Fantasy Bra Rp800 Miliar Kylie Jenner Pecahkan Rekor Victoria’s Secret

oleh -83 Dilihat
oleh
Fantasy Bra Rp800 Miliar Kylie Jenner Pecahkan Rekor Victoria’s Secret

Jakarta | Kylie Jenner mencuri perhatian saat menjalani debutnya di runway Victoria’s Secret dengan mengenakan Fantasy Bra yang bernilai 50 juta dolar AS, atau sekitar Rp800 miliar. Busana istimewa tersebut tercatat sebagai Fantasy Bra termahal yang pernah ditampilkan dalam sejarah peragaan Victoria’s Secret. Nilainya yang fantastis menjadikan penampilan Jenner sebagai salah satu momen paling menonjol dalam acara tersebut, sekaligus memberi sorotan baru pada tradisi lingerie mewah yang telah lama melekat pada merek itu. Kehadirannya bukan sekadar kemunculan seorang selebritas di atas runway, tetapi juga penanda bagi kembalinya salah satu ikon paling dikenal dalam pertunjukan Victoria’s Secret.

Fantasy Bra memiliki posisi khusus dalam sejarah peragaan tersebut. Setiap penampilannya biasanya menjadi pusat perhatian karena rancangan yang dibuat untuk menonjolkan kemewahan dan keistimewaan. Dalam kesempatan ini, nilai 50 juta dolar AS membuat busana yang dikenakan Jenner berada pada tingkat tersendiri, melampaui catatan sebelumnya dan menetapkan rekor baru. Angka sekitar Rp800 miliar memberi gambaran mengenai skala nilai yang dibicarakan, meski busana itu juga memiliki arti simbolis di luar harga. Ia mewakili kembalinya format penampilan yang pernah menjadi ciri khas acara, serta menciptakan titik perhatian yang kuat dalam debut Jenner di runway.

Momen tersebut juga penting karena Fantasy Bra terakhir kali ditampilkan pada 2018. Setelah jeda itu, kemunculan kembali ikon tersebut membawa perhatian pada warisan dan perubahan peragaan Victoria’s Secret. Jenner menjadi sosok yang mengenakannya dalam penampilan perdana di runway merek itu, sehingga dua hal bertemu dalam satu peristiwa: debutnya dan kembalinya Fantasy Bra. Tanpa perlu mengandalkan rincian lain, fakta mengenai nilai busana, rekor yang tercipta, dan jeda sejak penampilan terakhirnya sudah menjelaskan mengapa momen ini menonjol. Bagi penggemar mode dan pengamat budaya populer, penampilan tersebut menjadi pembicaraan karena menggabungkan nama besar, rancangan bernilai tinggi, serta tradisi yang sempat tidak hadir selama beberapa tahun. Catatan baru ini menegaskan besarnya sorotan terhadap debut Kylie Jenner di panggung tersebut.

Keistimewaan Fantasy Bra yang dikenakan Kylie Jenner terletak pada perpaduan jumlah batu permata, pilihan material, dan skala pengerjaannya. Rancangannya dihiasi 4.410 berlian alami, yang disusun untuk membentuk tampilan panggung berkilau dan mencolok. Banyaknya batu tidak hanya menambah kemewahan, tetapi juga membuat permukaan bra menangkap cahaya dari berbagai arah ketika Kylie tampil di atas panggung. Hasilnya adalah busana yang dirancang agar terlihat menonjol dari kejauhan sekaligus menyimpan rincian yang menarik saat diamati lebih dekat.

Pusat perhatian pada rancangan tersebut adalah sebuah berlian kuning fancy vivid berbentuk radiant cut dengan bobot 75,54 karat. Warna kuningnya yang kuat memberi kontras terhadap kilau berlian lain, sementara potongan radiant cut memadukan garis tegas dengan pantulan cahaya yang intens. Batu utama ini menjadi titik fokus visual pada penampilan Kylie, mengarahkan perhatian ke bagian tengah rancangan tanpa menghilangkan kesan menyeluruh dari ribuan berlian yang menghiasinya. Ukuran dan karakter batu tersebut juga memperlihatkan bahwa rancangan Fantasy Bra tidak sekadar mengandalkan jumlah permata, tetapi menempatkan satu batu istimewa sebagai pusat komposisi.

Skala kemewahan busana ini terlihat pula dari bobot keseluruhan perhiasannya, yang hampir mencapai empat pon atau sekitar 1,8 kilogram. Beban tersebut memberi gambaran tentang banyaknya material yang digunakan dan tantangan untuk menghadirkan perhiasan sebesar itu sebagai bagian dari busana panggung. Dengan ribuan berlian alami, batu kuning berukuran besar, dan bobot yang signifikan, Fantasy Bra tampil jauh berbeda dari pakaian dalam biasa. Rincian ini membantu menjelaskan mengapa busana tersebut menjadi elemen utama dalam penampilan Kylie, bukan sekadar aksesori pelengkap. Setiap aspek—mulai dari jumlah berlian hingga berat perhiasan—menegaskan skala produksi dan kesan mewah yang ingin ditampilkan di panggung Victoria’s Secret.

