Surplus Beras Sumut Capai 27.633 Ton, Sejumlah Komoditas Juga Lampaui Kebutuhan

oleh -61 Dilihat
oleh
Surplus Beras Sumut Capai 27.633 Ton, Sejumlah Komoditas Juga Lampaui Kebutuhan

Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan neraca beras daerah hingga Oktober 2026 berada dalam kondisi surplus sebesar 27.633 ton. Capaian tersebut menunjukkan produksi beras mampu melampaui kebutuhan masyarakat pada periode yang sama. Angka itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, dalam temu pers di lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada Jumat.

Fariz menjelaskan, kebutuhan beras Sumatera Utara pada Oktober diperkirakan mencapai 116.433 ton. Sementara itu, produksi beras daerah pada bulan tersebut berada di kisaran 144.066 ton. Selisih jumlah produksi dan kebutuhan itu menghasilkan surplus 27.633 ton. Perbandingan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai ketersediaan pangan di tingkat daerah, sekaligus menunjukkan pentingnya pemantauan berkala terhadap produksi dan konsumsi.

Surplus tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pasokan pada satu bulan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan Sumatera Utara. Ketersediaan beras yang melebihi kebutuhan dapat mendukung stabilitas pasokan daerah, terutama apabila hasil produksi dikelola dan didistribusikan dengan baik. Pemerintah daerah tetap perlu memperhatikan perubahan kebutuhan, kondisi panen, serta kelancaran distribusi agar ketersediaan beras dapat terjaga.

Dalam konteks itu, pengembangan kawasan pertanian unggulan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pengembangan kawasan dapat mendukung budidaya yang lebih terencana, meningkatkan kapasitas produksi, dan membantu menjaga keberlanjutan pasokan. Upaya tersebut juga penting untuk mempertahankan capaian surplus ketika kebutuhan masyarakat berubah atau menghadapi tekanan akibat kondisi produksi yang berfluktuasi. Dengan demikian, data neraca beras Oktober menjadi indikator ketersediaan pangan sekaligus landasan bagi pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan di Sumatera Utara.

Dalam paparan Fariz, data produksi dan kebutuhan untuk komoditas hortikultura mencakup cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Cabai merah tercatat memiliki produksi sebanyak 14.213 ton, sementara kebutuhan yang dicatat mencapai 9.855 ton. Kedua angka tersebut menggambarkan volume produksi dan kebutuhan cabai merah secara terpisah. Untuk cabai rawit, produksi yang disampaikan berjumlah 7.594 ton dengan kebutuhan sebesar 3.712 ton. Dengan demikian, pencatatan setiap jenis cabai menunjukkan angka masing-masing dan tidak digabungkan menjadi satu jumlah produksi ataupun kebutuhan.

Angka bawang merah disajikan dalam dua bentuk kondisi hasil. Produksinya setara 5.021 ton umbi basah, atau 3.306 ton apabila dinyatakan dalam kondisi kering. Kebutuhan bawang merah tercatat sebanyak 5.353 ton. Penyajian dua angka produksi tersebut mengacu pada perbedaan kondisi umbi, sehingga angka umbi basah dan angka kering merupakan keterangan untuk komoditas yang sama, bukan dua jenis produksi berbeda. Sementara itu, angka kebutuhan tetap dicatat sebesar 5.353 ton.

Fariz juga menyampaikan data untuk beberapa komoditas peternakan. Produksi daging sapi tercatat sebesar 1.773 ton, dengan kebutuhan sebanyak 891 ton. Untuk daging ayam ras, produksi yang dilaporkan berjumlah 20.383 ton dan kebutuhan tercatat 16.037 ton. Adapun produksi telur ayam ras mencapai 53.810 ton, sedangkan kebutuhannya sebesar 20.491 ton. Setiap komoditas tersebut memiliki pasangan angka produksi dan kebutuhan tersendiri, sebagaimana disampaikan dalam pemaparan.

Rincian tersebut memuat satuan ton untuk seluruh angka produksi maupun kebutuhan yang disebutkan. Pada kelompok hortikultura, data mencakup dua jenis cabai dan bawang merah dengan keterangan khusus mengenai kondisi basah serta kering. Pada kelompok peternakan, catatan mencakup daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Pemisahan berdasarkan komoditas dan jenis angka membantu mempertahankan perbedaan jumlah yang diproduksi dan jumlah kebutuhan. Data yang disampaikan untuk masing-masing komoditas adalah cabai merah 14.213 ton berbanding kebutuhan 9.855 ton, cabai rawit 7.594 ton berbanding 3.712 ton, serta bawang merah 5.021 ton umbi basah atau 3.306 ton kering dengan kebutuhan 5.353 ton. Untuk peternakan, catatannya meliputi daging sapi 1.773 ton dan kebutuhan 891 ton, daging ayam ras 20.383 ton dan kebutuhan 16.037 ton, serta telur ayam ras 53.810 ton dan kebutuhan 20.491 ton.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui intervensi dalam Program Strategis Daerah. Pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan membangun kawasan pertanian terpadu di sejumlah wilayah. Selain padi, jagung, cabai merah, dan bawang merah, program ini juga mencakup pengembangan sapi potong, rumah produksi kelapa, serta kopi. Pendekatan kawasan tersebut dirancang agar dukungan pemerintah dapat diberikan secara terarah, sementara pengelolaan dan pemasaran hasil lebih mudah dikoordinasikan.

Fariz menjelaskan, kegiatan dipusatkan pada satu hamparan lahan yang dikelola oleh satu kelompok tani. Dengan pola ini, petani dalam satu kawasan dapat menerima paket bantuan secara penuh, mulai dari dukungan untuk kegiatan budidaya hingga fasilitas yang dibutuhkan untuk mendorong produksi. Program tersebut juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai mitra pembeli tetap. Kemitraan ini diharapkan memberi kepastian pemasaran bagi hasil panen, sekaligus memperkuat hubungan kegiatan produksi di tingkat petani dan kebutuhan pasar.

Untuk komoditas padi, telah dibangun 10 kawasan dengan luas keseluruhan 300 hektare. Dari luasan tersebut, panen telah berlangsung pada 44,5 hektare dan menghasilkan 327,95 ton. Sementara itu, pengembangan jagung mencakup 13 kawasan dengan total luas 260 hektare. Panen di antaranya telah dilakukan pada 43 hektare, dengan produksi mencapai 345,6 ton. Angka tersebut menunjukkan hasil dari lahan yang sudah memasuki masa panen, bukan keseluruhan luas kawasan yang telah dibangun.

Pada komoditas hortikultura, terdapat 15 kawasan cabai merah dengan luas total 60 hektare. Enam kawasan, yang mencakup 24 hektare, telah memasuki panen dan menghasilkan 264 ton. Adapun bawang merah dikembangkan di 16 kawasan seluas 48 hektare. Enam kawasan di antaranya telah panen pada lahan seluas 18 hektare, dengan produksi tercatat 299,4 ton. Capaian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program kawasan terpadu, yang menggabungkan pengembangan budidaya, bantuan terpusat, pengelolaan kelompok tani, serta dukungan pembeli untuk memperkuat produktivitas pertanian Sumatera Utara.

Selain surplus beras dan komoditas lain yang telah melampaui kebutuhan, sejumlah program pengembangan pertanian dan peternakan di Sumatera Utara masih berada dalam tahap konstruksi atau penyelesaian. Pembangunan tersebut mencakup empat kawasan sapi potong serta fasilitas rumah produksi kelapa dan kopi. Progres setiap kegiatan berbeda, sementara target penyelesaiannya tersebar pada November hingga awal Desember 2026. Pemerintah masih melanjutkan pekerjaan di lokasi-lokasi tersebut sebelum program memasuki tahap berikutnya.

Empat kawasan sapi potong dibangun di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Asahan, dan Labuhanbatu. Hingga saat ini, seluruh kawasan itu masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada pekan pertama Desember 2026. Masing-masing lokasi merupakan bagian dari pengembangan kegiatan peternakan sapi potong di Sumut. Dengan target waktu tersebut, pengerjaan masih berlangsung di keempat kabupaten, dan penyelesaian ditujukan agar kawasan siap mendukung kegiatan budidaya sesuai peruntukannya.

Keempat kawasan menerima sekitar 150 ekor sapi. Jumlah itu terdiri atas 120 ekor sapi untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan. Pembagian tersebut mencakup dua kebutuhan dalam pengembangan peternakan, yakni pengelolaan sapi untuk penggemukan serta pengembangbiakan. Informasi mengenai jumlah ternak dan tahap pembangunan menunjukkan bahwa program masih berjalan, sehingga capaian berikutnya akan mengikuti penyelesaian konstruksi yang ditargetkan pada awal Desember.

Di sektor pengolahan.

Baca juga: TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar