Prabowo Menanyakan Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD, Jawa Barat Diwakili Wagub

oleh -284 Dilihat
oleh
Prabowo Menanyakan Dedi Mulyadi di Rakornas TPAKD, Jawa Barat Diwakili Wagub

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menyapa sejumlah kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober. Setelah lebih dahulu menyapa pejabat kabinet yang hadir, Prabowo mengatakan akan menyapa para gubernur. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang mempertemukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membahas perluasan akses keuangan.

Prabowo memulai sapaannya dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia kemudian menyebut Gubernur Banten Andra Soni, disusul Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu M. Iqbal. Sapaan berikutnya ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Penyebutan nama para gubernur berlangsung di hadapan peserta rakornas yang hadir di lokasi.

Saat menyapa Sherly, Prabowo menyampaikan komentar mengenai sambutan tepuk tangan yang diterima gubernur tersebut. Menurut Prabowo, tepuk tangan untuk Sherly biasanya paling ramai. Komentar itu disampaikan ketika ia menyapa para kepala daerah yang hadir, dan disambut perhatian peserta dalam ruangan. Prabowo kemudian melanjutkan interaksinya dengan jajaran pemerintah daerah.

Dalam kesempatan yang sama, perhatian juga tertuju pada Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi tidak hadir langsung dalam acara tersebut dan provinsi itu diwakili oleh Wakil Gubernur. Prabowo menanyakan Dedi Mulyadi saat mengetahui Jawa Barat diwakili wakil gubernur. Momen itu melengkapi rangkaian sapaan Presiden kepada para pemimpin daerah yang hadir di Rakornas TPAKD.

Agenda rakornas tersebut mengangkat koordinasi percepatan akses keuangan di daerah. Kehadiran para gubernur dan perwakilan pemerintah provinsi mencerminkan keterlibatan pemerintah daerah dalam pembahasan itu. Sapaan Prabowo, termasuk kepada gubernur yang hadir serta pertanyaannya mengenai Dedi Mulyadi, menjadi salah satu peristiwa yang tercatat dalam acara di JIExpo Kemayoran tersebut.

Dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Presiden Prabowo Subianto menyapa perwakilan sejumlah provinsi yang hadir. Saat menyebut Jawa Barat, ia mendapati Wakil Gubernur Erwan Setiawan berada di lokasi. Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang juga dikenal dengan sebutan KDM, tidak tampak di peserta yang hadir. Situasi tersebut membuat Prabowo menanyakan keberadaan KDM kepada perwakilan Jawa Barat.

Prabowo kemudian berkelakar bahwa orang yang secara geografis paling dekat justru tidak hadir dalam kegiatan itu. Jawa Barat memang berada dekat dengan Jakarta, tempat rakornas diselenggarakan. Meski demikian, ia tidak menyampaikan kepastian mengenai alasan Dedi Mulyadi berhalangan hadir. Prabowo hanya menduga bahwa gubernur tersebut mungkin sedang sibuk. Dengan demikian, keterangan yang disampaikan di acara itu sebatas dugaan umum, bukan penjelasan resmi dari Dedi Mulyadi ataupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Erwan Setiawan hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam agenda tersebut. Ketidakhadiran kepala daerah dan kehadiran wakilnya juga terjadi pada sejumlah provinsi lain. Gubernur Bali Wayan Koster diwakili Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, sementara Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud diwakili Wakil Gubernur Seno Aji. Adapun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Prabowo menyampaikan secara umum bahwa kepala daerah yang tidak hadir mungkin memiliki banyak pekerjaan. Ia tidak merinci alasan khusus masing-masing gubernur, sehingga keterangan tersebut tidak dapat dianggap sebagai konfirmasi mengenai kesibukan mereka. Kehadiran para wakil gubernur memastikan daerah tetap memiliki perwakilan dalam forum TPAKD, meski sejumlah gubernurnya tidak tampak secara langsung. Untuk Jawa Barat, perwakilan yang hadir dalam rakornas adalah Erwan Setiawan, sementara pertanyaan Prabowo mengenai KDM menjadi bagian dari sapaan kepada peserta.

Dalam pidatonya di Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Prabowo menjelaskan alasan dirinya menyapa kepala daerah dari tingkat provinsi. Ia mengatakan sapaan tersebut memang sengaja disampaikan agar masyarakat di daerah mengetahui siapa pemimpin yang mewakili wilayah mereka. Menurutnya, kehadiran dan pengenalan terhadap para pemimpin daerah penting untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus memberi gambaran mengenai jajaran pejabat yang menjalankan pemerintahan di daerah.

Prabowo juga menyatakan memahami bahwa sebagian kepala daerah tidak dapat menghadiri acara tersebut karena mungkin memiliki kesibukan atau agenda lain. Ia lalu menyebut sekitar 230 bupati hadir dalam Rakornas. Karena jumlahnya cukup banyak, Prabowo mengatakan tidak akan membacakan nama mereka satu per satu. Pernyataan itu disampaikan ketika ia menyinggung para kepala daerah yang hadir, termasuk untuk menjelaskan mengapa tidak semua nama disebutkan secara langsung dalam pidatonya.

Selain menyapa para pemimpin daerah, Prabowo menyampaikan apresiasi atas perkembangan kelembagaan TPAKD. Berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga akhir 2024 tim tersebut telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Cakupan pembentukan itu menunjukkan bahwa TPAKD telah hadir di berbagai tingkat pemerintahan daerah, sehingga koordinasi untuk memperluas akses keuangan dapat dijalankan melalui kelembagaan yang tersedia di wilayah masing-masing.

Prabowo mengapresiasi pencapaian pembentukan TPAKD tersebut dan menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta pihak-pihak lain yang turut terlibat. Ia mengakui bahwa terbentuknya tim di seluruh wilayah memerlukan kerja bersama berbagai lembaga dan pemangku kepentingan. Dukungan mereka dinilai berperan dalam membangun kelembagaan TPAKD, yang menjadi bagian dari upaya mendorong akses keuangan di daerah. Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, otoritas, dan unsur terkait lainnya dalam mendukung pelaksanaan tugas tim di setiap wilayah.

Sejumlah pejabat pemerintah, lembaga negara, dan parlemen tercatat hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD). Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai institusi dalam agenda koordinasi terkait akses keuangan di daerah. Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo Subianto juga hadir dan menyampaikan pidato. Jawa Barat diwakili oleh wakil gubernur, sementara perhatian turut tertuju pada pertanyaan Prabowo mengenai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pejabat yang tercatat hadir meliputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. Daftar tersebut juga mencakup Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Selain itu, hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Susunan pejabat yang hadir mencakup unsur kementerian, lembaga keuangan, lembaga statistik, dan DPR. Kehadiran mereka berlangsung dalam forum yang mempertemukan para pemangku kepentingan di tingkat nasional dengan perwakilan pemerintah daerah. Dalam konteks tersebut, Jawa Barat mengikuti kegiatan melalui wakil gubernurnya, bukan Gubernur Dedi Mulyadi.

Rakornas TPAKD merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan OJK bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sebelum Prabowo berbicara, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Urutan acara itu menempatkan laporan Ketua Dewan Komisioner OJK sebagai bagian dari rangkaian sebelum sambutan Presiden. Dengan demikian, selain menjadi forum koordinasi tahunan, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi dan berlangsung dengan laporan kepada Presiden terlebih dahulu sebelum pidato Prabowo.

Baca juga: Panglima TNI Tinjau Bakti Sosial dan Open Tournament Off Road di Ciwidey Jawa Barat