Polisi Siapkan Pengaturan Lalu Lintas untuk Aksi di Monas hingga DPR

oleh -41 Dilihat
oleh
Polisi Siapkan Pengaturan Lalu Lintas untuk Aksi di Monas hingga DPR

Jakarta | Sejumlah kelompok massa dijadwalkan menggelar unjuk rasa di kawasan Monas hingga gedung DPR/MPR RI pada Selasa, 20 Oktober 2026. Menyikapi rencana kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan lalu lintas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan kendaraan. Persiapan itu dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap dapat berlangsung dan pengguna jalan memperoleh informasi mengenai kemungkinan perubahan arus. Hingga saat ini, rencana pengaturan tersebut merupakan langkah persiapan; tidak berarti penutupan jalan atau kemacetan telah terjadi. Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan informasi resmi sebelum bepergian, terutama jika perjalanan melintasi kawasan yang diperkirakan menjadi perhatian petugas pada hari pelaksanaan aksi.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian meliputi kawasan Monas, Jalan Jenderal Sudirman–Thamrin, serta area sekitar DPR/MPR RI. Ruas dan kawasan tersebut dapat dilalui peserta aksi, masyarakat yang beraktivitas, maupun kendaraan yang melintas, sehingga pengaturan lalu lintas disiapkan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Petugas akan mempertimbangkan situasi aktual, termasuk pergerakan massa dan volume kendaraan, sebelum menentukan langkah yang diperlukan. Karena itu, pengguna jalan sebaiknya tidak menganggap seluruh ruas akan ditutup atau mengalami kepadatan. Informasi mengenai rekayasa arus, apabila diterapkan, dapat berubah mengikuti perkembangan kegiatan dan disampaikan melalui kanal resmi kepolisian.

Bagi warga yang hendak menuju pusat kota atau gedung parlemen, merencanakan perjalanan lebih awal dapat membantu mengurangi ketidakpastian. Pengendara dapat memeriksa kabar lalu lintas sebelum berangkat, menyiapkan rute alternatif secara fleksibel, serta mengikuti arahan petugas di jalan. Pengguna angkutan umum juga dapat memantau pengumuman layanan dan menyesuaikan waktu perjalanan apabila diperlukan. Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di tengah aktivitas yang berlangsung, bukan sebagai pemberitahuan bahwa gangguan sudah terjadi. Dengan mengikuti pembaruan resmi dan menjaga ketertiban, masyarakat dapat membantu kelancaran mobilitas di sekitar Monas, Sudirman–Thamrin, dan DPR/MPR RI selama rencana aksi tersebut berlangsung.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah menjelaskan bahwa pengaturan arus lalu lintas selama kegiatan di kawasan Monas hingga DPR disiapkan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di masing-masing kawasan. Kondisi di lapangan dapat berbeda dari satu titik ke titik lain, sehingga pola pengaturan tidak ditetapkan secara seragam untuk seluruh ruas. Petugas akan memantau keadaan dan menilai kebutuhan lalu lintas sebelum mengambil langkah yang diperlukan. Dengan pendekatan tersebut, pengaturan dapat mengikuti dinamika kegiatan serta kondisi pengguna jalan di sekitar lokasi.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila memang diperlukan. Artinya, keputusan untuk melakukan penyesuaian arus bergantung pada situasi aktual, bukan dilakukan secara otomatis di semua kawasan. Firman menekankan bahwa pertimbangan keselamatan tetap menjadi perhatian dalam penanganan lalu lintas, sekaligus memperhatikan kebutuhan masyarakat yang melintas. Pengaturan diarahkan agar kondisi di jalan dapat dikelola sesuai keadaan, tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan. Karena situasi dapat berubah, masyarakat sebaiknya memahami bahwa informasi dan arahan di lapangan menjadi acuan selama kegiatan berlangsung.

Warga yang berencana bepergian di sekitar Monas, DPR, maupun kawasan lain yang terdampak diimbau memperhitungkan waktu perjalanan. Menyediakan waktu lebih longgar dapat membantu mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas dan mengurangi risiko terlambat sampai ke tujuan. Masyarakat juga diminta memantau informasi lalu lintas terbaru sebelum dan selama perjalanan, sehingga dapat mengetahui perkembangan situasi yang relevan. Informasi terkini penting karena pengaturan dapat menyesuaikan keadaan di tiap kawasan. Apabila petugas memberikan arahan, pengguna jalan diharapkan mengikutinya dengan tertib. Kerja sama masyarakat membantu menjaga keselamatan dan mendukung kelancaran arus sesuai kondisi di lapangan, baik bagi warga yang melintas maupun pihak yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan. Dengan tetap memperhatikan informasi resmi dan arahan petugas, warga dapat merencanakan perjalanan secara lebih baik serta menyesuaikan diri apabila terjadi perubahan situasi selama kegiatan berlangsung.Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Pengaturan ini berlaku mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai. Pengendara diimbau memperhatikan asal perjalanan dan tujuan, lalu memilih jalur pengganti yang sesuai agar dapat menghindari ruas yang terdampak pengaturan.

