Pengangkatan KMP Batumandi Disiapkan, Pelayaran Merak Tetap Berjalan

oleh -102 Dilihat
oleh
Pengangkatan KMP Batumandi Disiapkan, Pelayaran Merak Tetap Berjalan

Jakarta | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menyiapkan pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage. Koordinasi ini menjadi bagian dari penanganan pascakejadian, dengan perhatian pada tahapan teknis yang diperlukan sebelum kapal dapat diangkat dari lokasi. Persiapan dilakukan agar proses tersebut dapat berjalan secara terencana, sekaligus mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dan kondisi di sekitar area kejadian.

Sejumlah pembahasan masih berlangsung, termasuk mengenai penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage atau salvor yang akan menangani operasi. Penentuan penyedia jasa merupakan salah satu aspek yang perlu dipastikan dalam persiapan, agar pekerjaan pengangkatan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Kementerian Perhubungan dan ASDP terus membicarakan langkah-langkah yang diperlukan, sementara pelayaran Merak tetap berjalan. Rincian pelaksanaan operasi akan bergantung pada kesiapan dan hasil koordinasi para pihak.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan menyampaikan keterangan tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa persiapan dilakukan agar pengangkatan KMP Batumandi dapat segera dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan cara dan waktu pelaksanaan, mengingat kegiatan salvage memerlukan perencanaan yang cermat dan penanganan sesuai situasi lapangan.

Lollan juga menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakejadian berlangsung secara terencana dan sesuai ketentuan. Koordinasi berkelanjutan diperlukan untuk menyelaraskan proses persiapan, penetapan salvor, dan pelaksanaan pengangkatan. Dengan demikian, setiap tahapan dapat dibahas bersama sebelum pekerjaan dilakukan. Pemerintah menempatkan aspek keselamatan dan kepatuhan sebagai perhatian dalam proses tersebut, sembari memastikan perkembangan penanganan kapal dikomunikasikan kepada pihak terkait. Persiapan ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan operasi salvage setelah seluruh kebutuhan dan aspek teknisnya dibahas lebih lanjut.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan dukungan perusahaan terhadap langkah Kementerian Perhubungan dalam menyiapkan operasi pengangkatan KMP Batumandi. Dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan penanganan kapal yang tenggelam berlangsung terkoordinasi sekaligus menjaga kelancaran kegiatan di Pelabuhan Merak. ASDP menilai keberlanjutan layanan penyeberangan perlu menjadi perhatian selama proses penanganan berjalan, sehingga masyarakat dan pengguna jasa tetap memperoleh layanan secara tertib.

Heru menyampaikan bahwa ASDP mendukung upaya pemerintah agar penyeberangan di lintasan Merak tetap beroperasi normal. Kegiatan pengangkatan kapal dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi perairan, keselamatan petugas, serta kebutuhan kapal yang melintas. Dengan pengaturan yang sesuai, penanganan insiden dapat dilakukan tanpa mengabaikan aktivitas operasional pelabuhan. Koordinasi antarpihak juga menjadi bagian penting untuk mengatur area kerja dan arus pelayaran, sehingga setiap tahapan dapat berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan gangguan yang tidak perlu terhadap layanan.

Tahapan penanganan yang disiapkan mencakup pengamanan lokasi kapal, pemasangan buoy sebagai penanda area, serta pemasangan oil boom untuk mengantisipasi dan membatasi kemungkinan penyebaran minyak di perairan. Setelah langkah awal tersebut, tim akan mempersiapkan operasi salvage atau penyelamatan dan pengangkatan kapal. Urutan ini membantu pihak terkait memahami batas area penanganan dan mengelola potensi risiko sebelum pekerjaan utama dilaksanakan. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan lapangan dan arahan instansi yang berwenang.

ASDP menegaskan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara terukur bersama pihak berwenang. Pengamanan lokasi dan pengaturan aktivitas pelayaran diselaraskan agar pekerjaan salvage dapat berlangsung dengan memperhatikan keselamatan serta keamanan navigasi. Setiap keputusan operasional, termasuk pengaturan ruang gerak kapal di sekitar lokasi, mengikuti koordinasi dan ketentuan yang berlaku. Pendekatan ini diharapkan mendukung kelancaran proses pengangkatan sekaligus mempertahankan layanan penyeberangan Merak. Bagi ASDP, keselamatan penumpang, awak kapal, petugas, dan pengguna perairan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap penanganan KMP Batumandi.

Layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal setelah KMP Batumandi tenggelam. Kondisi tersebut memastikan kegiatan kapal dan akses penumpang maupun kendaraan melalui pelabuhan tidak terhenti akibat insiden tersebut. Pengaturan operasional dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pelayaran, sekaligus menjaga agar kapal dapat keluar dan masuk pelabuhan secara tertib. Aktivitas penyeberangan tetap berlangsung di tengah penanganan kejadian dan persiapan pengangkatan kapal. Dengan demikian, pengguna jasa tetap dapat memanfaatkan layanan sesuai kegiatan operasional pelabuhan, sementara situasi di sekitar lokasi kejadian terus diperhatikan oleh petugas terkait.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengatur alur pelayaran di kawasan Merak. Pengaturan ini ditujukan untuk mendukung pergerakan kapal agar berlangsung lancar dan tidak mengganggu kegiatan pelabuhan. Kapal yang melintas tetap perlu mengikuti arahan serta ketentuan keselamatan yang berlaku, khususnya ketika berada di sekitar lokasi KMP Batumandi. Penataan alur menjadi bagian dari upaya menjaga jarak dan kelancaran pergerakan kapal, sehingga akses menuju maupun dari dermaga tetap terbuka. Koordinasi petugas juga membantu memastikan perubahan kondisi di lapangan dapat ditangani tanpa menghambat layanan penyeberangan.

Lollan menyampaikan bahwa aktivitas pelayaran di alur Merak berlangsung seperti biasa dan seluruh dermaga beroperasi sebagaimana mestinya. Keterangan ini menunjukkan bahwa fasilitas dermaga tetap melayani kegiatan penyeberangan, dengan pengaturan yang disesuaikan untuk menjaga keselamatan. Di sisi lain, Vessel Traffic Service (VTS) Merak memantau aktivitas kapal di sekitar lokasi kejadian. Pemantauan tersebut membantu petugas mengetahui pergerakan kapal dan mendukung pengawasan lalu lintas di alur pelayaran. Jika diperlukan, informasi dari pemantauan dapat menjadi dasar koordinasi operasional bagi pihak terkait. Langkah-langkah ini dilakukan agar kegiatan kapal tetap tertib, keselamatan pelayaran terjaga, dan akses keluar-masuk Pelabuhan Merak tidak terganggu selama penanganan KMP Batumandi berlangsung.

Untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Batumandi, KSOP Kelas I Banten menyiapkan langkah penanganan di perairan alur masuk Pelabuhan Merak. Perhatian diberikan pada kemungkinan minyak dari kapal menyebar dan mengganggu lingkungan perairan maupun aktivitas pelayaran. Upaya antisipasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak yang memiliki peran dalam pengawasan dan penanganan keadaan di laut, termasuk Pertamina, VTS Merak, serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar informasi mengenai kondisi di lokasi dapat diterima dan ditindaklanjuti secara terarah. Dengan demikian, langkah pengendalian dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di sekitar kapal dan jalur pelayaran.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pemasangan oil boom di sekitar area yang berpotensi terdampak. Perangkat tersebut berfungsi sebagai pembatas untuk menahan minyak agar tidak menyebar lebih luas di permukaan air. Pemasangan oil boom juga ditujukan untuk meminimalkan risiko pencemaran, terutama apabila terjadi tumpahan yang dapat terbawa arus menuju bagian lain dari alur masuk Pelabuhan Merak. Penempatan dan pengawasan perangkat dilakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan, sehingga langkah perlindungan dapat mendukung penanganan tanpa mengabaikan keselamatan kapal yang melintas. Menurut Lollan, upaya ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, dan RIB Plaju. Keterlibatan kapal tunda dan kapal cepat tersebut mendukung kegiatan di lokasi, termasuk pengawasan serta langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran minyak. Seluruh tindakan dilakukan dengan mengacu pada koordinasi antarpihak yang terkait.

Penanganan potensi pencemaran berjalan seiring dengan pemantauan kondisi pelayaran di sekitar lokasi. KSOP Kelas I Banten dan VTS Merak terus berkoordinasi untuk memperoleh perkembangan informasi serta memantau pergerakan kapal. Pemantauan ini penting agar kapal yang melintas dapat diarahkan dengan mempertimbangkan situasi di alur dan keberadaan kegiatan penanganan.