Kota Penonome | Panama diguncang gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat waktu setempat. Guncangan kuat tersebut kemudian diikuti gempa bermagnitudo 6,6 sekitar tiga jam setelah gempa pertama. Rangkaian aktivitas seismik ini membuat perhatian tertuju pada wilayah selatan Panama, terutama karena sejumlah getaran lanjutan terus tercatat setelah dua guncangan besar tersebut.
Ahli seismologi dari Universitas Panama melaporkan bahwa lebih dari 45 gempa susulan telah terdeteksi setelah rangkaian gempa utama dan gempa bermagnitudo 6,6. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa lempeng dan patahan di sekitar wilayah terdampak masih mengalami penyesuaian. Aktivitas susulan dapat berlangsung selama beberapa waktu, meskipun kekuatan dan frekuensinya cenderung berubah-ubah.
Sebelum gempa bermagnitudo 6,6 terjadi, beberapa gempa dengan kekuatan magnitudo 4,8 hingga 5,8 juga telah tercatat di wilayah selatan Panama. Getaran-getaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas yang mendahului atau menyertai guncangan lebih besar. Pencatatan secara berkelanjutan diperlukan untuk membantu para peneliti memahami pola seismik serta menilai kemungkinan munculnya gempa susulan lainnya.
Meski jumlah gempa susulan telah melampaui 45 kejadian, sebagian besar di antaranya terlalu lemah untuk dirasakan oleh masyarakat. Kondisi ini berarti tidak setiap aktivitas yang terdeteksi instrumen pemantau akan menimbulkan guncangan yang terasa di permukaan. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi resmi dan mengikuti arahan otoritas setempat, sebab gempa susulan yang lebih kuat masih mungkin terjadi setelah gempa utama.
Berdasarkan keterangan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa utama berpusat di wilayah selatan Panama. Guncangan tersebut tercatat sekitar pukul 13.56 waktu setempat, yang dalam laporan juga disebut sebagai Eastern Time (ET). Episentrumnya berada sekitar 6 mil atau 9,7 kilometer di barat daya Pitaloza Arriba, sebuah permukiman terpencil yang terletak dekat ujung selatan negara itu.
USGS memperkirakan kedalaman gempa sekitar 9,7 kilometer. Posisi sumber yang relatif dangkal membuat energi guncangan dapat terasa kuat di sejumlah wilayah di sekitar episentrum. Kedalaman tersebut juga menjadi salah satu faktor penting dalam menilai dampak gempa, karena gempa dangkal cenderung menyalurkan getaran lebih jelas ke permukaan dibandingkan gempa dengan sumber yang jauh lebih dalam.
Meski episentrum berada di kawasan yang terpencil, getarannya dilaporkan dirasakan hingga Panama City, ibu kota Panama. Sejumlah bangunan di kota tersebut bergoyang ketika gempa terjadi. Situasi itu mendorong warga meninggalkan gedung dan bergegas keluar untuk berkumpul di jalan sebagai langkah penyelamatan diri. Pergerakan warga ke ruang terbuka dilakukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi kerusakan bangunan, benda jatuh, atau guncangan susulan.
Lokasi episentrum yang berada di dekat ujung selatan Panama menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh jarak dari pusat sumber, tetapi juga oleh kedalaman dan kondisi wilayah yang dilalui gelombang seismik. Getaran yang menjalar dari kawasan Pitaloza Arriba menuju wilayah perkotaan menjadi perhatian, terutama karena Panama City memiliki banyak bangunan, fasilitas publik, dan aktivitas penduduk yang padat. Setelah guncangan utama, warga dan otoritas tetap perlu mewaspadai susulan serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam.
Rosendo Domínguez, warga Provinsi Herrera yang berusia 60 tahun, menceritakan kuatnya guncangan yang dirasakannya ketika gempa berlangsung. Menurut keterangannya, getaran terasa sangat kuat, sehingga suasana di sekitarnya segera berubah menjadi penuh ketakutan. Ia mengatakan bahwa guncangan tersebut bukan sekadar getaran ringan, melainkan cukup kuat untuk membuat warga menyadari bahwa gempa sedang terjadi.
Domínguez juga menyampaikan bahwa sejumlah barang di dapurnya berjatuhan akibat guncangan itu. Barang-barang yang sebelumnya berada di tempatnya tidak lagi bertahan ketika gempa mengguncang dengan kuat. Kesaksiannya menggambarkan bagaimana getaran tersebut terasa langsung di dalam rumah dan menimbulkan kepanikan, terutama ketika benda-benda di dapur jatuh.
Meski mengalami situasi yang menakutkan, Domínguez menyatakan bahwa dirinya dan orang-orang di sekitarnya berada dalam kondisi baik. Namun, rasa takut tetap muncul karena kuatnya guncangan yang mereka rasakan. Ia menggambarkan bahwa banyak orang memilih keluar dari rumah karena khawatir dan merasa lebih aman berada di luar selama gempa berlangsung. Tindakan tersebut menunjukkan besarnya ketakutan warga terhadap getaran yang terjadi, meskipun Domínguez memastikan bahwa dirinya serta orang-orang di sekitarnya dalam keadaan baik. Kesaksian warga Provinsi Herrera itu menegaskan bahwa gempa terasa sangat kuat di wilayah tersebut. Jatuhnya barang-barang dari dapur dan keputusan banyak orang untuk meninggalkan rumah menjadi bagian dari pengalaman yang disampaikan Domínguez. Keterangan tersebut berfokus pada kuatnya guncangan, dampaknya terhadap barang-barang di rumah, serta ketakutan yang dirasakan warga saat mengalaminya.
Menurut keterangan Omar Smith dari Layanan Perlindungan Sipil Nasional Panama, dampak gempa dilaporkan terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, dan Los Santos. Laporan mengenai kerusakan datang dari sejumlah wilayah tersebut setelah gempa mengguncang Panama. Informasi yang disampaikan mencakup kondisi bangunan serta laporan warga yang mengalami luka di beberapa lokasi terdampak.
Di Kota Penonome, terdapat laporan beberapa orang terluka akibat gempa. Salah satu laporan menyebutkan adanya seseorang yang tertimpa reruntuhan bangunan yang sebagian runtuh. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari laporan awal mengenai dampak gempa di kawasan itu. Keterangan yang tersedia tidak merinci jumlah keseluruhan orang yang terluka maupun kondisi lebih lanjut dari mereka yang terdampak.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sebuah katedral yang berada di alun-alun utama distrik tersebut. Bangunan katedral itu disebut mengalami keruntuhan sebagian dan retakan pada bagian bangunannya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya dampak pada bangunan penting yang berada di pusat kawasan Penonome, meskipun rincian mengenai bagian yang mengalami kerusakan tidak disampaikan.
Selain katedral, Hotel Dos Continentes turut dilaporkan mengalami kerusakan. Hotel tersebut disebut mengalami keruntuhan sebagian serta retakan bangunan. Laporan dari Layanan Perlindungan Sipil Nasional Panama itu mencatat kerusakan pada sejumlah bangunan dan adanya beberapa orang terluka di wilayah terdampak, tanpa memuat keterangan tambahan mengenai jumlah korban, tingkat kerusakan secara keseluruhan, atau perkembangan evakuasi.