Pembuatan Fantasy Bra ini menuntut ketelitian yang jauh melampaui proses produksi pakaian biasa. Sebanyak 15 perajin menghabiskan lebih dari 1.000 jam untuk merampungkan setiap detailnya. Waktu tersebut menunjukkan bahwa bra ini tidak dibuat sebagai busana panggung yang sekadar mengikuti ukuran dan bentuk tertentu. Setiap bagian memerlukan pengerjaan cermat agar material bernilai tinggi dapat dirangkai menjadi satu rancangan yang utuh, sekaligus tetap menampilkan tampilan yang sesuai dengan karakter sebuah karya couture.

Durasi pengerjaan yang panjang juga berkaitan dengan bobot dan material yang digunakan. Bahan perhiasan bernilai tinggi dapat membuat sebuah rancangan jauh lebih berat dan rumit daripada pakaian berbahan tekstil pada umumnya. Karena itu, penyusunan setiap elemen perlu mempertimbangkan keseimbangan, penempatan, serta keterpaduan keseluruhan desain. Angka bobot tertentu tidak perlu diasumsikan tanpa keterangan yang tersedia; yang dapat dicatat ialah bahwa gabungan material dan detailnya menempatkan benda ini di persimpangan busana dan perhiasan. Nilainya tidak hanya terletak pada fungsi sebagai pakaian, tetapi juga pada pengerjaan tangan dan komposisi materialnya.

Skala pekerjaan tersebut memberi konteks pada harga yang dilaporkan mencapai 50 juta dolar AS. Nilai itu melampaui rekor sebelumnya, yang berada di kisaran 35 juta dolar AS, dan menegaskan posisi Fantasy Bra sebagai salah satu kreasi paling mahal dalam sejarah busana panggung. Perbandingan harga ini bukan semata-mata soal label atau daya tarik selebritas. Jam kerja para perajin, kompleksitas konstruksi, dan penggunaan material bernilai tinggi ikut membentuk persepsi atas nilainya. Dengan demikian, bra tersebut lebih tepat dipahami sebagai karya perhiasan yang dirancang untuk dikenakan daripada sebagai pakaian biasa. Rekor harganya mencerminkan perpaduan keterampilan, waktu, dan material, sekaligus menjelaskan mengapa proses pembuatannya menjadi bagian penting dari kisah di balik benda tersebut.

Di runway, Kylie Jenner mengenakan Fantasy Bra yang dipadukan dengan rok mini transparan, sepatu hak tinggi bening, serta sepasang sayap putih berbulu. Kombinasi tersebut membuat penampilannya tampak dramatis tanpa mengalihkan perhatian dari busana utama. Rok transparan dan alas kaki bening memberi kesan ringan, sedangkan sayap putih menghadirkan siluet khas peragaan Victoria’s Secret. Keseluruhan tampilan Kylie pun mencuri perhatian penonton, baik karena paduan busananya maupun kemewahan yang melekat pada bra tersebut.

Meski aksesori dan unsur busananya membentuk penampilan yang mencolok, detail berlian pada Fantasy Bra menjadi pusat perhatian. Kilau batu-batu berharga itu menegaskan statusnya sebagai karya istimewa, sekaligus memberi kontras dengan rok mini yang transparan dan sayap berbulu. Perpaduan kemewahan perhiasan dan elemen runway yang lebih ringan membuat busana tersebut mudah dikenali dari kejauhan, namun tetap mengundang perhatian pada pengerjaan detailnya. Dengan demikian, penampilan Kylie bukan hanya soal busana panggung, melainkan juga cara menampilkan kembali sebuah rancangan ikonis di hadapan audiens modern.

Adam Selman, chief creative officer Victoria’s Secret, menjelaskan bahwa peragaan tersebut dirancang untuk menjawab antusiasme para penggemar. Menurutnya, kembalinya Fantasy Bra merupakan salah satu hal yang paling dinantikan dalam pertunjukan. Ia menggambarkan rancangan itu sebagai kemewahan berlebihan yang ditempatkan dalam konteks artistik, dengan kualitas yang mengingatkan pada koleksi museum. Penjelasan tersebut menempatkan bra bukan semata sebagai pakaian, tetapi sebagai karya yang menggabungkan keterampilan, ornamen, dan efek visual. Selman juga menilai jangkauan pengaruh Kylie meluas ke berbagai bidang, mulai dari hiburan hingga bisnis kecantikan dan mode. Kehadirannya di runway, karena itu, dinilai mampu menjangkau khalayak yang beragam dan mempertemukan dunia peragaan dengan popularitas figur publik.