Bagi pengendara yang bergerak dari Simpang Semanggi menuju Slipi atau Tomang, jalur alternatif yang disarankan adalah Jalan Sudirman, dilanjutkan ke Benhil, Pejompongan, lalu Jalan Letjen S. Parman. Rute ini dapat menjadi pilihan untuk meneruskan perjalanan ke kawasan barat tanpa bergantung pada jalur utama yang berpotensi mengalami kepadatan.

Sementara itu, pengendara dari Jalan Gatot Subroto yang hendak menuju arah Slipi atau Tomang dapat mengambil Jalan Gerbang Pemuda. Perjalanan kemudian diteruskan melalui Patal Senayan, Tentara Pelajar, dan berakhir di Jalan Letjen S. Parman. Pengendara sebaiknya mengikuti petunjuk petugas di sepanjang perjalanan, terutama ketika memasuki persimpangan atau titik pengalihan arus.

Untuk menuju Monas dari Jakarta Barat, rute yang disiapkan melewati Jalan Tomang Raya, Jalan Suryopranoto, Harmoni, kemudian menuju Monas. Pengendara dari Jakarta Selatan dapat menggunakan Jalan Tendean, HR Rasuna Said, HOS Cokroaminoto, Tugu Tani, lalu melanjutkan perjalanan ke Monas. Adapun dari Jakarta Timur, jalur yang disarankan adalah melalui Jatinegara, Kramat Raya, dan Tugu Tani sebelum tiba di Monas.

Perbedaan titik keberangkatan membuat pilihan jalur menuju Monas perlu disesuaikan dengan kawasan asal. Dari Jakarta Barat, arahkan perjalanan melalui Tomang Raya dan Harmoni; dari Jakarta Selatan, gunakan koridor Tendean hingga Tugu Tani; sedangkan dari Jakarta Timur, tempuh jalur Jatinegara dan Kramat Raya. Dengan memperhatikan rute sejak awal, pengendara dapat merencanakan perjalanan dengan lebih teratur selama pengaturan berlangsung. Waktu tempuh tetap dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan, sehingga pengguna jalan perlu menyediakan waktu tambahan dan mematuhi arahan petugas lalu lintas.Kepolisian mengimbau seluruh pihak menjaga ketertiban selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung, termasuk di sekitar Monas dan Gedung DPR. Peserta aksi diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Sikap tertib membantu kegiatan berlangsung aman dan mengurangi risiko gangguan bagi pengguna jalan maupun warga yang berada di kawasan tersebut.

Masyarakat yang tidak mengikuti aksi juga diharapkan merencanakan perjalanan dengan memperhatikan situasi lalu lintas. Sebelum berangkat, warga dapat memeriksa informasi terkini mengenai kondisi jalan dan kemungkinan pengalihan arus, lalu menyesuaikan rute atau waktu perjalanan bila diperlukan. Pengguna kendaraan diminta tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta memberi ruang bagi kendaraan darurat.

Informasi pemantauan lalu lintas dapat diakses melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya, yaitu @poldametrojaya dan @tmcpoldametro. Kanal tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pembaruan kondisi perjalanan di wilayah yang terdampak kegiatan. Untuk membutuhkan bantuan kepolisian, warga dapat menghubungi layanan 110. Masyarakat dianjurkan menyampaikan informasi yang jelas saat meminta bantuan agar petugas dapat memahami kebutuhan dan lokasi yang dilaporkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa kepolisian berupaya melayani warga yang menyampaikan aspirasi maupun masyarakat yang tetap beraktivitas. Ia mengajak semua pihak saling menghormati dan menjaga ketertiban. Menyampaikan pendapat merupakan hak yang dilindungi undang-undang, sementara keselamatan serta kepentingan masyarakat lain juga perlu diperhatikan. Dengan demikian, peserta aksi dan warga dapat menjalankan kegiatan masing-masing dengan tetap mengutamakan keamanan, menghargai hak orang lain, dan mengikuti informasi maupun arahan resmi yang tersedia.

Baca juga: Lahan Dikuasai Sejak 1958 Diklaim Diamankan Pemkot, Warga Gubeng Siapkan Posko Perlawanan | Siapkan Zero ODOL 2027, Polri Perintahkan Jajarannya Petakan Persoalan di Lapangan