Industri Modifikasi Indonesia Mendapat Dorongan dari Kenaikan Produksi Kendaraan Nasional

oleh -252 Dilihat
oleh
Industri Modifikasi Indonesia Mendapat Dorongan dari Kenaikan Produksi Kendaraan Nasional

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyatakan bahwa meningkatnya produksi kendaraan nasional membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri modifikasi dan komponen aftermarket otomotif Indonesia. Perkembangan tersebut dinilai dapat memperluas aktivitas usaha di sepanjang rantai industri, mulai dari penyedia komponen, bengkel modifikasi, produsen aksesori, hingga pelaku kreatif yang mengembangkan desain dan teknologi kendaraan.

Setia menyebut nilai pasar aftermarket otomotif Indonesia diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp70 triliun. Pasar itu juga diproyeksikan tumbuh sekitar 5–6,5 persen per tahun hingga 2032. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen tidak berhenti pada pembelian kendaraan baru, tetapi berlanjut pada perawatan, peningkatan performa, personalisasi tampilan, serta penggantian dan penambahan berbagai komponen pendukung.

Menurut Setia, kondisi ini menjadi peluang nyata bagi modifikator, builder, dan pelaku terkait untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat posisi di pasar domestik. Pertumbuhan produksi kendaraan dapat memperbesar basis pengguna yang membutuhkan layanan purnajual sekaligus mendorong permintaan terhadap produk aftermarket yang aman, berkualitas, dan sesuai ketentuan. Pelaku industri juga memiliki ruang untuk membangun merek lokal dan menghasilkan produk yang berpotensi menembus pasar ekspor.

Pernyataan tersebut disampaikan Setia saat membuka IMX 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat. Pameran itu menjadi salah satu ruang yang mempertemukan modifikator, builder, produsen komponen, komunitas, dan konsumen otomotif. Pertemuan tersebut penting untuk memperlihatkan perkembangan karya serta inovasi, sekaligus memperkuat koneksi bisnis pelaku industri dan pasar.

Momentum pertumbuhan kendaraan nasional dengan demikian dapat menjadi penggerak bagi ekosistem modifikasi Indonesia. Untuk memanfaatkan peluang tersebut secara berkelanjutan, industri perlu memperhatikan kualitas produksi, standar keselamatan, ketersediaan komponen, dan kemampuan sumber daya manusia. Kolaborasi pemerintah, produsen kendaraan, pelaku aftermarket, komunitas, dan lembaga pendidikan juga diperlukan agar pertumbuhan pasar berlangsung sehat serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional.

Besarnya pasar aftermarket membuka ruang usaha yang luas bagi pelaku industri kecil dan menengah, modifikator, serta produsen komponen lokal. Kebutuhan konsumen terhadap peningkatan tampilan, kenyamanan, performa, dan fungsi kendaraan terus mendorong munculnya permintaan terhadap berbagai produk serta layanan pendukung. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas skala usaha, mengembangkan portofolio, dan membangun daya saing berdasarkan kemampuan serta karakteristik masing-masing pelaku.

Menurut Setia, ekosistem modifikasi tidak semata-mata berkaitan dengan hobi atau perubahan tampilan kendaraan. Di dalamnya terdapat unsur kreativitas yang menghasilkan gagasan baru, jasa yang membutuhkan keahlian, serta aktivitas industri yang melibatkan produksi dan distribusi komponen. Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan banyak pihak, mulai dari perancang, bengkel, pembuat komponen, penyedia material, hingga pelaku usaha yang mendukung pemasaran dan pelayanan kepada konsumen.

Dengan cakupan yang luas, modifikasi kendaraan dapat menjadi sarana untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Produk yang semula memiliki fungsi dasar dapat dikembangkan melalui desain, teknologi, pengerjaan khusus, dan layanan yang lebih personal. Proses tersebut berpotensi meningkatkan nilai produk, membuka kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha pendukung di berbagai daerah. Bagi industri lokal, pasar aftermarket juga dapat menjadi ruang untuk menguji inovasi dan memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan produksi dalam negeri.

