Sri Suparni Dorong Perempuan Rutin Memeriksakan Kesehatan

oleh -73 Dilihat
oleh
Sri Suparni Dorong Perempuan Rutin Memeriksakan Kesehatan

Jakarta | Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, membuka layanan vaksinasi human papillomavirus (HPV) di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menyediakan vaksinasi HPV serta pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS bagi pegawai perempuan dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM.

Layanan tersebut diselenggarakan serentak di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu. Dari 784 peserta yang terdaftar di seluruh lokasi, sebanyak 446 pendaftar berada di Jakarta. Pelaksanaan di beberapa wilayah memungkinkan pegawai perempuan dan anggota DWP mengikuti kegiatan kesehatan ini tanpa harus datang ke satu lokasi pusat.

Vaksinasi HPV dan SADANIS menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Melalui kegiatan ini, kementerian menghadirkan layanan kesehatan yang berfokus pada upaya pencegahan dan deteksi dini, sekaligus mendorong perempuan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Kedua layanan tersebut memiliki tujuan yang berbeda, tetapi sama-sama mendukung perhatian terhadap kesehatan perempuan.

HPV merupakan virus yang berkaitan dengan sejumlah gangguan kesehatan, termasuk kanker serviks. Vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dipertimbangkan, sementara pemeriksaan kesehatan tetap penting untuk membantu mengenali kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. SADANIS dilakukan sebagai pemeriksaan klinis payudara, sehingga peserta dapat memperoleh pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan sesuai layanan yang tersedia.

Dengan jumlah peserta terdaftar yang tersebar di empat kota, kegiatan ini menunjukkan jangkauan program kesehatan di lingkungan Kementerian ESDM. Sri Suparni Bahlil membuka layanan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong perempuan agar rutin memeriksakan kesehatan. Peserta juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh informasi mengenai layanan yang diikuti dan tindak lanjut yang sesuai apabila pemeriksaan menunjukkan perlunya evaluasi tambahan. Penyelenggaraan vaksinasi HPV bersama SADANIS dalam rangkaian peringatan hari jadi turut mengingatkan pentingnya menjadikan pencegahan dan pemeriksaan berkala sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan perempuan.

Sri Suparni mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan menjadikan pemeriksaan sebagai bagian dari perhatian rutin. Menurutnya, perempuan tidak perlu menunggu sampai muncul keluhan atau merasa sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Pemeriksaan tidak seharusnya baru dilakukan ketika tubuh sudah memberikan tanda bahwa ada sesuatu yang dirasakan. Pesan ini menekankan pentingnya mengambil langkah untuk mengetahui kondisi diri tanpa harus menunggu keadaan tertentu. Dengan demikian, perhatian pada kesehatan dapat dimulai sebelum seseorang mengalami keluhan. Ajakan tersebut ditujukan kepada perempuan agar tidak mengabaikan pemeriksaan hanya karena merasa dirinya baik-baik saja. Merawat kesehatan bukan semata-mata tindakan yang dilakukan saat sakit, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Sri Suparni berharap perempuan dapat menempatkan pemeriksaan sebagai hal yang wajar dan tidak terus menundanya.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa takut dan malu tidak semestinya menjadi penghalang bagi perempuan untuk memeriksakan kesehatan. Demikian pula kesibukan sehari-hari, yang kerap membuat seseorang menunda memberi perhatian kepada dirinya. Ketiga hal tersebut, menurut pesan yang disampaikan, tidak seharusnya mengalahkan kebutuhan untuk memeriksa kondisi kesehatan. Perempuan tetap dapat mengambil waktu untuk dirinya dan menjalani pemeriksaan tanpa harus menunggu sampai keluhan datang. Ajakan ini bukan berarti mengabaikan rasa yang mungkin muncul, melainkan mendorong perempuan agar tidak menjadikan rasa takut, malu, atau padatnya kegiatan sebagai alasan untuk terus menunda. Pemeriksaan perlu dipandang sebagai bagian dari kepedulian yang bisa dilakukan secara rutin, bukan hanya sebagai respons ketika tubuh terasa sakit. Sri Suparni mendorong perempuan untuk memberi perhatian yang layak kepada kesehatannya sendiri.

