Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, BI Intensifkan Intervensi Pasar

oleh -51 Dilihat
oleh

Jakarta | Bank Indonesia meningkatkan intervensi di pasar keuangan ketika rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat, 16 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan di tengah pelemahan nilai tukar yang membawa kurs rupiah mendekati, lalu menyentuh, level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan pagi. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan tekanan yang cukup kuat terhadap mata uang domestik sejak awal sesi.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,33% ke posisi Rp17.980 per dolar AS. Tekanan berlanjut setelah perdagangan dimulai. Pada pukul 09.02 WIB, pelemahan rupiah tercatat mencapai 0,45%, sementara kurs menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Angka tersebut menggambarkan posisi rupiah pada waktu itu; informasi ini tidak mencakup perubahan kurs setelah pukul 09.02 WIB.

Dalam merespons tekanan tersebut, BI mengintensifkan intervensi di pasar keuangan. Intervensi bank sentral merupakan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung berjalannya mekanisme pasar saat terjadi tekanan. Peningkatan langkah tersebut berlangsung ketika rupiah bergerak melemah, tetapi data yang tersedia pada pagi itu hanya mencatat pergerakan kurs hingga waktu yang disebutkan. Karena itu, perkembangan selanjutnya tidak dapat disimpulkan dari angka tersebut.

Perubahan kurs pada awal perdagangan penting dicermati karena dapat mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran valuta asing serta sentimen pasar terhadap dolar AS. Namun, satu titik data pada pukul 09.02 WIB belum cukup untuk menunjukkan arah pergerakan sepanjang hari. Untuk membaca situasi secara utuh, pemantauan perlu memperhatikan data kurs pada waktu berikutnya dan perkembangan kebijakan yang disampaikan otoritas. Pada Jumat pagi tersebut, catatan utamanya adalah pembukaan rupiah di Rp17.980 per dolar AS, pelemahan 0,45% pada pukul 09.02 WIB, serta intervensi BI yang ditingkatkan saat rupiah menyentuh Rp18.000 per dolar AS.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar bergerak sejalan dengan nilai fundamentalnya. Kehadiran tersebut juga diarahkan untuk memastikan mekanisme pasar berlangsung dengan baik, sehingga pembentukan nilai tukar tetap mencerminkan kondisi pasar dan fundamental ekonomi. Di tengah tekanan terhadap rupiah, langkah ini menjadi bagian dari upaya bank sentral meredam gejolak dan menjaga keteraturan transaksi, bukan menggantikan peran pasar dalam menentukan harga.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara konsisten dengan menggunakan sejumlah instrumen. Di pasar offshore, BI bertransaksi melalui non-deliverable forward (NDF). Sementara di pasar domestik, instrumen yang digunakan mencakup transaksi spot serta domestic non-deliverable forward (DNDF). Pemanfaatan berbagai kanal tersebut memungkinkan BI merespons dinamika nilai tukar di pasar yang berbeda, sekaligus menjaga agar upaya stabilisasi dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Selain transaksi valuta asing, BI juga melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah tersebut melengkapi intervensi melalui NDF, spot, dan DNDF, sebagai bagian dari pengelolaan kondisi pasar keuangan. Melalui rangkaian instrumen itu, bank sentral berupaya menjaga stabilitas rupiah dan mendukung berlangsungnya mekanisme pasar secara tertib. Erwin menyampaikan bahwa keterlibatan BI dilakukan secara konsisten; pernyataan tersebut menegaskan kesiapan bank sentral untuk tetap berada di pasar sesuai kebutuhan. Pilihan instrumen dan kanal transaksi dapat membantu menjaga kecukupan likuiditas serta meredam tekanan yang berlebihan, dengan tetap mengacu pada fundamental nilai tukar. Dengan demikian, intervensi bukan hanya dilakukan pada satu segmen pasar, melainkan mencakup transaksi di luar negeri, pasar domestik, dan pasar sekunder SBN. Pendekatan ini menunjukkan bahwa BI menggunakan perangkat moneter yang beragam untuk mendukung stabilitas, sambil menjaga agar aktivitas pasar tetap berjalan baik.

