Penanganan Ajudan Gubernur Kaltim Berlanjut Usai Video di Samarinda Viral

oleh -92 Dilihat
oleh
Video di Samarinda Sorot Sikap Ajudan Gubernur terhadap Mahasiswa Pendemo

Samarinda | Briptu Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur, dikembalikan ke kesatuan Polri setelah muncul dugaan bahwa ia menyenggol seorang mahasiswa di kompleks Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026. Kejadian itu kemudian menjadi perhatian publik setelah rekaman video terkait beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan. Informasi mengenai langkah terhadap Asky disampaikan Sudarno, tim ahli gubernur, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Sudarno menjelaskan bahwa pengembalian Asky ke kesatuan merupakan keputusan terkait penanganan setelah insiden tersebut mencuat. Namun, ia menegaskan bahwa langkah itu tidak berarti Asky diberhentikan atau dipecat. Penegasan tersebut penting untuk membedakan penugasan sebagai ajudan gubernur dari statusnya sebagai anggota Polri. Dengan demikian, informasi yang dapat dipastikan dari keterangan Sudarno adalah bahwa Asky tidak lagi menjalankan tugas sebagai ajudan dan telah dikembalikan ke kesatuannya, bukan bahwa ia kehilangan keanggotaan di kepolisian.

Dugaan tindakan yang terlihat dalam video masih perlu dipahami secara cermat, dengan membedakan isi rekaman, keterangan yang disampaikan, dan kesimpulan resmi mengenai peristiwa. Beredarnya video membuat insiden di lingkungan masjid itu mendapat perhatian lebih luas, tetapi viralnya sebuah rekaman tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh konteks kejadian. Karena itu, perkembangan penanganan dan keterangan dari pihak berwenang menjadi rujukan penting bagi publik. Hingga informasi yang disampaikan Sudarno tersebut, pokok langkah yang diumumkan adalah pengembalian Briptu Asky ke kesatuan Polri, sementara ia secara tegas dinyatakan tidak dipecat.

Pengembalian Asky ke kesatuannya disebut berlangsung sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari institusi asalnya. Dengan demikian, langkah tersebut belum dapat dipahami sebagai keputusan akhir mengenai penanganan perkara ataupun bentuk sanksi tertentu. Keterangan yang disampaikan Sudarno menegaskan bahwa tindak lanjut terhadap Asky masih berada dalam proses. Institusi asalnya diharapkan menentukan kebijakan setelah mempertimbangkan proses pemeriksaan yang berjalan, tetapi belum ada keputusan lanjutan yang disebutkan dalam keterangan tersebut. Karena itu, informasi mengenai status pengembalian perlu ditempatkan sesuai penjelasan yang tersedia: Asky kembali ke kesatuannya sementara proses internal masih berlangsung.

Sudarno menyampaikan bahwa perkara ini masih ditangani melalui investigasi oleh Propam Polda. Keterangan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan internal belum dinyatakan selesai. Belum ada hasil investigasi atau keputusan mengenai tindakan berikutnya yang disampaikan dalam informasi tersebut. Oleh sebab itu, pembahasan tentang penanganan perkara perlu membedakan proses yang sedang dilakukan dan hasil yang belum diumumkan. Tanpa keterangan resmi mengenai kesimpulan pemeriksaan, tidak tepat untuk menyatakan bahwa pihak terkait telah menetapkan temuan tertentu atau menjatuhkan sanksi. Penjelasan mengenai investigasi Propam menjadi dasar untuk memahami bahwa proses masih berjalan, sedangkan kebijakan institusi asal Asky tetap menunggu perkembangan penanganan tersebut.

Sudarno juga membantah anggapan bahwa Asky bertindak arogan. Menurutnya, potongan rekaman yang beredar di media sosial tidak memperlihatkan keseluruhan kejadian. Ia menyebut video tersebut sebagai framing yang provokatif, sehingga konteks peristiwa, menurut keterangannya, tidak dapat dinilai hanya dari cuplikan yang tersebar. Pernyataan itu merupakan bantahan dan penilaian Sudarno, bukan kesimpulan independen mengenai perilaku Asky maupun isi video secara utuh. Dengan demikian, pembaca perlu membedakan pandangan yang disampaikan Sudarno dari hasil pemeriksaan resmi yang masih berlangsung. Belum ada informasi dalam keterangan tersebut yang mengonfirmasi ataupun membantah secara independen penilaian atas seluruh rangkaian kejadian. Perkembangan perkara tetap menunggu proses Propam Polda dan kebijakan dari institusi asal Asky.

