Enam Penyelam Basarnas Dikerahkan untuk Evakuasi Kru Helikopter Jatuh di Seruyan

oleh
Enam Penyelam Basarnas Dikerahkan untuk Evakuasi Kru Helikopter Jatuh di Seruyan

Kabupaten Seruyan | Helikopter MI-17V5 milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu. Saat kejadian, pesawat tersebut tengah menjalankan tugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting. Dalam misi itu, helikopter digunakan untuk operasi pemadaman melalui metode water bombing, yakni menjatuhkan air ke area yang terbakar. Kecelakaan terjadi ketika pesawat sedang mengambil air untuk keperluan operasi tersebut. Peristiwa ini membuat upaya pencarian dan evakuasi kru menjadi perhatian utama setelah helikopter dilaporkan jatuh di kawasan perairan setempat.

Urutan waktu penerbangan menunjukkan helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Setelah mengudara, pesawat mengalami kendala terbang sebelum kemudian jatuh sekitar pukul 11.18 WIB. Rentang waktu keberangkatan dan kecelakaan tersebut menjadi bagian penting dari kronologi kejadian. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa gangguan terjadi dalam penerbangan saat helikopter menjalankan misi pemadaman, bukan ketika sedang berpindah tugas di luar operasi. Pesawat kemudian berada di perairan Desa Sungai Perlu, wilayah Kecamatan Danau Sembuluh. Lokasi jatuh itu berada di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, sementara tujuan operasional penerbangan berkaitan dengan penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Operasi water bombing mengharuskan helikopter mengambil air sebelum membawanya untuk dijatuhkan di titik kebakaran. Dalam rangkaian tugas tersebut, kecelakaan dilaporkan terjadi saat proses pengambilan air berlangsung. Dengan demikian, jatuhnya MI-17V5 berlangsung di tengah kegiatan yang ditujukan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Kronologi awal ini menjelaskan kaitan penerbangan dari Kuala Pembuang, kendala yang dialami di udara, dan lokasi kejadian di perairan Seruyan. Rincian mengenai penyebab kendala maupun kondisi pesawat sebelum jatuh tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, uraian kejadian pada tahap ini terbatas pada waktu keberangkatan, perkiraan waktu kecelakaan, serta konteks misi pemadaman yang sedang dijalankan.

Setelah kecelakaan helikopter di Seruyan, Basarnas mengerahkan enam personel penyelam terlatih dari Kantor SAR Palangka Raya untuk membantu proses evakuasi kru. Pengerahan ini menjadi bagian dari upaya pencarian dan penanganan korban di lokasi kejadian. Personel yang ditugaskan memiliki kemampuan menyelam, sehingga dapat mendukung tim dalam pekerjaan evakuasi yang memerlukan keterampilan khusus. Basarnas menyiapkan tenaga tersebut untuk memperkuat operasi bersama unsur lain yang telah berada atau disiapkan menuju lokasi. Langkah ini diambil agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi, dengan dukungan personel yang sesuai dengan kebutuhan operasi di lapangan.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan bahwa enam penyelam itu telah diberangkatkan dari Palangka Raya. Saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu, ia mengatakan tim diperkirakan sudah berada di lokasi. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa mobilisasi personel telah dilakukan dan mereka ditujukan untuk segera bergabung dalam penanganan insiden. Kehadiran penyelam diharapkan membantu pelaksanaan tugas evakuasi kru helikopter, mengikuti arahan serta pengaturan operasi yang berlaku. Basarnas tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga menghubungkan dukungan dari unit SAR daerah dengan tim yang disiapkan oleh unsur lain.

Enam penyelam Kantor SAR Palangka Raya bergabung dengan tim yang disiapkan TNI AD. Keterlibatan kedua unsur tersebut memperkuat dukungan personel dalam operasi evakuasi, dengan masing-masing tim bekerja dalam koordinasi di lokasi. Basarnas menyampaikan pengerahan ini sebagai bagian dari respons setelah helikopter jatuh, sementara rincian pelaksanaan evakuasi bergantung pada kondisi dan kebutuhan lapangan. Dengan tenaga terlatih yang dikirim serta dukungan tim TNI AD, upaya penanganan dapat dijalankan secara bersama-sama. Informasi mengenai keberangkatan dan perkiraan kedatangan personel disampaikan Edy Prakoso ketika memberikan keterangan di Jakarta pada Rabu, setelah tim diberangkatkan dari Kantor SAR Palangka Raya.

