Pupuk Kaltim Raih Pengakuan ASEAN Berkat Pengembangan PLTS Atap 3,8 MWp

oleh -12 Dilihat
oleh
Pupuk Kaltim Raih Pengakuan ASEAN Berkat Pengembangan PLTS Atap 3,8 MWp

Jakarta | PT Pupuk Kalimantan Timur meraih ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 pada kategori on grid. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas inovasi perusahaan dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap untuk mendukung operasionalnya. Pencapaian tersebut menempatkan pengembangan energi surya Pupuk Kaltim dalam perhatian tingkat ASEAN, khususnya melalui pemanfaatan pembangkit yang terhubung dengan jaringan listrik.

PLTS atap yang dikembangkan Pupuk Kaltim memiliki kapasitas 3,8 MWp. Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memanfaatkan sumber energi baru terbarukan dalam kegiatan industri. Dengan mengembangkan pembangkit surya di area operasional, Pupuk Kaltim mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan ke dalam kebutuhan kegiatan perusahaan, sekaligus memperkuat penerapan solusi energi yang lebih berkelanjutan.

Penghargaan pada kategori on grid menegaskan capaian Pupuk Kaltim dalam menghadirkan inovasi PLTS atap yang mendukung operasional perusahaan. Pengakuan tersebut juga mencerminkan langkah perusahaan dalam menghubungkan pengembangan energi surya dengan aktivitas industri yang berjalan. Integrasi energi baru terbarukan ini menjadi bagian dari pengembangan Pupuk Kaltim, dengan PLTS atap berkapasitas 3,8 MWp sebagai salah satu wujud pemanfaatan teknologi surya dalam kegiatan perusahaan.

Pemanfaatan PLTS atap menjadi bagian penting dalam strategi Pupuk Kaltim untuk membangun industri yang lebih berkelanjutan. Fasilitas berkapasitas 3,8 MWp tersebut mendukung pemenuhan kebutuhan energi melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan di area operasional perusahaan. Kehadiran instalasi ini tidak hanya menunjukkan penggunaan teknologi bersih, tetapi juga memperlihatkan bahwa aspek keberlanjutan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan industri yang membutuhkan pasokan energi secara konsisten.

Dalam pelaksanaannya, PLTS atap berperan dalam meningkatkan efisiensi energi dengan mengoptimalkan ruang atap yang tersedia untuk menghasilkan listrik. Produksi energi pada siang hari dapat mendukung kebutuhan operasional fasilitas, sehingga pengelolaan energi perusahaan menjadi lebih terarah. Pemanfaatan sumber energi terbarukan ini juga berkontribusi pada upaya menekan emisi dari kegiatan operasional. Dengan demikian, pengembangan PLTS atap ditempatkan sebagai bagian dari pendekatan perusahaan dalam menyelaraskan produktivitas, pengelolaan energi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat daya saing industri. Penerapan teknologi energi bersih menunjukkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan industri dan tuntutan keberlanjutan yang semakin penting. Strategi ini menjadi relevan bagi perusahaan manufaktur yang harus menjaga keandalan proses produksi, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola energi secara bertahap.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani menyampaikan, “Pemanfaatan PLTS atap menjadi upaya untuk membuktikan pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa energi bersih tidak diposisikan sebagai unsur yang terpisah dari kegiatan produksi, melainkan sebagai bagian dari strategi industri yang tetap memperhatikan kesinambungan operasional. Melalui pendekatan ini, Pupuk Kaltim memperlihatkan komitmen untuk mengembangkan solusi energi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan arah transformasi industri berkelanjutan.

Pengakuan tingkat Asia Tenggara terhadap Pupuk Kaltim diterima oleh Maslani di Manila, Filipina, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung dalam rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026, sebuah forum yang mempertemukan pemangku kepentingan energi dan industri di kawasan. Momen ini menegaskan perhatian regional terhadap upaya perusahaan dalam mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan operasionalnya.

Penghargaan itu mencerminkan langkah Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan energi baru terbarukan ke dalam kegiatan industri secara bertahap dan berkelanjutan. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 3,8 MWp menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Pemanfaatan tenaga surya tidak ditempatkan sebagai inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan dihubungkan dengan kebutuhan operasional perusahaan serta arah pengelolaan energi yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

Penyerahan di Manila juga memperlihatkan bahwa penerapan teknologi energi bersih di sektor industri Indonesia memperoleh perhatian di tingkat ASEAN. Bagi Pupuk Kaltim, pengakuan ini memperkuat posisi perusahaan dalam mendorong transisi energi melalui penerapan yang terukur, konsisten, dan disesuaikan dengan kemampuan operasional. Integrasi PLTS Atap tersebut menunjukkan bahwa penggunaan energi terbarukan dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengabaikan tuntutan kegiatan industri. Melalui proses bertahap, perusahaan memperluas kontribusinya terhadap upaya pengurangan ketergantungan pada sumber energi konvensional sekaligus mendukung agenda keberlanjutan di kawasan. Penghargaan yang diterima Maslani dalam ASEAN Energy Business Forum 2026 menjadi penanda atas relevansi pendekatan tersebut, terutama karena langkah yang dilakukan menghubungkan inovasi teknologi, efisiensi energi, dan tanggung jawab lingkungan dalam satu kerangka pengembangan industri. Pengakuan ini turut menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran praktik baik antarnegara ASEAN dalam mempercepat pemanfaatan energi bersih di sektor produktif.

PLTS atap Pupuk Kaltim memiliki kapasitas terpasang total sebesar 3,8 megawatt peak (MWp). Angka tersebut merupakan akumulasi dari dua fase pengembangan yang dicatat dalam sistem pembangkit. Fase pertama memiliki kapasitas 1,2 MWp, sedangkan fase kedua menambahkan kapasitas sebesar 2,6 MWp. Dengan demikian, data kapasitas setiap fase membentuk total kapasitas terpasang 3,8 MWp.

Fase pertama PLTS atap tercatat berkapasitas 1,2 MWp. Kapasitas ini menjadi bagian awal dari pengembangan pembangkit tenaga surya di area Pupuk Kaltim. Pengembangan berikutnya dilakukan melalui fase kedua dengan kapasitas 2,6 MWp. Kedua angka tersebut menjadi komponen utama dalam pencatatan kapasitas keseluruhan PLTS atap, tanpa adanya angka kapasitas lain yang ditambahkan dalam data teknis.

Dari sisi operasional, sistem PLTS atap tersebut mencatat tingkat ketersediaan atau availability factor pada kisaran 98 hingga 98,6 persen. Rentang ini menunjukkan nilai availability factor yang tercatat untuk sistem pembangkit. Penyebutan kisaran tersebut mempertahankan dua batas data, yaitu angka terendah sebesar 98 persen dan angka tertinggi sebesar 98,6 persen. Data ketersediaan ini disajikan bersama informasi kapasitas terpasang dan produksi energi tahunan.

Produksi energi PLTS atap tercatat mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh) per tahun. Nilai ini merupakan angka produksi tahunan yang digunakan untuk menggambarkan keluaran energi sistem. Dengan kapasitas total 3,8 MWp, yang tersusun dari fase pertama sebesar 1,2 MWp dan fase kedua sebesar 2,6 MWp, sistem tersebut memiliki catatan teknis berupa availability factor 98–98,6 persen serta produksi energi tahunan 4.723.458 kWh.