Aksi mahasiswa di Samarinda berlangsung sejak sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka menyampaikan tuntutan terkait evaluasi kepemimpinan serta meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah nyata untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Tuntutan tersebut menjadi latar sebelum munculnya rekaman yang kemudian ramai beredar di media sosial. Dalam aksi itu, mahasiswa berupaya memperoleh tanggapan langsung dari pihak pemerintah daerah mengenai persoalan yang mereka angkat.

Menurut konteks yang beredar, massa belum mendapat kesempatan untuk bertemu dengan gubernur saat menyampaikan tuntutan. Menjelang waktu magrib, sebagian peserta aksi kemudian mendatangi rombongan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Masjid Nurul Mu’minin. Perpindahan lokasi itu menjadi titik penting dalam rangkaian kejadian yang belakangan menjadi perhatian publik. Namun, keterangan mengenai situasi sebelum rombongan tiba dan keseluruhan interaksi di area masjid perlu dipahami dengan merujuk pada sumber informasi yang lebih lengkap, bukan hanya potongan video.

Di lokasi, seorang peserta aksi bertanya kepada Rudy mengapa ia tidak menemui mahasiswa sebelumnya. Rudy dilaporkan menjawab dengan senyum, lalu bergegas menuju masjid. Pada saat rombongan bergerak, Asky diduga menyenggol seorang mahasiswa yang sedang merekam kedatangan mereka. Rekaman berdurasi sekitar 30 detik yang beredar menampilkan dugaan tindakan tersebut dan menjadi salah satu alasan peristiwa ini mendapat perhatian luas. Meski demikian, video singkat itu hanya merekam sebagian momen, sehingga tidak dengan sendirinya menjelaskan apa yang terjadi sebelum maupun sesudahnya, termasuk konteks interaksi pihak-pihak di lokasi. Karena itu, uraian tentang latar aksi mahasiswa dan situasi di masjid penting untuk membantu pembaca memahami urutan kejadian secara lebih proporsional. Penilaian atas dugaan tindakan maupun respons yang menyusul sebaiknya mempertimbangkan keterangan dari pihak terkait dan informasi yang dapat diverifikasi. Kehadiran rekaman dapat menjadi bahan penelusuran, tetapi tidak semestinya diperlakukan sebagai gambaran utuh tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah video yang memperlihatkan tindakannya di Samarinda menjadi viral, Asky menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah tayangan video. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kekeliruan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga menegaskan bahwa perbuatan itu tidak dapat dibenarkan, sehingga ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu oleh kejadian tersebut. Pernyataan itu menjadi perkembangan terbaru setelah video beredar luas dan memicu perhatian publik terhadap penanganan ajudan Gubernur Kalimantan Timur tersebut.

Asky menjelaskan bahwa tindakan yang terekam dalam video terjadi secara spontan. Ia menyatakan bahwa perbuatan itu bukan dilakukan atas instruksi atau arahan siapa pun. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari klarifikasi mengenai situasi yang menjadi sorotan. Meski demikian, dalam tayangan permintaan maafnya, ia tetap mengakui bahwa tindakannya keliru dan tidak semestinya dilakukan. Ia tidak menempatkan spontanitas sebagai pembenaran, melainkan menyebutnya untuk menjelaskan bagaimana tindakan tersebut terjadi.

Dalam video itu, Asky juga menyampaikan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Ia menyatakan penyesalan atas ketidaknyamanan yang timbul dan meminta maaf atas tindakannya. Isi pernyataannya berfokus pada pengakuan atas kekeliruan, penjelasan bahwa tidak ada instruksi dari pihak lain, serta komitmen agar kejadian serupa tidak terulang. Dengan demikian, permintaan maaf tersebut memuat pengakuan langsung dari Asky terhadap perbuatan yang menjadi perhatian setelah videonya viral di Samarinda. Pernyataan itu menutup rangkaian penjelasan yang disampaikannya terkait tindakan dalam rekaman tersebut, tanpa mengubah pengakuannya bahwa tindakan itu keliru dan tidak dapat dibenarkan.

Baca juga: Penanganan Karhutla Sektor Selatan Kalbar Diperkuat, TNI Alihkan Perkuatan Pasukan | Respons Cepat Diperkuat, Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Tangki Portable Untuk Penanganan di Titik Rawan Karhutla | Penanganan Karhutla di Wilayah Kalbar Terus Membaik, Titik Api Turun