Kolaborasi Lintas Pihak Menguatkan Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism

oleh -64 Dilihat
oleh
Kolaborasi Lintas Pihak Menguatkan Mandalika sebagai Destinasi Sport Tourism

Kabupaten Lombok Tengah | Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sukses digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut menegaskan posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi sport tourism yang memiliki daya tarik global. Namun, keberhasilan kegiatan ini tidak lahir dari kerja satu institusi saja. Di balik berlangsungnya kompetisi dengan standar dunia terdapat sinergi pemerintah, badan usaha, penyelenggara, aparat keamanan, mitra, komunitas, dan masyarakat.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah atas dukungan yang diberikan. Penghargaan juga ditujukan kepada MotoGP Sports Entertainment Group, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang berperan penting dalam memastikan kesiapan sirkuit serta kelancaran rangkaian acara. Para pembalap dan tim turut diapresiasi karena menghadirkan persaingan kompetitif yang menjadi daya tarik utama bagi penonton dari berbagai daerah dan negara.

Kontribusi TNI-Polri, mitra dan sponsor, komunitas, serta media massa juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyelenggaraan yang aman, tertib, dan informatif. Koordinasi lintas pihak tidak hanya mendukung kelancaran balapan, tetapi juga memperluas dampak ekonomi dan sosial bagi kawasan sekitar. Kehadiran penonton mendorong aktivitas hotel, restoran, transportasi, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, serta menengah. Masyarakat lokal pun memperoleh peluang untuk terlibat dalam layanan wisata, ekonomi kreatif, dan kegiatan pendukung lainnya. Dengan demikian, ajang balap dunia di Mandalika berfungsi lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga, karena turut memperkenalkan Lombok, menggerakkan pariwisata, dan memperkuat manfaat pembangunan bagi pelaku usaha serta masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan balapan di Mandalika tidak hanya ditentukan oleh aksi para pembalap di lintasan. Di balik berlangsungnya setiap agenda, terdapat banyak pihak yang bekerja dan memberikan dukungan secara konsisten. Simon menyampaikan penghargaan kepada seluruh pekerja lapangan yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan acara tersebut. Apresiasi itu menunjukkan bahwa keberhasilan balapan merupakan hasil dari kontribusi bersama, bukan kerja satu pihak saja.

Penghargaan secara khusus diberikan kepada marshal, tenaga medis, petugas keamanan, dan petugas kebersihan. Peran mereka dipandang penting dalam mendukung jalannya acara serta menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Simon juga mengapresiasi para relawan dan pekerja yang turut membantu selama penyelenggaraan. Setiap kontribusi, baik yang terlihat langsung maupun berlangsung di balik layar, dianggap memiliki nilai penting bagi terciptanya pengalaman acara yang tertib dan lancar.

Dukungan juga datang dari pelaku UMKM yang ikut ambil bagian dalam suasana penyelenggaraan balapan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat dalam menyambut dan mendukung acara di Mandalika. Simon memandang kontribusi para pelaku usaha tersebut sebagai unsur yang melengkapi kerja berbagai pihak. Dengan demikian, keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jalannya perlombaan, tetapi juga dari kebersamaan seluruh unsur yang terlibat di dalamnya.

Apresiasi turut disampaikan kepada masyarakat Indonesia, terutama warga Lombok, yang menyambut para tamu dengan keramahan dan memberikan dukungan terhadap acara. Sambutan tersebut memperkuat suasana positif selama penyelenggaraan dan mencerminkan keterbukaan masyarakat setempat. Bagi Simon, keramahan warga serta dukungan publik merupakan bagian penting dari keberhasilan bersama. Seluruh pihak, mulai dari pekerja lapangan hingga masyarakat, memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam menguatkan Mandalika sebagai destinasi sport tourism.

