Kunjungan Pramono Anung ke Sekolah Hasil Revitalisasi Disambut Antusias Siswa Jaktim

oleh -93 Dilihat
oleh
Kunjungan Pramono Anung ke Sekolah Hasil Revitalisasi Disambut Antusias Siswa Jaktim

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi dua sekolah di Jakarta Timur yang telah rampung menjalani revitalisasi. Kunjungan tersebut berlangsung di SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan Pramono menjadi perhatian warga sekolah, terutama para siswa yang menyambutnya dengan antusias di lingkungan pendidikan yang telah selesai diperbarui.

Saat Pramono tiba, para siswa SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta sedang berolahraga di area sekolah. Suasana kegiatan olahraga tersebut turut mewarnai momen kedatangan Gubernur DKI Jakarta. Para siswa tampak berada di lingkungan sekolah ketika kunjungan berlangsung, sehingga kehadiran Pramono disambut secara langsung oleh mereka.

SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta merupakan dua sekolah di Jakarta Timur yang telah menyelesaikan proses revitalisasi. Penyelesaian pekerjaan itu membuat kedua satuan pendidikan tersebut menjadi lokasi kunjungan Pramono pada pagi hari. Informasi mengenai lokasi, waktu, dan kegiatan dalam kunjungan ini merujuk pada peristiwa saat ia datang ketika para siswa sedang berolahraga.

Kunjungan tersebut menandai perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap sekolah yang telah rampung direvitalisasi. Kedatangan Pramono di kedua sekolah itu berlangsung dalam suasana yang akrab, dengan para siswa menyambutnya secara antusias. Momen tersebut juga memperlihatkan aktivitas siswa di lingkungan sekolah setelah fasilitas pendidikan di SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta selesai menjalani revitalisasi.

Kedatangan Pramono Anung di sekolah yang telah selesai direvitalisasi mendapat sambutan hangat dari para siswa SD dan SMP di Jakarta Timur. Begitu gubernur tiba di lingkungan sekolah, siswa langsung menghampiri dan mengerumuninya. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran Pramono setelah sebelumnya menantikan kesempatan untuk melihat langsung pemimpin daerah tersebut di sekolah mereka.

Sejumlah siswa bahkan berebut untuk bersalaman dan menyapa Pramono. Suasana berlangsung akrab dan penuh semangat. Di tengah kerumunan itu, para siswa menyampaikan apresiasi atas selesainya proses revitalisasi sekolah. Mereka merasa senang karena lingkungan belajar yang digunakan sehari-hari kini mengalami perubahan yang lebih baik. Ungkapan kegembiraan tersebut juga disampaikan melalui seruan bahwa sekolah mereka kini menjadi lebih bagus.

Pramono merespons sambutan itu dengan tersenyum dan menyapa para siswa satu per satu. Ia terlihat menikmati interaksi langsung dengan peserta didik yang menyambutnya secara spontan. Kehadiran gubernur tidak hanya menjadi momen peresmian atau peninjauan fasilitas, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kondisi sekolah mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono mendorong para siswa untuk memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah diperbaiki dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar mereka tetap bersemangat menuntut ilmu, rajin belajar, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Menurutnya, sekolah yang lebih nyaman perlu diiringi dengan kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran serta membangun kebiasaan positif.

Pesan itu disambut baik oleh para siswa yang terus menunjukkan antusiasme selama kunjungan berlangsung. Revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya memperbaiki bangunan dan fasilitas, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar. Pramono pun menyampaikan harapan agar seluruh siswa dapat berkembang, meraih prestasi, dan sukses pada masa depan melalui pendidikan yang dijalani dengan tekun.

Suasana kunjungan Pramono Anung ke sekolah hasil revitalisasi di Jakarta Timur semakin meriah ketika seorang siswa mengajaknya bermain basket. Ajakan tersebut disampaikan secara spontan di tengah interaksi langsung gubernur dan para siswa. Momen itu segera menarik perhatian karena memperlihatkan kedekatan yang terbangun dalam suasana kunjungan yang berlangsung hangat dan terbuka.

Pramono menerima ajakan tersebut dengan antusias. Ia kemudian bersama siswa menuju lapangan basket yang berada di lingkungan sekolah. Di area tersebut, interaksi Pramono dan para siswa berlanjut melalui permainan basket. Kehadiran gubernur di lapangan membuat suasana kunjungan terasa semakin akrab. Para siswa dapat berinteraksi secara langsung, sementara Pramono menunjukkan kesediaannya untuk mengikuti ajakan mereka dalam suasana yang santai.

Momen bermain basket itu juga memperlihatkan bahwa kunjungan tidak hanya berlangsung dalam bentuk percakapan formal. Kedekatan dibangun melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian siswa, termasuk pemanfaatan ruang olahraga di sekolah. Lapangan basket menjadi salah satu bagian dari lingkungan sekolah yang dapat mendukung kegiatan siswa setelah revitalisasi dilakukan. Dari suasana interaksi tersebut, perhatian kemudian dapat diarahkan pada fasilitas sekolah yang telah diperbarui. Revitalisasi menghadirkan lingkungan belajar yang lebih tertata dan mendukung berbagai aktivitas, termasuk kegiatan olahraga. Dengan demikian, ajakan bermain basket menjadi penghubung antusiasme siswa menyambut kunjungan Pramono dan gambaran mengenai manfaat fasilitas sekolah hasil revitalisasi bagi warga sekolah.

Revitalisasi kawasan pendidikan tersebut dilatarbelakangi kondisi bangunan lama yang telah digunakan selama puluhan tahun. Gedung SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 sebelumnya berdiri sejak 1972, sementara gedung SMPN 91 Jakarta berdiri sejak 1962. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 269 Tahun 2025, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 digabungkan atau diregrouping menjadi satu kesatuan di SDN Pekayon 05. Penataan ini menjadi bagian dari revitalisasi yang turut mengintegrasikan SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta dalam satu kawasan pendidikan.

Sebelum rehabilitasi, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 memiliki 24 rombongan belajar dengan 14 ruang kelas. Setelah proses rehabilitasi, tersedia 30 ruang kelas. Penambahan tersebut disiapkan untuk meningkatkan daya tampung sekolah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pendidikan. Sementara itu, SMPN 91 Jakarta sebelumnya memiliki 16 rombongan belajar dengan delapan ruang kelas. Setelah direhabilitasi, sekolah tersebut memiliki 21 ruang kelas. Perubahan jumlah ruang kelas ini mencerminkan penataan kapasitas bangunan berdasarkan penggabungan dan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.

Bangunan hasil revitalisasi terdiri atas enam lantai dengan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar dan layanan sekolah. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, musala, kantin, toilet umum, toilet disabilitas, unit kesehatan sekolah (UKS), ruang bimbingan dan konseling (BK), serta aula. Kompleks ini juga dilengkapi panel surya, sistem proteksi kebakaran, lapangan futsal, dan lapangan basket. Selain menyediakan ruang pembelajaran, kelengkapan tersebut menjadi bagian dari rancangan fasilitas dalam kawasan pendidikan yang menaungi SDN Pekayon 05, hasil regrouping SDN Pekayon 12, serta SMPN 91 Jakarta.

Baca juga: Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh