Harga BBM Pertamina pada 4 November 2026: Rincian Produk Subsidi dan Nonsubsidi

oleh
Harga BBM Pertamina pada 16 Oktober 2026: Rincian Jenis dan Tarif

Jakarta | Pada 4 November 2026, harga BBM Pertamina belum mengalami penyesuaian baru untuk November. Dengan demikian, harga yang berlaku pada tanggal tersebut masih mengikuti ketetapan sebelumnya. Untuk produk nonsubsidi, acuan harga yang disebutkan adalah penetapan pada 2 September 2026. Informasi ini menempatkan awal November sebagai periode ketika belum ada perubahan harga baru yang diumumkan dalam rentang tanggal tersebut.

Pembacaan harga BBM pada 4 November perlu memperhatikan waktu penetapannya. Tanggal 4 November merupakan tanggal rujukan untuk mengetahui kondisi harga pada awal bulan, sedangkan 2 September adalah tanggal penetapan yang masih menjadi acuan bagi BBM nonsubsidi. Kedua tanggal itu menjelaskan bahwa tidak terdapat penyesuaian baru untuk November dalam informasi yang tersedia. Karena itu, rincian harga nonsubsidi yang berlaku pada awal November tetap mengacu pada penetapan September tersebut.

Untuk melihat rincian setiap produk, pembaca sebaiknya mencocokkan nama BBM dengan daftar harga yang berlaku sesuai wilayah dan tanggal yang tercantum pada sumber. Bagian ini tidak menambahkan angka harga yang tidak disebutkan, maupun menguraikan perubahan di luar tanggal-tanggal tersebut. Pemisahan tanggal pengamatan dan tanggal acuan membantu mencegah anggapan bahwa harga pada 4 November merupakan hasil penetapan baru. Informasi yang dapat ditegaskan adalah belum ada penyesuaian baru untuk November, sementara harga BBM nonsubsidi masih merujuk pada penetapan 2 September 2026.

Dengan demikian, saat membandingkan daftar harga BBM Pertamina pada awal November, gunakan tanggal 4 November sebagai waktu berlakunya informasi dan tanggal 2 September sebagai acuan penetapan harga nonsubsidi. Keterangan tersebut berlaku sebatas harga dan waktu yang dicantumkan di sini. Tidak ada alasan perubahan harga yang dijelaskan, sehingga uraian ini tidak mengaitkan kondisi tersebut dengan faktor lain. Pembaca dapat merujuk pada daftar harga resmi untuk memeriksa nominal masing-masing produk, tanpa menganggap ada penyesuaian November yang belum tercantum.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, harga Pertamax Turbo pada 4 November 2026 tercatat Rp19.600 per liter. Wilayah yang termasuk dalam kelompok harga ini mencakup DKI Jakarta dan daerah sekitarnya. Angka tersebut menjadi acuan bagi konsumen yang ingin memperkirakan pengeluaran untuk mengisi bahan bakar jenis bensin beroktan tinggi tersebut pada tanggal yang disebutkan.

Dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp18.300 per liter, Pertamax Turbo mengalami kenaikan Rp1.300 per liter. Harga Rp18.300 itu merupakan angka pembanding yang disebut dalam sumber, bukan harga yang berlaku pada 4 November 2026. Dengan demikian, konsumen perlu merujuk pada harga Rp19.600 per liter untuk wilayah PBBKB 5 persen, bukan menggunakan nominal sebelumnya sebagai tarif terkini.

Sementara itu, Pertamax Green 95 dijual seharga Rp19.150 per liter pada tanggal tersebut. Harga sebelumnya yang menjadi pembanding adalah Rp16.600 per liter, sehingga terdapat selisih kenaikan Rp2.550 per liter. Nominal Rp16.600 juga bukan harga yang berlaku pada 4 November 2026; angka itu hanya menggambarkan harga pada periode sebelumnya sebagaimana dicantumkan dalam sumber informasi.

Perbedaan harga kedua produk tersebut pada 4 November adalah Rp450 per liter, dengan Pertamax Turbo berada di atas Pertamax Green 95. Informasi ini membantu pengguna membandingkan biaya sebelum memilih produk, tetapi harga yang diterapkan dapat berbeda menurut wilayah dan ketentuan pajak daerah. Karena itu, angka Rp19.600 dan Rp19.150 dalam rincian ini berlaku untuk konteks wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, sesuai keterangan yang tersedia.

