Bandung | Setelah direkrut Persib Bandung pada 2025, Thom Haye sempat tinggal di hotel sambil beradaptasi dengan kehidupan barunya di Bandung. Hotel menjadi tempat singgah yang praktis pada masa awal, ketika ia belum memiliki rumah untuk ditempati. Namun, tinggal sementara tentu berbeda dari memiliki ruang pribadi yang dapat diatur sesuai kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pencarian hunian menjadi salah satu hal yang perlu ia jalani setelah bergabung dengan klub.
Selama menetap di hotel, Haye mencari rumah yang dirasa cocok untuk menjadi tempat tinggal. Proses tersebut bukan semata-mata soal menemukan bangunan, melainkan juga mempertimbangkan kenyamanan dan kecocokan dengan rutinitasnya. Sebagai pemain yang perlu menjalani kegiatan profesional secara teratur, ia membutuhkan hunian yang dapat mendukung waktu beristirahat sekaligus memberi ruang untuk menjalani keseharian dengan lebih leluasa. Pilihan rumah yang tepat dapat membantu menghadirkan suasana lebih personal dibandingkan akomodasi sementara.
Pencarian itu kemudian mengantarkannya pada sebuah rumah di Bandung yang selanjutnya direnovasi agar memiliki tampilan modern. Sebelum hunian tersebut siap digunakan, hotel berperan sebagai tempat tinggal sementara selama ia mencari pilihan yang sesuai. Peralihan dari hotel ke rumah menandai perubahan penting dalam penataan kehidupannya di kota ini: dari ruang singgah yang sifatnya sementara menuju tempat yang dapat ia jadikan basis keseharian. Dengan menemukan rumah yang cocok, Haye dapat mulai membangun kenyamanan di luar lapangan, sembari menjalani perannya bersama Persib. Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa kepindahan seorang pemain tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di klub. Menemukan tempat tinggal yang pas merupakan bagian dari proses menyesuaikan diri, terutama ketika seseorang memulai babak baru di lingkungan yang berbeda. Bagi Haye, pencarian rumah berlangsung saat ia masih tinggal di hotel, sebelum hunian pilihannya menjalani pembaruan dan tampil dengan nuansa yang lebih modern.
Setelah menemukan rumah yang dinilai sesuai, Thom Haye mulai membicarakan rencana perubahan hunian tersebut. Ia menghubungi Clement Cadmiel, principal architect dari Patio Livity, untuk menangani renovasi. Pilihan ini menjadi awal proses penataan rumah yang berlangsung sekitar dua bulan, dengan kebutuhan dan preferensi Haye sebagai acuan utama. Renovasi tidak hanya berfokus pada pembaruan tampilan, tetapi juga pada suasana yang ingin ia rasakan ketika berada di rumah. Karena itu, komunikasi Haye dan arsitek menjadi bagian penting dalam menerjemahkan keinginannya ke dalam desain yang dapat diterapkan pada bangunan tersebut.
Haye menginginkan rumah dengan kesan modern dan bersih. Preferensi itu memberi arah bagi rancangan, mulai dari karakter visual yang sederhana hingga penggunaan elemen yang mendukung tampilan terang dan lapang. Salah satu permintaan yang ia sampaikan adalah menghadirkan banyak kaca. Bukaan kaca memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah, sehingga ruang terasa lebih cerah pada siang hari. Selain memberikan pencahayaan alami, penggunaan kaca juga mendukung kesan terbuka yang diharapkan Haye. Pilihan tersebut menjadi salah satu ciri penting dalam pendekatan renovasi, sekaligus membantu menghubungkan suasana interior dengan kondisi di luar rumah.
Di samping tampilan modern, Haye juga menginginkan hunian yang terasa sejuk. Kenyamanan suhu menjadi pertimbangan lain dalam menyusun kebutuhan rumah, berdampingan dengan pencahayaan dan estetika. Sumber yang membahas renovasi ini menyebutkan bahwa AC dipasang di dalam rumah, sebagai bagian dari upaya menghadirkan suasana yang nyaman. Dengan demikian, keinginan Haye tidak hanya menyangkut bagaimana rumah terlihat, tetapi juga bagaimana ruang tersebut mendukung keseharian. Perpaduan desain yang bersih, cahaya matahari yang masuk melalui banyak kaca, serta penggunaan AC menggambarkan prioritas yang ia sampaikan kepada Clement Cadmiel. Preferensi tersebut menjadi panduan bagi proses renovasi selama dua bulan itu.
Hunian baru Thom Haye di Bandung memiliki susunan yang mencakup dua lantai dan tiga kamar tidur. Informasi tersebut memberikan gambaran dasar mengenai skala rumah, sekaligus menunjukkan bahwa beberapa kebutuhan ruang telah disediakan di dalam bangunan. Ketiga kamar tidur menjadi bagian dari susunan rumah, tetapi keterangan yang tersedia tidak menjelaskan letak masing-masing kamar atau pembagian kamar tidur pada setiap lantai. Karena itu, gambaran ruang dapat disampaikan berdasarkan rincian yang telah disebutkan tanpa menambahkan penempatan yang belum dipastikan.
