Kabupaten Tabalong | Sebanyak 30 mahasiswa penerima beasiswa Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) generasi pertama resmi menjalani pelepasan setelah menuntaskan pendidikan mereka. Para mahasiswa tersebut merupakan lulusan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang menyelesaikan studi setelah memulai pendidikan pada 2023. Kelulusan pada 2026 menandai berakhirnya perjalanan pendidikan penerima beasiswa IBFL generasi pertama.
Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Lecture Theatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Kamis, 8 Oktober 2026. Lokasi dan waktu pelaksanaan menjadi bagian penting dari momentum yang mempertemukan 30 lulusan penerima beasiswa IBFL setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Poliban. Kegiatan ini secara khusus menandai selesainya masa studi para mahasiswa yang memulai pendidikan pada 2023.
Pelepasan 30 lulusan tersebut menjadi penanda bahwa penerima beasiswa IBFL generasi pertama telah menuntaskan pendidikan mereka pada 2026. Seluruh lulusan yang dilepas merupakan mahasiswa Poliban. Dengan demikian, kegiatan yang digelar di Lecture Theatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM pada Kamis, 8 Oktober 2026, menjadi momentum pelepasan bagi para mahasiswa Poliban penerima beasiswa IBFL generasi pertama yang telah menyelesaikan studi sejak memulai pendidikan pada 2023.
Rangkaian informasi mengenai pelepasan ini menempatkan kelulusan 30 mahasiswa sebagai inti kegiatan. Mereka memulai pendidikan pada 2023 dan lulus pada 2026, sebelum mengikuti kegiatan pelepasan di Lecture Theatre Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM. Para lulusan tersebut merupakan mahasiswa Poliban sekaligus penerima beasiswa Indonesia Bright Future Leaders generasi pertama. Kegiatan pada 8 Oktober 2026 itu menandai tuntasnya pendidikan mereka.
Program Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda daerah. Melalui dukungan beasiswa, program ini membantu calon mahasiswa berprestasi memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa sepenuhnya terbebani oleh biaya kuliah dan kebutuhan akademik lainnya. Kehadiran IBFL mencerminkan perhatian terhadap pentingnya pendidikan sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan.
Sasaran utama program ini adalah putra-putri yang berasal dari wilayah operasional PT Saptaindra Sejati dan daerah di sekitarnya. Penerima beasiswa lain berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, serta wilayah lain yang memiliki keterkaitan dengan area operasional perusahaan. Dengan jangkauan tersebut, IBFL diharapkan dapat menjangkau generasi muda daerah yang memiliki potensi, tetapi masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pembiayaan pendidikan. Program IBFL juga diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masa depan, karakter yang kuat, serta daya saing untuk berkontribusi di lingkungan kerja dan masyarakat. Para penerima diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial selama menempuh studi. Dengan demikian, manfaat program dapat berlanjut melalui kontribusi lulusan bagi daerah asal maupun pembangunan nasional.
Departemen Head External Relation PT Saptaindra Sejati, Nenden Maryam, menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan tersebut memiliki arti penting karena mahasiswa yang dilepas merupakan penerima beasiswa IBFL angkatan pertama. Program ini dimulai pada 2023 dan para penerimanya menuntaskan studi hingga lulus pada 2026. Perjalanan tersebut menjadi penanda bahwa inisiatif pembukaan akses pendidikan tinggi telah menghasilkan capaian nyata sekaligus menjadi dasar bagi keberlanjutan program pada generasi berikutnya.
Sebanyak 30 penerima beasiswa Indonesian …Selain menuntaskan studi, para penerima beasiswa IBFL generasi pertama menunjukkan capaian yang melampaui keberhasilan akademik. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan personal melalui berbagai kegiatan di dalam maupun di luar lingkungan perkuliahan. Perkembangan tersebut tercermin dalam penghargaan yang diberikan kepada tiga mahasiswa atas kontribusi dan pencapaian mereka selama mengikuti program.
Rida Ansari meraih predikat mahasiswa terfavorit. Penghargaan ini mencerminkan apresiasi terhadap sosoknya yang mampu membangun relasi positif, berkontribusi dalam lingkungan kampus, serta menghadirkan semangat kebersamaan di sesama penerima beasiswa. Sementara itu, Yulian Sari memperoleh penghargaan sebagai mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan hingga menyelesaikan studi.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Ahmad Faisal Rahman sebagai mahasiswa dengan prestasi nonakademik terbanyak. Pencapaian itu memperlihatkan keterlibatan aktifnya dalam berbagai kegiatan, sekaligus kemampuan untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik. Ketiga penghargaan tersebut menegaskan bahwa program IBFL tidak hanya berfungsi sebagai bantuan biaya pendidikan. Dukungan yang diberikan juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas, karakter, kepercayaan diri, dan kepemimpinan generasi muda daerah.
Dalam sumber berita, kelulusan generasi pertama diharapkan menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan. Berbekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti program, mereka diharapkan mampu terus berkarya, memanfaatkan kompetensi secara bertanggung jawab, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah asal.

