Ahmad Dhani dan Sandhy Sondoro Buka Karaoke Night, Cerita Salah Sebut Nama Jadi Sorotan

oleh -31 Dilihat
oleh
Ahmad Dhani dan Sandhy Sondoro Buka Karaoke Night, Cerita Salah Sebut Nama Jadi Sorotan

Jakarta | Ahmad Dhani dan Sandhy Sondoro menggelar Karaoke Night di Java Rock, Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 20 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi pembuka rangkaian hiburan yang direncanakan berlangsung setiap Selasa selama satu bulan ke depan. Pada malam perdana ini, pengunjung dapat menikmati acara tanpa biaya. Kehadiran dua musisi tersebut menjadi bagian utama dari pembukaan, sekaligus menandai dimulainya agenda mingguan di tempat tersebut.

Karaoke Night disiapkan sebagai kegiatan rutin yang memberi ruang bagi pengunjung untuk menikmati suasana musik dan karaoke di Java Rock. Jadwal setiap Selasa selama sebulan mendatang menjadi salah satu informasi penting bagi mereka yang ingin mengikuti acara pada pekan-pekan berikutnya. Namun, ketentuan untuk malam pembuka berbeda dari pelaksanaan selanjutnya. Penyelenggara menyampaikan bahwa pengunjung tidak dikenakan biaya untuk menikmati acara perdana pada 20 Oktober.

Mulai pekan berikutnya, pengunjung akan dikenai minimum charge. Dengan demikian, malam pembuka menjadi satu-satunya kesempatan tanpa biaya dalam rangkaian yang telah diumumkan sejauh ini, sementara acara berikutnya mengikuti ketentuan minimum charge. Informasi tersebut memberi gambaran mengenai perubahan aturan dari satu pekan ke pekan berikutnya, tanpa merinci nilai biaya yang akan berlaku. Karaoke Night di Java Rock pun dijadwalkan kembali pada Selasa berikutnya, sebagai bagian dari agenda bulanan yang digelar di Kemang.

Di sela acara Karaoke Night, Ahmad Dhani sempat menjawab pertanyaan wartawan mengenai program yang mempertemukannya dengan Sandhy Sondoro. Percakapan itu berlangsung dalam suasana santai, jauh dari kesan serius atau tegang. Saat membahas rekannya tersebut, Dhani menyelipkan pengakuan ringan tentang hal yang baru ia ketahui: selama ini ia mengira nama Sandhy dilafalkan “Sandoro”.

Dhani kemudian menyadari bahwa penyebutan yang benar adalah “Sandhy Sondoro”. Pengakuan itu menjadi sorotan karena disampaikan secara terbuka ketika ia sedang berbincang dengan awak media. Momen tersebut memperlihatkan adanya kekeliruan sederhana dalam melafalkan nama, sekaligus menjadi bagian menarik dari obrolan seputar acara. Tidak ada indikasi bahwa pernyataan itu dimaksudkan sebagai sindiran atau bentuk ketegangan di keduanya.

Nama seorang musisi bisa saja terdengar berbeda bagi orang yang belum mengetahui cara pengucapannya. Dalam kasus ini, Dhani menceritakan bahwa ia baru memahami pelafalan nama Sandhy setelah mengetahui penyebutan yang tepat. Karena disampaikan dengan nada ringan, kisah tersebut terasa seperti anekdot spontan yang muncul di tengah wawancara, bukan persoalan yang perlu dibesar-besarkan. Fokus pembicaraan tetap pada kegiatan karaoke dan penampilan mereka.

Dalam acara itu, Dhani dan Sandhy tampil bernyanyi bersama dengan iringan berbasis karaoke. Format tersebut membedakan penampilan mereka dari pertunjukan yang disertai band pengiring secara langsung. Keduanya membawakan lagu dalam suasana yang lebih kasual, selaras dengan konsep Karaoke Night. Dengan demikian, perhatian publik terhadap salah sebut nama hadir berdampingan dengan aspek utama acara, yakni pengalaman menyanyi bersama dalam format karaoke.

Pengakuan Dhani tentang pelafalan “Sandoro” dan koreksinya menjadi “Sandhy Sondoro” menambah warna pada interaksi di sela acara. Cerita itu dapat dipahami sebagai momen kecil yang menghibur, tanpa mengubahnya menjadi konflik atau ejekan. Sementara itu, penampilan bersama mereka tetap berlangsung dengan iringan karaoke, sesuai konsep acara yang mempertemukan dua musisi tersebut dalam suasana santai.

Ahmad Dhani menjelaskan bahwa Karaoke Night bukan gagasan yang muncul secara mendadak. Program yang melibatkan dirinya bersama Sandhy Sondoro itu, menurut Dhani, sudah direncanakan sejak lama. Namun, rencana tersebut tidak langsung dapat diwujudkan karena berbagai kesibukan yang harus mereka jalani. Jadwal pekerjaan masing-masing menjadi salah satu hal yang membuat pelaksanaannya tertunda. Setelah kesempatan yang sesuai akhirnya tersedia, konsep itu pun mulai dijalankan. Penjelasan tersebut memberi konteks bahwa acara ini telah melalui masa perencanaan sebelum diperkenalkan kepada penonton. Bagi Dhani, penundaan itu bukan berarti rencana mereka dibatalkan, melainkan pelaksanaannya perlu menunggu waktu yang memungkinkan. Karena itu, Karaoke Night hadir sebagai realisasi dari gagasan yang sudah lama mereka bicarakan. Dhani menyampaikan hal tersebut saat mengulas latar belakang program, sekaligus menjelaskan apa yang membedakannya dari kegiatan karaoke biasa.

Salah satu ciri yang ditekankan Dhani adalah sistem suara yang digunakan dalam acara. Ia menyebut bahwa mereka tidak mengandalkan perangkat karaoke yang sudah tersedia di tempat penyelenggaraan. Sebaliknya, sound yang dipakai merupakan perangkat yang mereka buat sendiri. Dhani menggambarkan karakter suara tersebut sebagai high fidelity atau high end. Keterangan ini menjadi bagian penting dari konsep yang ingin mereka hadirkan, tanpa perlu menambahkan rincian teknis lain. Dengan pilihan sistem suara tersebut, Karaoke Night dirancang sebagai kegiatan bernyanyi bersama yang tetap memberi perhatian pada mutu audio. Penjelasan Dhani juga menunjukkan bahwa istilah karaoke dalam program ini tidak semata-mata merujuk pada fasilitas standar yang biasanya ditemukan di suatu tempat. Mereka membawa pendekatan sendiri, sesuai dengan karakter acara yang ingin dibangun. Karena itu, aspek suara menjadi salah satu pembeda yang disorot ketika Dhani menerangkan persiapan serta gagasan di balik Karaoke Night bersama Sandhy.

Dalam percakapan mengenai acara dan proyek lain, Dhani juga sempat membahas proyek 2G. Momen itu menarik perhatian ketika ia mula-mula menyebut nama tersebut sebagai “dua gundul”. Tak lama kemudian, Dhani meralat ucapannya menjadi “dua ganteng” sambil tertawa. Perubahan penyebutan itu disampaikan dalam suasana obrolan yang ringan, sehingga menjadi bagian tersendiri dari perbincangan tentang Karaoke Night. Ucapan tersebut tidak mengubah penjelasan utamanya mengenai rencana yang sempat tertunda maupun konsep suara yang mereka gunakan, tetapi menambah warna pada percakapan. Dengan demikian, cerita mengenai program ini memuat dua hal yang berbeda: paparan serius tentang persiapan dan sistem audio, serta selingan humor saat nama proyek 2G disebut. Penjelasan Dhani tentang rencana lama, kesibukan, dan sound buatan sendiri menjadi inti keterangannya, sementara koreksi “dua gundul” menjadi “dua ganteng” menghadirkan momen spontan yang mudah diingat dari obrolan tersebut.

Sandhy Sondoro menerima ajakan Ahmad Dhani untuk hadir dan bernyanyi di Java Rock karena ia mengidolakan musisi tersebut. Bagi Sandhy, kesempatan berada dalam suasana yang dekat dengan musik dan sosok yang ia kagumi menjadi alasan tersendiri untuk datang. Ia juga menilai suasana Java Rock terasa menyenangkan, sehingga acara itu bukan sekadar tempat untuk tampil, melainkan ruang untuk menikmati musik bersama.

Pengalaman tersebut membawa Sandhy pada kenangan lama. Ia merasa lagu-lagu yang diputar di Java Rock menawarkan suasana yang jarang ia temukan di tempat lain di Jakarta. Pilihan musik itu membuatnya teringat pada masa ketika lagu-lagu semacam itu menjadi bagian dari keseharian. Bagi Sandhy, mendengar kembali musik tersebut menghadirkan rasa nostalgia yang kuat sekaligus memberi pengalaman berbeda dari hiburan malam pada umumnya.

Video yang ditayangkan selama acara turut memperkuat kesan tersebut. Sandhy mengaku visual itu mengingatkannya pada masa kecil, sehingga suasana musik dan gambar yang hadir terasa akrab baginya. Perpaduan lagu-lagu pilihan dengan tayangan yang membangkitkan kenangan membuat malam itu terasa personal. Ia dapat menikmati acara bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai seseorang yang kembali bersentuhan dengan memori dan referensi musik dari masa lalu.

Di sisi lain, Dhani menyebut telah mencoba menguji suara Sandhy dengan membawakan sejumlah lagu milik Sandhy.

Baca juga: Kondisi itu terjadi ketika lembaga tersebut tengah berupaya membenahi tata kelola program yang selama ini menjadi sorotan