Pada lantai bawah terdapat ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil. Ketiga ruang ini merupakan area utama yang disebutkan untuk lantai tersebut. Ruang keluarga, ruang makan, serta dapur kecil melengkapi susunan lantai bawah, sementara jumlah lantai rumah menunjukkan bahwa hunian ini juga memiliki lantai kedua. Tidak tersedia keterangan lebih lanjut tentang ruang-ruang lain di lantai atas, sehingga susunannya tidak dapat dipastikan dari informasi yang ada.
Rincian mengenai tiga kamar tidur memberi gambaran tentang ruang pribadi yang tersedia di rumah. Namun, sumber tidak menyebutkan ukuran kamar, fungsi khusus tiap kamar, maupun siapa yang akan menggunakannya. Informasi tersebut juga tidak menerangkan apakah ada ruang tambahan selain ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil di lantai bawah. Dengan membatasi uraian pada fakta yang tersedia, susunan hunian dapat dipahami secara sederhana tanpa mengasumsikan detail tata ruang yang belum disampaikan.
Selain ruang-ruang tersebut, rumah ini memiliki tempat khusus untuk menyimpan koleksi sepatu Haye. Keberadaan tempat penyimpanan itu disebut sebagai bagian tersendiri dari fasilitas hunian, tetapi tidak ada rincian tentang desain, ukuran, bahan, atau lokasinya. Dengan demikian, susunan yang diketahui mencakup dua lantai, tiga kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan, dapur kecil di lantai bawah, serta tempat khusus bagi koleksi sepatu. Rincian ini menjadi gambaran dasar rumah tanpa menguraikan hal yang tidak tersedia.
Renovasi rumah baru Thom Haye di Bandung diselesaikan dalam waktu dua bulan. Rentang pengerjaan tersebut menjadi bagian penting dari kisah hunian barunya karena Haye membutuhkan rumah itu dalam waktu cepat. Dengan kebutuhan tersebut, renovasi tidak berlangsung berlarut-larut: pekerjaan dituntaskan dalam kurun dua bulan sebelum rumah digunakan. Informasi mengenai durasi ini menunjukkan bahwa proses pembaruan hunian berjalan sesuai kebutuhan utama Haye, yakni agar tempat tinggal barunya segera siap ditempati. Tidak ada rincian tentang tanggal tertentu ketika pengerjaan dimulai atau berakhir, tetapi lamanya renovasi disebut mencapai dua bulan. Setelah pekerjaan rampung, Haye langsung menempati rumah tersebut.
Kecepatan penyelesaian menjadi hal yang menonjol dalam proses renovasi ini. Haye tidak hanya membutuhkan rumah sebagai hunian baru, tetapi juga memerlukannya dengan segera. Karena itu, selesainya pekerjaan dalam dua bulan memungkinkan kebutuhan tersebut terpenuhi tanpa menunggu lebih lama. Durasi pengerjaan itu dapat disampaikan secara jelas, tanpa perlu menambahkan perkiraan mengenai jadwal harian, tahapan renovasi, ataupun alasan teknis di balik lamanya pekerjaan. Yang diketahui adalah renovasi telah selesai dalam kurun dua bulan dan rumah kemudian siap digunakan oleh pemiliknya. Urutan peristiwa tersebut memperlihatkan hubungan langsung kebutuhan Haye akan rumah yang cepat tersedia dan keputusan untuk segera menempatinya setelah renovasi selesai.
Begitu seluruh pekerjaan renovasi rampung, Haye langsung menempati rumah barunya di Bandung. Dengan demikian, rumah tersebut tidak dibiarkan kosong setelah proses pembaruan berakhir; hunian itu segera digunakan sesuai kebutuhan. Fakta mengenai waktu pengerjaan dan waktu pemakaian menjadi inti dari bagian ini: renovasi berlangsung selama dua bulan, Haye membutuhkan rumah tersebut dengan cepat, dan ia langsung tinggal di sana setelah pekerjaan selesai. Tidak ada tanggal penyelesaian yang disebutkan, demikian pula tidak tersedia keterangan mengenai biaya renovasi.
Baca juga: Dankodiklat TNI Resmikan Renovasi SDN 12 Martapura, Wujud Nyata Kepedulian Lewat Super Garuda Shield 2026 | Prediksi Skor Persib Bandung vs PSM Makassar: Laga Spesial Marc Klok, Ada Cerita di Baliknya! | Persib Bandung Lolos Fase Grup ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar Bicara Target Besar di Asia

