Jakarta | Luat Sihombing, Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, memandang budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi sekaligus fondasi yang dapat memperkuat daya tarik gim di pasar internasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam acara “Tencent White Paper Launch”, bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy 2026 di Jakarta, yang berlangsung pada Kamis. Dalam konteks perkembangan industri gim, pesan ini menempatkan kekayaan budaya bukan sekadar hiasan visual, melainkan bahan untuk membangun dunia, karakter, cerita, dan pengalaman bermain yang memiliki identitas. Gim yang berangkat dari konteks Indonesia dapat menawarkan sudut pandang yang berbeda di tengah persaingan global, sekaligus membuka ruang bagi audiens luar negeri untuk mengenal berbagai ekspresi lokal melalui medium interaktif.
Pendekatan yang dipaparkan Luat menekankan dua sasaran yang perlu berjalan beriringan: pengembang tetap relevan bagi pemain di Indonesia, sambil mengupayakan agar gimnya dapat menjangkau pasar global. Untuk itu, unsur lokal dapat dimasukkan ke dalam rancangan gim tanpa menghilangkan ciri budaya yang menjadi sumbernya. Keseimbangan ini menuntut pengembang memahami makna unsur yang digunakan, lalu menerjemahkannya dengan cara yang mudah dinikmati pemain dari latar berbeda. Lokasi, kebiasaan, bahasa, humor, atau pola hubungan sosial dapat memberi warna pada permainan, asalkan tidak diperlakukan sebagai tempelan semata. Identitas yang terasa autentik dapat menjadi pembeda, sedangkan penyajian yang komunikatif membantu pengalaman tersebut dipahami lebih luas.
Pengertian budaya dalam pendekatan ini juga tidak dibatasi pada tradisi atau warisan masa lampau. Budaya mencakup hal-hal populer yang hidup dalam keseharian masyarakat, termasuk meme yang berkembang dan dibagikan secara luas. Unsur semacam itu dapat menjadi bahan kreatif karena merekam cara masyarakat berkomunikasi, bercanda, dan merespons peristiwa. Namun, pengembang perlu mempertimbangkan konteks serta perubahan tren agar rujukan populer tetap terasa tepat dan tidak cepat kehilangan makna. Dengan mengolah tradisi maupun budaya kontemporer secara cermat, pembuat gim dapat menghadirkan karya yang berakar di Indonesia tetapi tetap terbuka bagi pemain dunia. Gagasan Luat menggarisbawahi bahwa jangkauan global tidak harus dicapai dengan menghapus kekhasan lokal; justru identitas yang kuat dapat menjadi modal untuk tampil menonjol di pasar internasional dan memperluas pengenalan terhadap budaya Indonesia.Bus Simulator Indonesia (BUSSID) memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal dapat menjadi bagian penting dari pengalaman bermain gim. Alih-alih menghadirkan latar yang terasa asing bagi pemain Indonesia, gim ini memasukkan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bus, jalan, suasana perjalanan, dan kebiasaan yang dijumpai di ruang publik memberi permainan tersebut konteks yang mudah dikenali. Kedekatan ini membantu pemain merasa akrab dengan dunia gim, sekaligus menawarkan gambaran Indonesia kepada pengguna dari negara lain.
Salah satu contoh unsur keseharian yang pernah hadir dalam BUSSID adalah meme “Om Telolet Om”. Seruan yang merujuk pada permintaan agar sopir bus membunyikan klakson itu populer pada 2016 dan menjadi fenomena yang dikenal luas, termasuk di ruang digital internasional. Meme tersebut kembali viral setelah menjadi tema lagu grup perempuan No Na. Kehadirannya dalam gim menunjukkan bahwa budaya populer tidak selalu harus diterjemahkan menjadi cerita besar atau simbol tradisional. Ungkapan sederhana yang hidup di tengah masyarakat pun dapat menjadi bahan untuk membangun pengalaman bermain yang terasa khas.
Luat menjelaskan mekanisme pengembangan unsur tersebut sebagai proses memasukkan meme ke dalam gim, kemudian membiarkan kontennya berkembang bersama permainan. BUSSID telah memiliki pemain loyal di Indonesia, sehingga elemen yang akrab bagi masyarakat setempat dapat berinteraksi dengan komunitas yang sudah terbentuk. Konten lokal itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari dunia gim yang terus dimainkan dan dibicarakan penggunanya. Menurut Luat, jumlah pengguna aktif bulanan BUSSID terus berkembang. Gim ini juga mampu menarik pemain dari India, memperlihatkan bahwa unsur yang berangkat dari pengalaman Indonesia dapat menjangkau audiens di luar negeri. Contoh ini menegaskan potensi budaya sehari-hari sebagai sumber inspirasi bagi industri gim: kekhasan lokal dapat memperkuat identitas permainan sekaligus membuka ruang bagi pemain lintas negara untuk mengenal dan menikmati konteks budaya yang berbeda.