Pembukaan IMX 2026 menjadi momentum yang menggaungkan eksistensi modifikasi tanah air. Kehadiran momentum ini menegaskan bahwa kegiatan modifikasi memiliki posisi dalam perkembangan industri kendaraan nasional, sekaligus memperlihatkan kontribusi komunitas dan pelaku usaha dalam membentuk ekosistem yang produktif. Jika dikelola secara berkelanjutan, kreativitas, jasa, dan aktivitas industri tersebut dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Data kinerja industri otomotif nasional menunjukkan adanya basis produksi dan permintaan yang dapat mendukung perkembangan sektor modifikasi serta aftermarket. Setia menggunakan sejumlah indikator makro dan sektoral untuk menggambarkan kondisi tersebut, terutama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas, produksi kendaraan, dan penjualan domestik.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,3 persen dan memberikan kontribusi hampir 17 persen terhadap produk domestik bruto. Angka ini menempatkan industri pengolahan sebagai salah satu bagian penting dalam aktivitas ekonomi nasional. Di dalamnya, industri otomotif menjadi salah satu bidang yang kinerjanya berkaitan dengan rantai pasok komponen, layanan purnajual, serta berbagai kegiatan pendukung kendaraan.

Untuk kendaraan roda empat, produksi mencapai 859.000 unit atau meningkat sekitar 13,4 persen. Pada periode yang sama, penjualan domestik tumbuh 20,1 persen. Perkembangan produksi dan penjualan tersebut digunakan Setia untuk menjelaskan dukungan terhadap ekosistem yang berada di sekitar kendaraan, termasuk usaha yang menyediakan komponen, aksesori, layanan personalisasi, dan kebutuhan perawatan setelah kendaraan dibeli.

Kinerja kendaraan roda dua juga memperlihatkan pertumbuhan. Produksinya tercatat sekitar 4,79 juta unit dengan pertumbuhan 3,4 persen, sedangkan penjualan domestik meningkat 2,2 persen. Data tersebut melengkapi gambaran mengenai skala aktivitas otomotif nasional, baik pada segmen mobil maupun sepeda motor. Dengan demikian, penguatan produksi dan penjualan menjadi data utama yang mendasari penjelasan mengenai ruang bagi sektor modifikasi dan aftermarket, tanpa memisahkan perkembangan kedua sektor pendukung itu dari kinerja industri kendaraan secara keseluruhan.

Kementerian Perindustrian mendorong pemanfaatan peluang industri modifikasi melalui peningkatan kompetensi para modifikator. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat penerapan standar serta menyediakan pelatihan berbasis kompetensi, sehingga kemampuan teknis pelaku usaha dapat berkembang secara terukur. Pengetahuan mengenai desain, pengerjaan, penggunaan material, dan pemasangan komponen perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap aspek keselamatan kendaraan. Dengan demikian, kendaraan hasil modifikasi tidak hanya memiliki nilai estetika dan karakter personal, tetapi juga memenuhi persyaratan teknis yang mendukung keamanan pengguna serta pengguna jalan lainnya.

Penguatan tersebut juga diarahkan kepada industri kecil dan menengah (IKM) yang memproduksi komponen aftermarket. Pengembangan IKM komponen lokal diharapkan memperluas kapasitas manufaktur dalam negeri, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada ekosistem otomotif. Apabila mampu menghasilkan komponen yang konsisten, aman, dan kompetitif, pelaku industri berpeluang memasok kebutuhan pasar nasional sekaligus membuka akses ke pasar ekspor. Upaya ini dapat mempertemukan kreativitas modifikator dengan kemampuan produksi industri komponen, sehingga tercipta hubungan usaha yang lebih berkelanjutan.

Promosi karya modifikasi nasional turut dilakukan melalui rangkaian Road to IMX 2026 yang menjangkau Jepang dan sejumlah kota di Indonesia. Rangkaian tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi modifikator, membangun jejaring, serta mendorong pertukaran pengetahuan dengan pelaku industri dari berbagai wilayah. Selain itu, IMX USA Series direncanakan berlangsung pada November mendatang sebagai bagian dari upaya membawa karya modifikator nasional ke pasar internasional. Kehadiran di berbagai ajang dapat memperluas apresiasi terhadap produk dan kreativitas Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi serta akses pasar baru.

Standardisasi dan peningkatan kualitas produk diharapkan membuat industri modifikasi berkembang melampaui sektor berbasis hobi. Dengan kompetensi modifikator yang lebih kuat, kendaraan yang lebih aman, serta dukungan IKM komponen aftermarket, bidang ini dapat menjadi bagian dari rantai pasok otomotif nasional dan berkontribusi terhadap penguatan industri komponen dalam negeri.