Keterlibatan Pertamina dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia memiliki arti strategis yang melampaui dukungan terhadap penyelenggaraan balap. Simon memandang ajang tersebut sebagai momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah olahraga internasional sekaligus mengembangkan Mandalika sebagai destinasi sport tourism. Kehadiran penonton, tim, mitra, dan wisatawan mancanegara membuka peluang bagi peningkatan reputasi Indonesia, perluasan aktivitas pariwisata, serta pertumbuhan usaha masyarakat di sekitar kawasan. Mandalika tidak hanya dipandang sebagai sirkuit, tetapi sebagai ekosistem destinasi yang menghubungkan olahraga, perjalanan, rekreasi, dan kegiatan ekonomi lokal.

Peran itu didukung oleh ekosistem Pertamina Group yang menghubungkan sektor energi, mobilitas, pariwisata, dan akomodasi. Ketersediaan energi yang andal menjadi fondasi bagi operasional sirkuit, fasilitas publik, transportasi, dan pelaku usaha. Pada saat yang sama, layanan penerbangan, konektivitas perjalanan, serta akomodasi membantu memperlancar akses menuju Mandalika dan mendukung kebutuhan pengunjung maupun penyelenggara. Keterkaitan berbagai layanan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan destinasi olahraga memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari penyediaan bahan bakar dan infrastruktur energi hingga layanan perjalanan serta ruang usaha bagi masyarakat.

Dimensi internasional juga diperkuat melalui kemitraan Pertamina Enduro dengan VR46 Racing Team. Kolaborasi ini memberikan ruang bagi merek nasional untuk hadir dalam ekosistem motorsport dunia dan menjangkau audiens global. Penggunaan Pertamax Turbo pada safety car Pertamina Grand Prix of Indonesia turut menjadi sarana memperkenalkan produk energi Indonesia melalui ajang berstandar internasional. Bagi Pertamina, keterlibatan tersebut berkaitan dengan penguatan kepercayaan terhadap merek dan peluang pengembangan pasar, bukan sekadar eksposur. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung ketahanan energi, memperluas manfaat ekonomi, serta mendorong pusat pertumbuhan baru di Indonesia melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan balapan di Mandalika diharapkan memberikan manfaat yang melampaui periode kompetisi. Keterlibatan masyarakat sebagai pelaku ekonomi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata dan olahraga otomotif. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui usaha lokal di berbagai sektor, seperti akomodasi, kuliner, transportasi, kerajinan, perdagangan, jasa wisata, hingga penyediaan pengalaman budaya bagi pengunjung. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memperoleh peran langsung dalam menciptakan nilai ekonomi dari setiap kegiatan yang berlangsung.

Dukungan terhadap usaha lokal diarahkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memperkuat sumber penghidupan masyarakat. Kehadiran wisatawan, tim balap, dan komunitas penggemar dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk, membangun jaringan, dan memahami standar pelayanan yang lebih baik. Peningkatan kapasitas tersebut penting agar manfaat ekonomi tidak berhenti ketika balapan selesai, melainkan tetap berkembang melalui kegiatan pariwisata, agenda olahraga, dan kunjungan berulang ke kawasan Mandalika.

Simon juga memandang bahwa pengembangan ekosistem motorsport membutuhkan kolaborasi yang konsisten. Kerja sama pemerintah, penyelenggara, dunia usaha, komunitas, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk menyediakan ruang belajar serta inspirasi bagi pembalap muda Indonesia. Kehadiran ajang internasional dapat memperkenalkan disiplin, teknologi, dan peluang karier di dunia balap, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengembangkan kemampuan secara terarah. Ruang pembinaan yang berkelanjutan akan membantu melahirkan talenta baru dari berbagai daerah.

Sejalan dengan itu, kapasitas usaha dan layanan masyarakat lokal perlu terus diperkuat agar mampu mendukung pertumbuhan pariwisata Mandalika secara berkelanjutan. Pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, dan kemitraan dapat membantu masyarakat meningkatkan daya saingnya. Simon berharap semangat kolaborasi terus berlanjut, sehingga Mandalika berkembang sebagai destinasi sport tourism yang inklusif sekaligus menjadi ruang bagi talenta Indonesia untuk bertumbuh, berkarya, dan maju bersama.