Keberhasilan BUSSID menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari pengalaman dan referensi dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia dapat menemukan tempat di pasar gim yang lebih luas. Menurut Luat, pencapaian tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembang pemula maupun studio independen yang ingin merancang permainan dengan potensi menjangkau pemain internasional. Pelajarannya bukan bahwa setiap produk lokal otomatis akan sukses, melainkan bahwa identitas yang kuat dapat menjadi titik awal untuk membangun pengalaman bermain yang khas. Pengembang dapat mengamati hal-hal yang akrab di sekitar mereka, lalu mempertimbangkan bagaimana unsur tersebut diterjemahkan menjadi mekanik, cerita, karakter, atau suasana yang menarik bagi beragam pemain.
Budaya dan fenomena populer Indonesia menyediakan banyak bahan untuk eksplorasi kreatif. Kendaraan, lanskap, kebiasaan sehari-hari, bahasa, musik, kuliner, hingga tren yang tumbuh di media sosial dapat memberi permainan karakter yang berbeda dari produk yang hanya meniru formula global. Meme, misalnya, bisa menjadi inspirasi bagi tokoh, misi, atau humor, selama penggunaannya sesuai konteks dan tidak sekadar ditempelkan sebagai hiasan. Pemahaman terhadap sumber budaya juga penting agar penggambaran terasa autentik bagi pemain lokal dan tidak mengandalkan stereotip. Dengan riset, pengamatan, serta masukan dari komunitas, pengembang dapat memilih unsur yang relevan dan mengolahnya secara bertanggung jawab.
Agar berpeluang menarik audiens global, keunikan lokal perlu disampaikan melalui permainan yang mudah dipahami dan dinikmati, termasuk oleh orang yang belum mengenal latar budayanya. Desain yang jelas, kualitas teknis yang baik, serta penerjemahan dan konteks yang memadai dapat membantu pemain lintas negara memahami daya tariknya. Namun, jangkauan internasional tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti pemasaran, platform, persaingan, dan tanggapan pemain; tema lokal saja bukan jaminan keberhasilan. Bagi pengembang independen, pendekatan bertahap—menguji prototipe, mendengar umpan balik, dan memperbaiki permainan—dapat mengurangi risiko. Kisah BUSSID, sebagaimana disampaikan Luat, memberi dorongan untuk melihat kekayaan budaya sebagai bahan kreatif yang menjanjikan, bukan sebagai resep pasti untuk menembus pasar dunia.
Selain dukungan dari pelaku industri, pengembangan gim nasional memerlukan kerangka kebijakan yang memberi kepastian dan mendorong pertumbuhan jangka panjang. Pemerintah turut menyiapkan dukungan regulasi, termasuk melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Penyesuaian aturan tersebut diarahkan agar kebijakan lebih efektif menopang kebutuhan pelaku industri dan memperkuat ekosistem gim di Indonesia. Dukungan yang terencana dapat membantu usaha lokal berkembang, menarik investasi, serta membuka peluang bagi talenta kreatif dan teknis. Dengan demikian, regulasi bukan sekadar landasan administratif, melainkan salah satu instrumen untuk membangun industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Gambaran mengenai nilai ekonomi sektor ini tercantum dalam Tencent White Paper yang disusun Access Partnership, firma konsultan kebijakan publik. Laporan berjudul “The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in the Southeast Asia” tersebut menyebut industri gim Indonesia mencatat pendapatan total sebesar 1,3 miliar dolar AS pada 2025, setara sekitar Rp23 triliun. Pada tahun yang sama, kegiatan industri ini disebut menciptakan 257.400 lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja lokal.
Baca juga: Menerima Ketum PERIKLINDO Jenderal Moeldoko Bamsoet Dorong Indonesia Jadi Basis Industri Kendaraan Listrik Dunia | Sinergi Bersama Hadapi Potensi Bencana, Personel Kodim Bojonegoro Segarkan Kemampuan Jinakkan Api | Ingin Mengembangkan Potensi Anakmu yang Berbakat? Coba Lakukan 7 Cara Ini Menurut Psikologi
