Hari Santri Nasional 2026, Polres Probolinggo Kota Ajak Masyarakat Jaga Persatuan

oleh -56 Dilihat
oleh

PROBOLINGGO – Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Wiwin Rusli, mewakili Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Kamis (22/10/2026) pagi.

Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.15 WIB. Apel diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas perwakilan santri pondok pesantren se-Kota Probolinggo serta unsur instansi terkait.

Kehadiran Wakapolres bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bentuk dukungan Polri terhadap peran ulama dan santri sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir di antaranya Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo Lilik Setiyawan, Wakil Ketua I DPRD Abdul Mujib, Ketua Pengadilan Agama Achmad Fausi, Hakim Pengadilan Negeri Carisma Gagah, serta Danramil 0820/01 Kanigaran Kapten Czi Bagus Handoko.

Turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo Prof. KH Muhammad Sulthon, Ketua Tanfidziyah PCNU H. Arbai Hasan, Ketua Muhammadiyah Muhammad Dawam Ichsan, Ketua PITI Agus Rudianto Gofur, para pengasuh pondok pesantren, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.

Sebelum apel dimulai, Wakapolres bersama jajaran Forkopimda menyerahkan santunan kepada anak yatim dan menyaksikan penampilan pencak silat dari Pagar Nusa.

Rangkaian apel berlangsung khidmat, ditandai dengan pembacaan Ikrar Santri dan naskah Resolusi Jihad. Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars Santri dan lagu Ya Lal Wathon.

Bertindak sebagai pembina apel, Kajari Kota Probolinggo Lilik Setiyawan menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, serta komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, mari kita perkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, para ulama, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita dapat mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang religius, berkarakter, taat hukum, dan menjunjung tinggi persatuan bangsa,” ujar Lilik dalam amanatnya.

Usai kegiatan, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Wiwin Rusli menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan dan kolaborasi antara kepolisian, ulama, serta kalangan pesantren.

Ia menilai, santri dan lingkungan pondok pesantren memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

“Kehadiran kami mewakili Bapak Kapolres merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar para ulama dan santri, sekaligus komitmen Polres Probolinggo Kota untuk terus bersinergi dengan pondok pesantren serta seluruh elemen masyarakat dalam merawat kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkas Kompol Wiwin Rusli.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, diharapkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, ulama, santri, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan bangsa, khususnya di Kota Probolinggo.

(Redaksi)