Dalam menghitung biaya pengisian, pengendara dapat mengalikan harga per liter dengan jumlah liter yang dibeli. Sebagai gambaran, pembelian 10 liter Pertamax Turbo membutuhkan Rp196.000, sedangkan 10 liter Pertamax Green 95 membutuhkan Rp191.500, sebelum memperhitungkan kemungkinan perbedaan harga regional. Perbandingan tersebut menggunakan harga yang berlaku pada 4 November 2026, bukan nominal periode sebelumnya. Konsumen sebaiknya memeriksa informasi di SPBU atau kanal resmi Pertamina untuk memastikan kecocokan harga di lokasi masing-masing.

Pada pembaruan harga BBM Pertamina per 4 November 2026, dua produk diesel nonsubsidi yang mengalami perubahan adalah Dexlite dan Pertamina Dex. Keduanya tercatat memiliki harga baru yang lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya. Agar rincian masing-masing produk mudah dibaca, harga terbaru dan harga pembanding disajikan secara terpisah di bawah ini. Informasi yang dicantumkan berfokus pada perubahan nominal per liter, tanpa mengaitkannya dengan faktor atau penyebab tertentu.

Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter. Sebelumnya, harga produk ini tercatat Rp19.700 per liter. Dengan demikian, angka terbaru menunjukkan selisih Rp4.000 per liter dibandingkan harga sebelumnya. Perbandingan tersebut membantu pembaca melihat secara langsung posisi harga Dexlite pada pembaruan kali ini, sekaligus mengetahui angka yang menjadi acuannya. Untuk kebutuhan pencatatan atau perbandingan harga, nilai yang perlu diperhatikan adalah Rp23.700 per liter sebagai harga terbaru dan Rp19.700 per liter sebagai harga sebelumnya. Penyebutan keduanya secara berdampingan juga mencegah tertukarnya nominal lama dan nominal yang berlaku dalam informasi ini. Rincian Dexlite ini berdiri sendiri dan tidak mencampurkan angka dari produk diesel lain, sehingga perubahan harganya dapat dikenali dengan jelas.

Pertamina Dex juga mengalami perubahan harga. Produk tersebut meningkat menjadi Rp25.200 per liter, dari harga sebelumnya Rp21.150 per liter. Selisih kedua angka itu adalah Rp4.050 per liter. Dengan mencatat harga baru serta angka pembandingnya, pembaca dapat memahami perubahan Pertamina Dex secara terpisah dari Dexlite. Harga terbaru yang disebutkan untuk Pertamina Dex adalah Rp25.200 per liter, sedangkan Rp21.150 per liter merupakan harga sebelumnya. Kedua nominal ini merujuk pada produk yang sama, tetapi menggambarkan periode harga yang berbeda. Karena itu, saat membandingkan data, penting untuk membedakan angka terbaru dari angka pembanding agar informasi tidak dibaca terbalik. Rincian tersebut menyajikan perubahan nominal saja dan tidak memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan.

Secara ringkas, Dexlite tercatat naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sementara Pertamina Dex berubah dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Pemisahan rincian ini memudahkan pembaca membandingkan masing-masing produk dengan harga sebelumnya.

Informasi harga BBM yang tersedia untuk 4 November 2026 menyebut tiga produk dengan harga tetap, yaitu Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Ketiganya memiliki peruntukan dan kategori yang berbeda, sehingga harga Pertamax perlu dibedakan dari harga BBM subsidi. Rincian ini membantu pembaca membandingkan biaya pengisian tanpa menganggap seluruh produk berada dalam kelompok yang sama.

Pertamax merupakan BBM nonsubsidi. Harga Rp15.950 per liter yang dicantumkan berlaku sebagai harga produk tersebut dalam informasi yang dirujuk, bukan harga BBM subsidi. Sebagai produk nonsubsidi, Pertamax tidak semestinya disamakan dengan Pertalite maupun Bio Solar hanya karena ketiganya dijual di jaringan SPBU Pertamina. Perbedaan kategori itu penting saat membaca daftar harga, terutama bagi konsumen yang mempertimbangkan pilihan bahan bakar berdasarkan jenis kendaraan, kebutuhan, dan anggaran.

Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tercatat Rp6.800 per liter. Keduanya termasuk produk bersubsidi atau yang penyalurannya berkaitan dengan kebijakan subsidi dan penugasan pemerintah. Karena itu, harga yang tercantum untuk kedua produk tersebut berbeda dari harga Pertamax.

25 kunjungan