Pesan tersebut juga berkaitan dengan peran perempuan dan ibu di dalam keluarga. Sri Suparni menyampaikan bahwa merawat diri merupakan bagian dari merawat keluarga. Perempuan, termasuk ibu, memiliki peran dalam kehidupan keluarga, sehingga perhatian terhadap diri sendiri juga menjadi hal yang penting. Makna ajakan itu bukan meminta perempuan mengesampingkan keluarga, melainkan mengingatkan bahwa dirinya juga perlu diperhatikan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tidak perlu dipandang sebagai tindakan yang terpisah dari kepedulian terhadap keluarga. Menjaga perhatian pada diri sendiri dapat berjalan seiring dengan peran perempuan di rumah. Sri Suparni mendorong perempuan untuk tidak menunggu sakit, serta tidak membiarkan rasa takut, malu, maupun kesibukan menutup kesempatan untuk memeriksakan kesehatan. Dengan memprioritaskan pemeriksaan, perempuan menunjukkan kepedulian terhadap diri dan keluarganya.

Vaksinasi HPV merupakan langkah penting untuk membantu menurunkan risiko infeksi yang berkaitan dengan kanker serviks. Namun, menerima vaksin bukan berarti upaya pencegahan telah selesai. Perempuan tetap perlu memperhatikan kesehatan leher rahim dan menjalani pemeriksaan berkala sesuai arahan tenaga medis. Kedua langkah tersebut memiliki peran yang saling melengkapi, sehingga vaksinasi sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti skrining. Pemahaman ini penting agar keputusan mengenai pencegahan didasarkan pada keseluruhan upaya yang disarankan, bukan hanya pada satu tindakan. Tenaga kesehatan dapat memberi penjelasan mengenai pemeriksaan yang sesuai dan waktu pelaksanaannya berdasarkan panduan yang berlaku.

Vaksinasi membantu menurunkan risiko infeksi HPV, sedangkan skrining dapat menemukan perubahan pada leher rahim sejak dini. Dengan pemeriksaan, tenaga medis berpeluang mengidentifikasi perubahan yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut, meskipun seseorang telah menerima vaksin. Karena itu, vaksin dan skrining tidak menjalankan fungsi yang sama. Vaksin berperan dalam mengurangi risiko infeksi, sementara pemeriksaan berkala membantu memantau kondisi leher rahim. Menggabungkan keduanya menjadi pendekatan pencegahan yang lebih menyeluruh. Perempuan dapat berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui pilihan pemeriksaan serta mengikuti rekomendasi yang sesuai dengan kondisinya.

Penting pula untuk tidak menunda konsultasi hanya karena merasa sehat atau telah memperoleh vaksin. Pemeriksaan berkala tetap perlu dipertimbangkan sesuai arahan tenaga medis, yang dapat menjelaskan kapan skrining sebaiknya dilakukan dan langkah apa yang diperlukan setelah hasilnya diketahui. Pendekatan yang menggabungkan vaksinasi dan pemeriksaan ini sejalan dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menempatkan vaksinasi serta skrining sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks. Dengan memahami perbedaan dan hubungan kedua langkah tersebut, perempuan dapat mengambil keputusan kesehatan secara lebih terarah. Konsultasi dengan tenaga medis membantu memastikan informasi yang diterima tepat, sekaligus mendukung kebiasaan menjaga kesehatan leher rahim secara berkelanjutan.

Sri Suparni mengajak para peserta untuk tidak berhenti pada upaya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjadi penggerak informasi di lingkungan masing-masing. Pesan kesehatan yang benar dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan komunitas agar semakin banyak perempuan memahami pentingnya pemeriksaan rutin serta deteksi dini. Ia menekankan perlunya memilih sumber informasi yang valid dan menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami. Dengan demikian, ajakan untuk memeriksakan kesehatan tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu, melainkan membantu perempuan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Suparni juga mendorong peserta untuk merangkul sesama perempuan, terutama mereka yang belum terbiasa membicarakan kesehatan atau mengakses layanan pemeriksaan. Dukungan dari orang terdekat dapat membuat langkah awal terasa lebih mudah. Ia mengingatkan pentingnya mendorong anak perempuan mengikuti program imunisasi HPV yang disediakan pemerintah sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks. Sementara itu, kanker payudara belum dapat dicegah dengan vaksin. Karena itu, perempuan perlu mengenali perubahan pada tubuh dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan sesuatu yang berbeda.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kapuskes TNI Buka Bakti Sosial Kesehatan HUT Ke-81 TNI, Layani Masyarakat Serentak dan Tersebar Diseluruh Indonesia | Forkopimcam Hadir untuk Warga, Bagikan Masker sebagai Upaya Jaga Kesehatan