Erwin menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Ketika investor menjadi lebih berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian, permintaan terhadap dolar Amerika Serikat cenderung menguat. Penguatan dolar tersebut kemudian memberi tekanan pada sejumlah mata uang, termasuk rupiah, serta memengaruhi kondisi pasar keuangan domestik. Dengan demikian, pergerakan rupiah tidak dapat dilepaskan dari perubahan sentimen yang terjadi di tingkat global.

Sentimen risk-off juga mendorong investor untuk menata kembali eksposur mereka terhadap aset berisiko. Dalam situasi seperti ini, arus dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut. Erwin menilai tekanan terhadap pasar keuangan dalam negeri perlu dipahami dalam kaitannya dengan kecenderungan investor tersebut, bersamaan dengan meningkatnya kekuatan dolar AS. Perkembangan itu menjadi latar penting bagi pergerakan rupiah dan aliran modal portofolio, meskipun arah pasar tetap dapat berubah mengikuti sentimen yang berkembang.

Meski berada di bawah tekanan, Erwin menilai pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Pelemahan rupiah tercatat terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD). Angka tersebut menunjukkan perubahan nilai rupiah sejak awal kuartal berjalan, dan perlu dibaca dalam konteks pergerakan mata uang kawasan yang juga menghadapi sentimen global. Penilaian ini menempatkan perkembangan rupiah sebagai bagian dari kecenderungan regional, tanpa mengabaikan tekanan yang bersumber dari penguatan dolar AS.

Penjelasan tersebut menggambarkan dua aspek yang berlangsung bersamaan: sentimen global yang lebih berhati-hati memperkuat dolar dan menekan pasar keuangan domestik, sementara kinerja rupiah secara umum tetap mengikuti pola mata uang kawasan. Pada saat yang sama, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan berlanjut. Besaran pelemahan QTD yang terbatas memberi ukuran terhadap pergerakan rupiah dalam periode tersebut, tetapi tidak mengubah uraian mengenai faktor utama yang menekan pasar. Fokus penilaian Erwin tetap pada dinamika risk-off, penguatan dolar AS, dan keselarasan pergerakan rupiah dengan mata uang kawasan.Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada posisi yang terjaga. Erwin memastikan, jumlah cadangan devisa mencapai US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Keterangan tersebut menjadi salah satu kondisi penyangga yang disebut BI ketika menghadapi dinamika pasar valuta asing. Angka itu merujuk pada posisi di penghujung September, sebagaimana disampaikan Erwin, dan tidak mengubah fokus bank sentral untuk menjaga kestabilan pasar melalui langkah-langkah yang telah ditempuh.

Selain memastikan ketersediaan cadangan devisa, BI menjaga kecukupan likuiditas di pasar. Pengelolaan likuiditas dilakukan agar kebutuhan dana pelaku pasar dapat diperhatikan dalam situasi tekanan terhadap rupiah. Bank sentral juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BI menangani kondisi pasar, bersamaan dengan intervensi yang dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dalam keterangannya, BI menyebut langkah-langkah itu tanpa menyampaikan perubahan pada angka cadangan devisa yang diumumkan. Posisi cadangan devisa tetap dinyatakan sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

Koordinasi dan komunikasi juga terus dilakukan secara intensif oleh BI. Erwin menyebut bank sentral berkomunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait lainnya. Hubungan dengan kelompok-kelompok tersebut menjadi bagian dari langkah BI dalam merespons perkembangan pasar dan menjaga kelancaran komunikasi mengenai kondisi yang dihadapi. Dengan demikian, keterangan BI mencakup beberapa unsur: cadangan devisa yang terjaga, penjagaan kecukupan likuiditas, pengelolaan struktur suku bunga pasar uang, serta koordinasi dan komunikasi intensif.

Baca juga: TNI Kerahkan Alutsista dan Pasukan Khusus TNI AL Intensifkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 | TNI intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi Kalbar | TNI Intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di 11 Kecamatan Kabupaten Melawi, Kalbar