Dalam penanganan kecelakaan helikopter di Seruyan, Basarnas lebih dahulu memaksimalkan sumber daya penyelam yang tersedia di Kantor SAR Palangka Raya. Langkah itu menjadi bagian dari kesiapan operasi pencarian dan evakuasi kru, dengan mempertimbangkan kondisi lokasi serta kebutuhan penanganan di lapangan. Penyelam setempat menjadi unsur awal yang dapat dikerahkan, sementara perkembangan operasi dan kebutuhan personel terus menjadi pertimbangan bagi tim SAR. Basarnas tidak menyampaikan bahwa badan helikopter telah dievakuasi; informasi yang tersedia berfokus pada kesiapan personel untuk menangani kru.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Edy Prakoso, menyebut penyelam Basarnas Special Group (BSG) yang berada di Jakarta dalam kondisi siap dikerahkan sewaktu-waktu. Keterangan tersebut menunjukkan bahwa dukungan tambahan telah disiapkan apabila operasi membutuhkan tenaga penyelam dengan kemampuan khusus. Namun, kesiapan untuk diberangkatkan tidak sama dengan keterangan bahwa tim BSG telah tiba atau melaksanakan tugas di Seruyan. Pengerahan personel tambahan dapat disesuaikan dengan penilaian dan koordinasi operasi SAR, tanpa mendahului laporan resmi mengenai perkembangan di lokasi kejadian.

Selain kesiapan Basarnas, TNI AD juga mengirim personel setelah kecelakaan terjadi untuk membantu upaya evakuasi kru melalui jalur udara. Dukungan itu melengkapi langkah pencarian dan penanganan yang dilakukan oleh unsur terkait, dengan jalur udara menjadi bagian dari upaya mencapai lokasi serta mendukung proses evakuasi. Informasi mengenai pengiriman personel tersebut tidak dengan sendirinya memastikan bahwa seluruh kru telah berhasil dievakuasi. Karena itu, perkembangan hasil operasi perlu merujuk pada keterangan resmi pihak berwenang. Secara keseluruhan, langkah yang disampaikan mencakup pemaksimalan penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya, kesiapan BSG di Jakarta, serta dukungan personel TNI AD lewat udara. Ketiganya menggambarkan persiapan lintas unsur untuk menangani evakuasi kru, bukan laporan bahwa badan pesawat telah diangkat atau dipindahkan dari lokasi jatuh.

Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa enam orang berada di dalam helikopter yang jatuh di Seruyan. Dari jumlah tersebut, satu kru ditemukan meninggal dunia. Jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang. Sementara itu, lima kru lainnya dilaporkan selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

Keterangan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi para kru setelah insiden, tetapi belum merinci identitas maupun keadaan masing-masing orang. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan saat ini terbatas pada jumlah korban meninggal dan selamat serta lokasi penanganan mereka. Tidak ada rincian tambahan yang dapat digunakan untuk menjelaskan kondisi medis kelima orang yang selamat.

Jenazah yang ditemukan telah dibawa ke RS Kuala Pembuang, sedangkan para kru yang selamat juga berada di rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan. Belum tersedia keterangan lebih lanjut mengenai jenis perawatan yang diberikan, perubahan kondisi mereka, atau waktu pemulangan. Informasi tersebut sebaiknya tidak diasumsikan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Perkembangan penanganan badan helikopter juga belum disampaikan secara resmi. Dengan demikian, belum ada laporan resmi yang memastikan apakah badan helikopter telah dievakuasi, kapan proses tersebut akan dilakukan, atau bagaimana tahapan penanganannya. Keterangan mengenai kondisi kru tidak dengan sendirinya menjelaskan proses evakuasi pesawat, sehingga kedua hal itu perlu dibedakan.

Dalam mengikuti perkembangan peristiwa ini, masyarakat dapat berpegang pada informasi yang telah dikonfirmasi: satu orang meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke RS Kuala Pembuang, sementara lima orang lainnya selamat serta menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sampai ada pembaruan resmi, belum ada rincian lain yang dapat dipastikan mengenai identitas kru, penyebab teknis kecelakaan, maupun evakuasi badan helikopter.

Baca juga: Aksi Kemanusiaan Di Laut Lepas, KRI WSH-991 Evakuasi 11 Warga Papua Nugini | Tim Penyelam TNI AL Temukan 15 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

5 kunjungan