Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

oleh -51 Dilihat
oleh
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Subagyo Hadi Siswoyo di Mabesad

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menghadiri persemayaman Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kehadiran Prabowo menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Presiden datang untuk menyampaikan rasa duka secara langsung di tengah suasana persemayaman yang berlangsung di lingkungan Mabesad.

Setibanya di Mabesad, Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat pertahanan dan pimpinan TNI. Mereka adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI Yusuf Jauhari, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Kehadiran para pejabat tersebut menyertai rangkaian penghormatan bagi Subagyo, yang pernah mengemban tugas dalam lingkungan TNI Angkatan Darat.

Persemayaman di Mabesad menjadi tempat bagi keluarga, jajaran TNI, dan para pelayat untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Dalam kesempatan itu, kunjungan Presiden menandai perhatian negara terhadap kepergian seorang purnawirawan yang pernah memegang peran penting di institusi militer. Prabowo hadir bukan hanya sebagai kepala negara, tetapi juga untuk menyampaikan simpati kepada keluarga di tengah masa kehilangan.

Subagyo Hadi Siswoyo dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang pernah memimpin TNI Angkatan Darat. Penghormatan terakhir di Mabesad menghadirkan kesempatan bagi para pelayat untuk mengenang pengabdian dan perjalanan tugasnya. Kehadiran Presiden bersama pejabat pertahanan dan pimpinan TNI juga mencerminkan penghormatan institusional kepada almarhum. Melalui kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan dukungan moral kepada keluarga, sekaligus menegaskan bahwa jasa dan pengabdian Subagyo mendapat perhatian dari pemerintah serta lingkungan TNI. Rangkaian persemayaman berlangsung di Jakarta pada Selasa, dengan kehadiran sejumlah pejabat yang menyambut Presiden saat tiba di Markas Besar Angkatan Darat.

Di ruang persemayaman, Prabowo menuju tempat jenazah Subagyo Hadi Siswoyo disemayamkan. Ia terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada almarhum, kemudian mendekat untuk memanjatkan doa. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari penghormatan terakhir yang disampaikan Prabowo sebelum ia beralih menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Urutannya berlangsung dengan khidmat, dimulai dari menghadap jenazah, memberi hormat, lalu berdoa di dekat tempat persemayaman. Momen itu memperlihatkan penghormatan kepada almarhum sekaligus menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk menyampaikan doa secara langsung. Setelah menyelesaikan rangkaian tersebut, perhatian beralih kepada anggota keluarga yang hadir di ruang itu.

Prabowo kemudian menyalami satu per satu anggota keluarga inti Subagyo. Jabat tangan tersebut menjadi ungkapan duka dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyampaikan penghormatan secara personal kepada mereka, setelah sebelumnya memberikan penghormatan kepada almarhum dan memanjatkan doa. Dalam rangkaian ini, salam kepada keluarga menjadi bagian tersendiri dari kunjungan di ruang persemayaman. Prabowo tidak hanya hadir untuk memberi penghormatan terakhir, tetapi juga menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga inti melalui salaman. Urutan tersebut menjaga perhatian pada almarhum dan keluarga, tanpa mengalihkan prosesi dari tujuan utamanya.

Sesudah menyalami keluarga inti, Prabowo juga menyalami para pelayat yang hadir. Mereka berasal dari kalangan keluarga, pejabat, dan tokoh. Dengan demikian, rangkaian penghormatan di ruang persemayaman mencakup doa bagi almarhum, ungkapan duka kepada keluarga, serta salam kepada para pelayat. Setiap bagian dilakukan secara berurutan: Prabowo mendatangi tempat jenazah disemayamkan, memberi hormat, mendekat untuk berdoa, menyalami keluarga inti, lalu menyalami para pelayat. Rangkaian itu menandai kehadirannya dalam penghormatan terakhir kepada Subagyo Hadi Siswoyo dan penyampaian empati kepada keluarga serta para hadirin. Tidak ada kutipan yang disampaikan dalam uraian ini; fokusnya tetap pada tindakan yang dilakukan selama kunjungan tersebut.

