semburan yang mencapai kurang lebih tiga meter membuat peristiwa tersebut tampak tidak biasa dibandingkan aliran air yang biasanya berada di dalam saluran.

Pada awalnya, sebagian warga menduga material yang keluar dari saluran itu merupakan lumpur. Dugaan tersebut muncul karena semburan terlihat deras dan membawa aliran yang memenuhi bagian saluran di kawasan Jalan Dupak Rukun. Informasi mengenai kejadian itu kemudian menjadi perhatian karena lokasinya berada dekat jalan tol dan berada di tengah kawasan yang cukup ramai dilalui masyarakat. Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya semburan tersebut. Berdasarkan penelusuran di lokasi, peristiwa itu berkaitan dengan kebocoran pipa air milik Petrokimia.

Kejadian semburan air setinggi sekitar tiga meter di kawasan Dupak Rukun, Surabaya, pertama kali diketahui publik melalui rekaman video yang diunggah akun Instagram @commandcenter112surabaya. Dalam video tersebut, terlihat aliran air menyembur kuat dari area di sekitar Jalan Dupak Rukun dan menarik perhatian warga yang berada di lokasi. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial sehingga informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat diketahui masyarakat.

Sebelum informasi tersebut menyebar luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya telah menerima laporan dari warga melalui layanan darurat 112. Laporan itu diterima sekitar pukul 10.44 WIB pada pagi hari. Warga melaporkan adanya semburan yang pada saat itu diduga berupa lumpur di kawasan Jalan Dupak Rukun. Penyebutan material sebagai lumpur masih berdasarkan pengamatan awal pelapor, sebelum petugas melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Petugas BPBD Surabaya menjelaskan bahwa laporan warga menyebut adanya semburan di kawasan tersebut dan segera ditindaklanjuti oleh tim. Keterangan awal itu menjadi dasar bagi BPBD untuk mengirim personel menuju titik kejadian. Tim tidak hanya melakukan pengecekan guna memastikan sumber serta jenis material yang keluar, tetapi juga mengambil langkah pengamanan di sekitar lokasi.

Setibanya di kawasan Dupak Rukun, petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi semburan dan situasi di sekelilingnya. Pengamanan diperlukan untuk mencegah warga mendekat terlalu jauh, mengingat tekanan air yang cukup kuat dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan. Pemeriksaan lapangan tersebut juga menjadi bagian dari proses pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait, sebelum penyebab semburan dapat dipastikan. Berdasarkan penanganan awal BPBD, informasi mengenai kejadian terus dikembangkan dari laporan warga, dokumentasi video, dan hasil pengecekan langsung petugas.

Hasil identifikasi awal petugas di lokasi memastikan semburan yang muncul di kawasan Dupak Rukun bukan berasal dari lumpur. Material yang keluar dari titik semburan merupakan air bersih yang meluap melalui saluran pipa. Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di lapangan, termasuk mengamati karakter air dan instalasi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Pipa yang mengalami kebocoran diperkirakan memiliki diameter sekitar satu meter. Ukuran tersebut membuat luapan air tampak besar dan menyembur hingga mencapai ketinggian sekitar tiga meter. Meski demikian, pemeriksaan awal tidak mengaitkan kejadian itu dengan semburan lumpur. Petugas memastikan bahwa air yang keluar berasal dari pipa air bersih yang terpasang di kawasan tersebut.

Instalasi itu juga dipastikan bukan bagian dari aset Perumda Air Minum Surya Sembada maupun PDAM Surabaya. Pipa tersebut merupakan milik PT Petrokimia Gresik. Penegasan mengenai kepemilikan instalasi diperlukan agar informasi mengenai sumber semburan dan pihak yang terkait dapat dipahami secara tepat, terutama karena lokasi kejadian berada di wilayah Kota Surabaya.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, mengklarifikasi bahwa air yang menyembur merupakan luapan air bersih. Ia juga menegaskan bahwa instalasi pipa tersebut adalah milik PT Petrokimia Gresik. Berdasarkan pemeriksaan awal itu, petugas mengarahkan informasi publik pada fakta bahwa kejadian berkaitan dengan kebocoran pipa air bersih milik perusahaan tersebut, bukan semburan lumpur dan bukan pula gangguan pada aset Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Surabaya.

Penanganan kebocoran pipa air Petrokimia di kawasan Dupak Rukun masih berlangsung. Tim gabungan bersama pihak terkait tetap berada di lokasi untuk menangani titik kebocoran dan memastikan kondisi di sekitar area dapat dikendalikan. Pekerjaan dilakukan secara langsung di titik yang menjadi sumber keluarnya air, sesuai dengan penanganan yang sedang berjalan di lapangan.

Arif Sunandar menyampaikan bahwa situasi mulai terkendali dibandingkan ketika semburan pertama kali dilaporkan. Debit air yang keluar saat ini telah berkurang, sehingga semburan tidak lagi sebesar sebelumnya. Perubahan tersebut terlihat dari ketinggian dan kekuatan aliran air yang mulai menurun selama proses penanganan berlangsung.

Meski debitnya menurun, tim gabungan dan pihak terkait masih melanjutkan pekerjaan untuk menangani kebocoran tersebut. Penanganan belum dinyatakan selesai karena titik kebocoran masih memerlukan penanganan di lokasi. Setiap perkembangan kondisi terus diperhatikan oleh petugas yang berada di area kejadian.

Arif menegaskan bahwa semburan sudah mengecil dan situasi berangsur terkendali. Namun, pekerjaan penanganan tetap berlangsung hingga kondisi kebocoran dapat ditangani sebagaimana mestinya. Tim bersama pihak terkait masih berada di lokasi untuk melanjutkan penanganan pada titik yang mengalami kebocoran.