Jakarta | Sassuolo menelan kekalahan 2-4 dari Fiorentina pada pekan ke-10 Serie A 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mapei itu digelar pada Selasa, 3 November 2026 dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi sorotan karena laga ini juga menandai kembalinya Jay Idzes ke susunan pemain Sassuolo setelah lebih dari satu bulan absen akibat cedera. Meski kembali memperkuat lini belakang, kehadirannya belum cukup untuk menghindarkan tim tuan rumah dari kekalahan dalam pertandingan tersebut.
Pelatih Alberto Aquilani langsung mempercayakan tempat di tim inti kepada Idzes. Bek timnas Indonesia itu turun sejak menit awal sebagai bek tengah dan berduet dengan Fali Cande di jantung pertahanan. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Idzes kembali tersedia dan dinilai siap tampil setelah menjalani masa pemulihan. Ia pun bermain penuh selama 90 menit, sehingga laga kontra Fiorentina menjadi penampilan perdananya setelah absen lebih dari sebulan karena cedera.
Kembalinya Idzes menjadi perkembangan penting bagi Sassuolo, terutama karena klub kembali dapat mengandalkan salah satu pemain bertahan utamanya. Namun, comeback itu berlangsung dalam situasi yang sulit: Sassuolo harus menghadapi Fiorentina dan kebobolan empat gol sebelum laga berakhir dengan skor 2-4. Karena itu, hasil pertandingan tidak memberi akhir yang diharapkan bagi Idzes maupun timnya. Ia sudah kembali ke lapangan dan menyelesaikan pertandingan, tetapi Sassuolo tetap gagal mengamankan poin di kandang.
Penampilan penuh selama 90 menit juga menjadi bagian penting dari cerita laga ini, sebab Idzes baru kembali setelah periode pemulihan yang cukup panjang. Dengan turun sebagai starter, ia langsung mendapat tanggung jawab besar di lini pertahanan bersama Cande. Meski demikian, hasil akhir memperlihatkan bahwa kembalinya seorang pemain saja belum cukup untuk mengubah keadaan tim dalam pertandingan tersebut. Sassuolo harus menerima kekalahan 2-4 dari Fiorentina pada pekan ke-10, sementara Idzes menutup malam itu dengan kembali bermain penuh setelah absen karena cedera.
Kembalinya Jay Idzes ke lapangan memberi Sassuolo tambahan kualitas dalam membangun permainan, dan catatan operannya terlihat menonjol. Bek tersebut menyelesaikan 60 dari 62 operan, dengan akurasi mencapai 97 persen. Angka itu menunjukkan ketenangan serta ketepatan Idzes ketika mengalirkan bola kepada rekan setim, baik untuk menjaga penguasaan maupun memulai serangan. Ia juga mencatat 73 sentuhan, menandakan keterlibatannya yang cukup besar sepanjang pertandingan. Dari sisi bertahan, Idzes melakukan lima aksi: tiga sapuan, satu blok, dan satu intersep. Statistik tersebut memberi gambaran bahwa ia berkontribusi di dua fase permainan, meski performa individual yang rapi belum cukup untuk mengubah hasil akhir Sassuolo.
Kontras penampilan Idzes dan hasil kolektif tim tampak jelas dari banyaknya gol yang bersarang. Sassuolo gagal meredam serangan lawan secara konsisten, terutama ketika momentum pertandingan berubah selepas jeda. Fiorentina membuka keunggulan melalui Mateo Pellegrino pada menit ke-45+2, tepat sebelum turun minum. Setelah itu, Alieu Njie menambah gol pada menit ke-50. Sassuolo sempat menjaga harapan lewat Armand Laurienté, yang mencetak gol pada menit ke-25 dan kembali membobol gawang lawan pada menit ke-65. Namun, dua gol tersebut tidak mampu menutup celah di lini belakang atau mengimbangi produktivitas lawan. Franco Mastantuono mencetak gol pada menit ke-79, sedangkan Valde memastikan gol tambahan pada menit ke-90+3.
Rangkaian gol itu memperlihatkan bahwa akurasi operan tinggi seorang bek tidak otomatis menjamin pertahanan tim tetap aman. Dalam laga comeback ini, Idzes menjalankan tugas distribusi bola dengan efisien dan turut mencatat sejumlah intervensi defensif, tetapi Sassuolo masih kesulitan menjaga organisasi saat menghadapi tekanan. Kebobolan pada penghujung babak pertama dan segera setelah jeda menjadi pukulan penting, sementara gol-gol pada menit-menit akhir memperlebar jarak. Catatan individu Idzes karena itu dapat dinilai positif, khususnya dalam penguasaan dan penggunaan bola, tetapi tetap perlu dibaca bersama performa kolektif. Sassuolo membutuhkan koordinasi yang lebih kuat antarpemain belakang, perlindungan dari lini tengah, serta respons yang lebih cepat terhadap pergerakan lawan. Tanpa perbaikan tersebut, kontribusi teknis seperti milik Idzes berisiko tertutup oleh rapuhnya pertahanan dan hasil pertandingan yang mengecewakan.
Catatan FotMob menyoroti keterlibatan Jay Idzes dalam proses gol pertama Fiorentina. Menurut penilaian tersebut, bek Sassuolo itu gagal melakukan antisipasi ketika peluang lawan berkembang menjadi gol. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi atas penampilannya dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Sassuolo. FotMob memberikan rating 5,0 kepada Idzes, angka terendah di para pemain Sassuolo menurut sumber tersebut.
Nilai itu menunjukkan bahwa kontribusi Idzes dinilai kurang memuaskan dalam laga tersebut, terutama berkaitan dengan momen yang mendahului gol pembuka Fiorentina. Namun, penilaian itu tidak sepenuhnya sama dengan evaluasi Sassuolo News. Media tersebut memberi Idzes skor 5,5, sedikit lebih tinggi daripada rating FotMob. Perbedaan angka ini memperlihatkan adanya sudut pandang yang berlainan terhadap performa sang bek, meskipun keduanya menilai penampilannya belum cukup untuk menghindarkan Sassuolo dari hasil negatif.
Dalam komentarnya, Sassuolo News juga menyebut Idzes melakukan beberapa penyelamatan penting. Catatan itu menjadi sisi positif dari penampilan pemain yang baru kembali memperkuat tim. Meski demikian, media tersebut menilai kepulangannya belum mampu memulihkan kekokohan Sassuolo secara keseluruhan. Tim masih kebobolan, sehingga kembalinya Idzes belum beriringan dengan pertahanan yang kembali solid. Dengan demikian, evaluasi Sassuolo News memuat dua sisi: adanya sejumlah intervensi penting dari Idzes, tetapi juga belum pulihnya kestabilan pertahanan tim.
Perbedaan rating 5,0 dari FotMob dan skor 5,5 dari Sassuolo News memberi gambaran bahwa penilaian terhadap Idzes tidak sepenuhnya seragam. FotMob menekankan kegagalannya mengantisipasi rangkaian serangan yang menghasilkan gol pertama Fiorentina, sementara Sassuolo News turut mencatat beberapa penyelamatan yang ia lakukan. Kedua catatan itu tetap mengarah pada konteks yang sama: comeback Idzes belum mengubah hasil pertandingan maupun mencegah Sassuolo kembali kebobolan. Penilaian tersebut berfokus pada kontribusi individu dan keadaan lini belakang dalam laga itu, tanpa menghapus fakta bahwa ada intervensi penting yang dilakukan Idzes di tengah kekalahan timnya.
Kekalahan terbaru ini menegaskan bahwa Sassuolo belum berhasil keluar dari tren hasil buruk. Meski pertandingan tersebut sempat menjadi sorotan karena Jay Idzes kembali memperkuat tim, hasil akhirnya belum memberi alasan untuk menganggap persoalan mereka telah teratasi. Sassuolo masih harus mencari cara untuk menghentikan rangkaian penampilan yang mengecewakan dan mengembalikan konsistensi. Dalam situasi seperti ini, satu hasil negatif dapat menambah tekanan, terlebih ketika tim perlu segera menemukan respons yang tepat pada laga berikutnya.
Kehadiran kembali Idzes sebelumnya diharapkan dapat membantu membenahi lini belakang Sassuolo yang terlihat rapuh. Bek tersebut bisa memberi tambahan pilihan dan kekuatan bagi pertahanan, sehingga comeback-nya membawa harapan tersendiri bagi tim. Namun, Sassuolo tetap kebobolan empat gol dalam kekalahan ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa masalah pertahanan belum teratasi hanya dengan kembalinya seorang pemain. Perbaikan juga membutuhkan kerja kolektif, koordinasi yang lebih baik, serta kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Tanpa perubahan yang nyata, Sassuolo berisiko terus kesulitan membatasi peluang lawan dan mengamankan hasil.
Tantangan berikutnya pun tidak ringan. Tim asuhan Alberto Aquilani dijadwalkan bertandang ke markas AS Roma pada akhir pekan ini.
440 kunjungan