Setelah menyampaikan penghormatan terakhir kepada Subagyo Hadi Siswoyo, Prabowo duduk bersama para pelayat yang hadir di Mabesad. Di mereka terdapat Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Penasihat Khusus Presiden Indonesia Bidang Politik dan Keamanan Wiranto. Kehadiran Prabowo bersama para pelayat menandai kelanjutan rangkaian penghormatan di ruang persemayaman sebelum prosesi berikutnya berlangsung. Pada tahap ini, Prabowo berada bersama Luhut, Wiranto, dan para pelayat lainnya, setelah sebelumnya memberikan penghormatan kepada almarhum.

Prabowo berada selama beberapa saat di ruang persemayaman. Seusai duduk bersama para pelayat, ia kemudian menuju ruang tunggu untuk mengikuti rangkaian prosesi selanjutnya. Perpindahan tersebut berlangsung setelah penghormatan dan waktu bersama para pelayat di ruang persemayaman. Urutan ini menunjukkan tahapan yang dijalani Prabowo: menyampaikan penghormatan, duduk bersama pelayat, lalu bergerak ke ruang tunggu. Informasi mengenai rangkaian tersebut mencakup kehadiran sejumlah tokoh dan perpindahan tempat, tanpa merinci kegiatan lain yang tidak disebutkan.

Setelah itu, jenazah Subagyo Hadi Siswoyo diturunkan guna melanjutkan prosesi penghormatan terakhir. Penurunan jenazah menjadi bagian dari rangkaian berikutnya, sementara Prabowo telah menuju ruang tunggu untuk mengikutinya. Dengan demikian, peristiwa tersebut berlangsung secara berurutan, dimulai dari penghormatan yang disampaikan Prabowo dan kebersamaannya dengan para pelayat, kemudian dilanjutkan dengan perpindahan ke ruang tunggu serta penurunan jenazah. Luhut Binsar Pandjaitan dan Wiranto disebut sebagai bagian dari para pelayat yang duduk bersama Prabowo. Rangkaian yang diketahui berhenti pada keterangan mengenai penurunan jenazah untuk meneruskan penghormatan terakhir; tidak ada rincian tambahan mengenai tahap-tahap sesudahnya. Fokus peristiwa tetap pada penghormatan kepada almarhum dan urutan kegiatan yang berlangsung di Mabesad, sebagaimana tercantum dalam keterangan tersebut.

Subagyo Hadi Siswoyo, yang dikenal dengan inisial Subagyo H.S., merupakan salah satu tokoh senior Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Lahir dari generasi perwira yang menempuh pendidikan militer pada masa awal Orde Baru, ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1970. Sepanjang kariernya, Subagyo menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI AD dan menempati sejumlah posisi penting. Pengalaman tersebut membawanya ke pucuk kepemimpinan satuan khusus maupun institusi Angkatan Darat, sekaligus menempatkannya dalam perjalanan sejarah militer Indonesia pada periode perubahan politik nasional.

Pada 1994 hingga 1995, Subagyo menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak Februari 1998 sampai November 1999. Masa tugasnya sebagai KSAD berlangsung melintasi tiga pemerintahan presiden, yakni pemerintahan Soeharto, B.J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid. Periode tersebut mencakup masa transisi nasional yang penting, sehingga jabatan itu menuntut kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD. Rentang pengabdian tersebut juga mencerminkan keterlibatannya dalam institusi militer pada saat dinamika politik dan pemerintahan Indonesia mengalami perubahan besar.

Setelah purnatugas dari jabatan militer, Subagyo tetap berkiprah dalam urusan kenegaraan. Ia pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), dengan masa tugas mulai Januari 2015 hingga 20 Oktober 2019. Keterlibatannya di lembaga tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya setelah bertugas di lingkungan TNI. Subagyo H.S. wafat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 16.20 WIB. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang perwira yang pernah memimpin Kopassus dan TNI AD, serta mengabdi dalam lembaga negara. Ia dikenang atas pengabdian panjangnya kepada negara melalui TNI.