Universitas Gunadarma Memulai Aktivitas Akademik di IKN dengan 48 Mahasiswa

oleh -93 Dilihat
oleh
Universitas Gunadarma Memulai Aktivitas Akademik di IKN dengan 48 Mahasiswa

Kota Nusantara | Universitas Gunadarma menjadi universitas pertama di Nusantara yang mulai menjalankan kegiatan akademik. Dimulainya aktivitas tersebut menandai langkah awal penyelenggaraan pendidikan tinggi di kawasan Ibu Kota Nusantara. Kehadiran kegiatan akademik ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembelajaran bagi mahasiswa telah dimulai secara resmi di lingkungan Universitas Gunadarma IKN.

Momen tersebut ditandai dengan penyambutan mahasiswa angkatan pertama oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono. Penyambutan berlangsung dalam kuliah umum yang diselenggarakan di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menyambut langsung para mahasiswa yang memulai perjalanan akademiknya di Nusantara.

Angkatan perdana Universitas Gunadarma di Nusantara berjumlah 48 mahasiswa. Jumlah tersebut menjadi bagian penting dalam awal pelaksanaan kegiatan akademik universitas di kawasan tersebut. Para mahasiswa itu tercatat sebagai kelompok pertama yang mengikuti kegiatan pendidikan tinggi Universitas Gunadarma di IKN.

Pelaksanaan kuliah umum dan penyambutan tersebut menegaskan dimulainya aktivitas akademik Universitas Gunadarma di Nusantara. Dengan hadirnya 48 mahasiswa angkatan pertama, universitas ini mengambil peran sebagai institusi pendidikan tinggi pertama yang memulai kegiatan akademik di kawasan Ibu Kota Nusantara. Peristiwa tersebut menjadi penanda awal kehadiran Universitas Gunadarma dalam perkembangan pendidikan tinggi di Nusantara.

Sebanyak 48 mahasiswa menjadi bagian dari angkatan pertama Universitas Gunadarma yang memulai aktivitas akademik di Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi melalui delapan pilihan program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan, pemerintahan, dunia usaha, serta masyarakat di kawasan baru tersebut. Keberagaman bidang keilmuan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memilih pendidikan sesuai minat, kemampuan, dan rencana karier masing-masing.

Delapan program studi yang tersedia meliputi Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika. Teknik Sipil serta Arsitektur memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan IKN. Sistem Informasi dan Informatika dapat mendukung pengembangan layanan digital, tata kelola berbasis teknologi, serta konsep kota cerdas. Sementara itu, Manajemen dan Akuntansi membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola organisasi, sumber daya, dan keuangan secara profesional. Program studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi turut berperan dalam memahami perilaku manusia, membangun hubungan sosial, serta menyampaikan informasi secara efektif dalam lingkungan masyarakat yang terus berkembang.

Kehadiran berbagai pilihan pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses kuliah bagi generasi muda, tetapi juga memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dan kebutuhan pembangunan IKN. Basuki Hadimuljono menyampaikan harapan agar Universitas Gunadarma dapat melengkapi ekosistem pendidikan di IKN secara menyeluruh. Ekosistem itu mencakup jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan tinggi. Dengan demikian, keberadaan kampus di IKN dapat menjadi bagian dari sistem pendidikan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung terbentuknya sumber daya manusia unggul bagi masa depan kawasan tersebut. Para mahasiswa angkatan perdana juga diharapkan menjadi perintis yang memperkenalkan kehidupan akademik dan budaya intelektual di IKN.

Pendirian dan pengembangan kampus Universitas Gunadarma di Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan hasil kolaborasi strategis Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN. Kerja sama ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan layanan kesehatan, kegiatan penelitian, serta pengembangan teknologi dan inovasi. Kehadiran institusi pendidikan tinggi di IKN diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan akademik, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pelayanan publik di kawasan tersebut.

Salah satu agenda utama kolaborasi tersebut ialah rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) bidang kedokteran Universitas Gunadarma di IKN. Dalam prosesnya, program tersebut akan memperoleh pendampingan dari FKUI, khususnya dalam pengembangan kurikulum, tata kelola akademik, dan penguatan mutu pendidikan kedokteran. Kedua institusi juga membahas pengembangan konsep one health, yaitu pendekatan yang menghubungkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kelestarian lingkungan secara terpadu.

Rektor Universitas Gunadarma, E.S. Margianti, menyampaikan bahwa universitas terus berupaya mengembangkan program studi kedokteran sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan IKN. Menurutnya, pengembangan tersebut perlu dilakukan secara bertahap melalui perencanaan akademik dan pembangunan fasilitas yang berkelanjutan. Ia juga menyebutkan rencana kelanjutan pembangunan Kampus N1, yang dirancang terdiri atas tiga bangunan untuk mendukung aktivitas pendidikan, penelitian, dan berbagai kegiatan kelembagaan.

Dekan FKUI, Anna Rozaliani, berharap IKN dapat berkembang sebagai living laboratory bagi pendidikan, penelitian, layanan kesehatan, teknologi, dan inovasi. Lingkungan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus tempat pengujian solusi terhadap persoalan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas institusi, pengembangan kampus di IKN diharapkan mampu menghasilkan model pendidikan dan layanan kesehatan yang adaptif, berbasis riset, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kawasan ibu kota baru.

Pelaksanaan aktivitas akademik Universitas Gunadarma di Ibu Kota Nusantara (IKN) ditandai dengan kuliah umum yang diselenggarakan secara hibrida. Kegiatan ini dapat diikuti secara langsung maupun daring melalui siaran UGTV, sehingga menjangkau peserta dari berbagai lokasi. Selain mahasiswa yang berada di IKN, kuliah umum tersebut diikuti sivitas akademika dari kampus Universitas Gunadarma di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Peserta dari Kampus UBE di Prancis juga turut bergabung, memperlihatkan jangkauan kerja sama dan konektivitas akademik yang melampaui batas wilayah Indonesia.

Kuliah umum itu diikuti ratusan peserta dan menjadi ruang perkenalan bagi mahasiswa yang memulai proses pembelajaran di lingkungan IKN. Di peserta terdapat lima mahasiswa penerima beasiswa Universitas Gunadarma yang berasal dari masyarakat lokal. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekitar, sekaligus melibatkan putra-putri daerah dalam pertumbuhan kawasan Nusantara.

Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Muhammad Latif, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara. Ia berharap angkatan pertama mahasiswa Universitas Gunadarma di IKN dapat menjadi teladan bagi mahasiswa yang akan mengikuti pada masa mendatang. Menurutnya, pengalaman sebagai kelompok perintis membawa tanggung jawab untuk membangun budaya belajar, kedisiplinan, dan semangat berprestasi sejak awal.

Latif menargetkan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4 selama menempuh pendidikan. Ia juga bercita-cita menjadi inovator muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, terutama bagi pengembangan IKN. Harapan tersebut mencerminkan keinginan mahasiswa lokal untuk tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga menghasilkan gagasan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

Kolaborasi kampus, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan menjadi awal bagi pengembangan pendidikan unggul, riset yang bermanfaat, serta pengabdian masyarakat di Nusantara. Melalui kegiatan akademik yang terhubung secara nasional dan internasional, IKN berpeluang berkembang sebagai lingkungan pendidikan yang mendorong inovasi dan kontribusi sosial.

Baca juga: Aksi Cepat TNI Respons Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung