Rencana Ponsel dan Rekening Digital Gratis bagi Warga Berusia 17 Tahun

oleh -51 Dilihat
oleh
Rencana Ponsel dan Rekening Digital Gratis bagi Warga Berusia 17 Tahun

Jakarta | Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membagikan ponsel secara gratis kepada masyarakat. Informasi tersebut disampaikan dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Selasa, 13 Oktober. Pernyataan Hashim menjadi perhatian karena rencana itu berkaitan dengan penguatan akses masyarakat terhadap layanan digital pemerintah.

Hashim merupakan adik Presiden Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema yang menghubungkan pemberian perangkat komunikasi dengan rekening digital gratis bagi warga berusia 17 tahun. Dengan demikian, ponsel yang dibagikan bukan sekadar bantuan perangkat, melainkan bagian dari kebijakan yang dirancang untuk mendukung kepemilikan dan penggunaan rekening digital.

Rencana tersebut menempatkan telepon seluler sebagai sarana penting untuk mengakses layanan keuangan dan administrasi secara lebih mudah. Masyarakat yang menerima perangkat diharapkan dapat memanfaatkannya untuk menggunakan rekening yang disediakan pemerintah. Hubungan ponsel dan rekening digital itu menunjukkan bahwa program dirancang sebagai satu kesatuan, bukan dua kebijakan yang berjalan secara terpisah.

Meski demikian, penyampaian Hashim pada forum tersebut masih berupa pengungkapan rencana pemerintah. Detail mengenai jumlah penerima, jenis perangkat, mekanisme distribusi, serta ketentuan pembukaan dan penggunaan rekening belum dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang disampaikan. Pemerintah masih perlu memaparkan aturan teknis agar masyarakat memahami sasaran program, tahapan pelaksanaan, dan bentuk manfaat yang akan diterima.

Rencana ini mencerminkan upaya pemerintah memperluas akses warga terhadap teknologi komunikasi sekaligus layanan keuangan digital. Fokusnya juga berkaitan dengan kelompok masyarakat yang telah mencapai usia 17 tahun, ketika seseorang mulai membutuhkan identitas dan akses layanan yang lebih mandiri. Pelaksanaan program nantinya akan menjadi faktor penting untuk menentukan sejauh mana pembagian ponsel dan rekening digital dapat menjangkau masyarakat secara tepat.

Program yang dijelaskan Hashim menyasar kelompok warga negara yang baru berusia 17 tahun dan belum memiliki rekening bank. Sasaran tersebut menjadi dasar utama penyaluran ponsel sekaligus rekening digital secara gratis. Dengan demikian, program ini tidak ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, melainkan secara khusus kepada warga yang memenuhi dua kriteria tersebut: telah mencapai usia 17 tahun dan belum mempunyai rekening di bank.

Setiap penerima akan memperoleh sebuah ponsel yang telah dilengkapi rekening digital. Rekening itu disiapkan sebagai bagian dari paket bantuan, sehingga penerima tidak perlu membuka rekening secara mandiri terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat program. Ponsel yang dibagikan bukan hanya perangkat komunikasi, tetapi juga dirancang menjadi sarana untuk menyimpan dana milik penerima.

Hashim menerangkan bahwa rekening digital tersebut akan memiliki saldo awal sebesar Rp50 ribu. Saldo awal ini diberikan ketika program disalurkan kepada penerima yang memenuhi persyaratan. Nilai tersebut menjadi dana pertama yang tercatat dalam rekening digital masing-masing warga, sekaligus menunjukkan bahwa bantuan tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi mencakup akses awal terhadap layanan penyimpanan dana.

Mekanisme penyalurannya dilakukan secara langsung ke rekening setiap penerima. Hashim menjelaskan bahwa setiap dana yang diberikan akan dikirimkan ke rekening masing-masing, bukan diserahkan dalam bentuk tunai terpisah. Karena rekening tersebut terhubung dengan ponsel, penerima dapat menggunakan perangkat yang dibagikan untuk mengakses dan mengelola dana yang tersimpan di dalamnya sesuai mekanisme layanan digital yang tersedia.

Pendekatan ini menempatkan ponsel dan rekening digital sebagai satu kesatuan dalam program. Ponsel berfungsi sebagai media akses, sedangkan rekening menjadi tempat penyimpanan dana bagi warga penerima. Pada tahap awal, saldo Rp50 ribu menjadi jumlah yang dicantumkan untuk setiap penerima yang memenuhi ketentuan. Pelaksanaan program tetap berfokus pada warga negara berusia 17 tahun yang sebelumnya belum memiliki rekening bank, sebagaimana sasaran yang disampaikan Hashim.

Pemerintah menunjuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menyediakan rekening digital tanpa biaya bagi masyarakat yang menjadi sasaran program. Penunjukan tersebut diarahkan untuk mendukung rencana pembukaan rekening bagi warga yang berusia 17 tahun, terutama mereka yang baru memasuki usia dewasa dan belum mempunyai akses ke layanan keuangan formal. Melalui kedua bank tersebut, proses pembukaan rekening diharapkan dapat dilakukan secara lebih mudah, luas, dan terjangkau.

Selain melayani kelompok penerima baru berusia 17 tahun, BRI dan BSI diminta memfasilitasi pembukaan rekening bagi sekitar 30 persen penduduk Indonesia yang masih belum tersentuh layanan perbankan. Cakupan ini merupakan kelompok yang lebih luas daripada penerima program berdasarkan usia. Artinya, angka tersebut menggambarkan persoalan inklusi keuangan secara nasional, sedangkan warga berusia 17 tahun merupakan salah satu kelompok sasaran yang hendak dijangkau melalui kebijakan rekening gratis.

Hashim menjelaskan bahwa angka 30 persen itu mengacu pada data Bank Dunia. Data tersebut menyebutkan bahwa sekitar 30 persen penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank dan masih berada di luar sektor perbankan. Kondisi ini menunjukkan adanya jarak jumlah penduduk dan masyarakat yang telah menggunakan layanan perbankan secara resmi. Karena itu, keterlibatan BRI dan BSI diharapkan tidak hanya menyediakan rekening baru, tetapi juga membantu memperluas akses masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital, termasuk layanan transaksi dan penyimpanan dana. Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan verifikasi identitas, keamanan data, serta pemahaman pengguna agar rekening yang dibuka benar-benar digunakan secara aktif.

Rekening digital gratis yang direncanakan bagi warga berusia 17 tahun tidak hanya ditujukan untuk memudahkan transaksi sehari-hari. Fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur penyaluran bantuan tunai pemerintah bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. Dengan adanya rekening pada ponsel penerima, bantuan dapat dikirim secara langsung tanpa bergantung pada pembagian uang secara fisik atau proses pengambilan di lokasi tertentu.

Dalam skema yang sedang dibahas, Kementerian Keuangan akan menyalurkan dana bantuan langsung ke rekening digital penerima. Mekanisme ini diharapkan membuat distribusi lebih cepat, tercatat, dan mudah dipantau. Penerima juga berpotensi memperoleh informasi mengenai dana yang masuk melalui perangkat seluler, sehingga mengurangi risiko keterlambatan, kesalahan penyaluran, maupun biaya tambahan yang kerap muncul dalam distribusi bantuan secara konvensional.

Meski demikian, rencana tersebut belum direalisasikan pada 2026. Pemerintah masih membahas berbagai aspek teknis pelaksanaannya, termasuk mekanisme verifikasi penerima, keamanan rekening, perlindungan data pribadi, serta cara memastikan bantuan hanya diterima oleh warga yang berhak. Karena itu, rekening gratis tersebut belum dapat diposisikan sebagai saluran bantuan yang telah berjalan sepenuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan proyeksi bahwa program ini diharapkan mulai berjalan pada awal 2027. Pemberian rekening direncanakan berlangsung otomatis bersamaan dengan pembuatan kartu tanda penduduk ketika warga mencapai usia 17 tahun. Sistem penyalurannya juga akan diintegrasikan dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Integrasi itu diharapkan membantu pemerintah mencocokkan identitas, memperbarui data penerima, dan menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran setelah seluruh ketentuan teknis ditetapkan.

Baca juga: Dedy Luqman Hakim: Sisa Kuota Bukan Sekadar Angka Digital, Ada Hak Ekonomi Konsumen di Dalamnya | 15 Tahun Terisolasi Pagar, Jalan Lematang Gambir Kembali Difungsikan untuk Warga | Menuju 28 Tahun, Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Berbagi Rp28 bagi Pekerja Lapangan