Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menggunakan Maung MV3 Garuda sebagai kendaraan dinas. Kendaraan produksi PT Pindad itu terlihat memakai pelat nomor RI 26, yang sesuai dengan posisi AHY sebagai menteri koordinator. Penggunaan kendaraan tersebut menjadi perhatian karena Maung MV3 Garuda merupakan kendaraan buatan industri pertahanan dalam negeri.
AHY tampak menggunakan Maung MV3 Garuda saat menghadiri peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin, 5 Oktober 2026. Kendaraan berwarna hitam tersebut mengantarkan AHY ke lokasi agenda kenegaraan bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan. Pelat RI 26 yang terpasang di bagian depan kendaraan menandai statusnya sebagai kendaraan dinas pejabat negara.
Sehari kemudian, Selasa, 6 Oktober 2026, AHY kembali terlihat menggunakan Maung ketika berkunjung ke kantor pusat Badan Kepegawaian Negara di Jakarta. Pemakaian kendaraan yang sama dalam dua agenda kedinasan menunjukkan bahwa Maung MV3 Garuda telah digunakan untuk mendukung aktivitas resmi AHY sebagai menteri koordinator.
Maung MV3 Garuda dikembangkan PT Pindad sebagai kendaraan taktis ringan dengan tampilan yang dirancang untuk kebutuhan operasional sekaligus penggunaan kenegaraan. Kehadirannya sebagai kendaraan dinas menteri memperlihatkan pemanfaatan produk industri pertahanan nasional dalam kegiatan pemerintahan. AHY, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, menggunakan kendaraan tersebut dalam kapasitasnya sebagai pejabat pemerintah ketika menghadiri berbagai agenda resmi.
Penggunaan Maung MV3 Garuda sebagai kendaraan dinas tidak hanya terlihat pada aktivitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kendaraan produksi dalam negeri tersebut juga mulai digunakan oleh sejumlah pejabat kabinet dan kepala lembaga dalam kegiatan pemerintahan. Kehadiran SUV Maung di lingkungan resmi menunjukkan bahwa kendaraan ini secara bertahap diterapkan sebagai salah satu pilihan kendaraan operasional bagi pejabat negara.
Salah satu pejabat yang telah terlihat menggunakan Maung MV3 Garuda ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kendaraan yang digunakan Airlangga memakai pelat nomor RI 24. Identitas pelat tersebut menandai penggunaannya sebagai kendaraan dinas, sekaligus memperlihatkan bahwa Maung telah dipakai untuk mendukung mobilitas pejabat dalam agenda resmi pemerintahan.
Selain Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar juga termasuk pejabat yang terlihat menggunakan SUV Maung dalam kegiatan kedinasan. Penggunaan kendaraan itu memperluas gambaran mengenai pemanfaatan Maung di jajaran kabinet. Kendaraan tersebut dapat dijumpai dalam konteks kehadiran pejabat pada agenda pemerintahan dan kegiatan resmi lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turut terlihat memakai SUV Maung untuk kegiatan resmi. Dengan demikian, AHY bukan satu-satunya pejabat yang menggunakan Maung MV3 Garuda sebagai kendaraan dinas. Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan menjadi contoh pejabat kabinet yang memperlihatkan tahap awal penerapan kendaraan tersebut di lingkungan pemerintahan. Informasi ini memberikan gambaran mengenai mulai meluasnya penggunaan Maung untuk menunjang aktivitas kedinasan, tanpa menunjukkan bahwa seluruh pejabat telah beralih menggunakan kendaraan yang sama.
Penggunaan Maung oleh pejabat kabinet berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar kendaraan buatan PT Pindad menjadi kendaraan operasional sehari-hari para menteri. Arahan tersebut disampaikan dalam sidang kabinet paripurna pada Oktober 2025. Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa para menteri nantinya harus menggunakan Maung untuk menjalankan tugas kedinasan. Sementara itu, kendaraan lain masih dapat dipakai ketika seorang menteri sedang libur atau tidak dipanggil untuk melaksanakan tugas pemerintahan.
Kebijakan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan kendaraan dinas, tetapi juga menjadi bagian dari dorongan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk otomotif dalam negeri. Maung dipandang sebagai salah satu wujud kemampuan industri pertahanan nasional dalam menghasilkan kendaraan yang dapat digunakan untuk kebutuhan resmi negara. Dengan mengarahkan pejabat kabinet memakai kendaraan produksi PT Pindad, pemerintah berupaya memperluas pemanfaatan produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap industri nasional.
Prabowo sendiri telah menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan kepresidenan sejak awal masa pemerintahannya. Penggunaan kendaraan tersebut menunjukkan dukungan langsung terhadap produk dalam negeri pada tingkat tertinggi pemerintahan. Setelah arahan disampaikan, realisasi pengadaan Maung bagi pejabat kabinet mulai dilakukan secara bertahap pada awal Oktober 2026. Ketersediaan awal diprioritaskan bagi para menteri koordinator dan sejumlah kepala lembaga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pada tahap tersebut kendaraan yang tersedia baru sebagian, terutama untuk menko dan kepala lembaga, dengan jumlah 18 unit. Pengadaan bertahap ini menandakan bahwa penerapan kebijakan dilakukan mengikuti kesiapan produksi dan distribusi kendaraan, bukan langsung secara serentak untuk seluruh pejabat kabinet.
Maung MV3 Garuda yang digunakan untuk mendukung kegiatan menteri memiliki tampilan yang secara umum menyerupai kendaraan kepresidenan milik Presiden Prabowo Subianto. Kemiripan tersebut terlihat dari rancangan bodi, karakter kendaraan, serta kesan formal yang ditampilkan ketika digunakan dalam agenda kenegaraan dan pemerintahan. Desainnya mencerminkan kendaraan dinas berukuran besar dengan tampilan kokoh, sekaligus membawa identitas kendaraan produksi industri pertahanan dalam negeri.
Meski memiliki tampilan yang serupa, kedua versi Maung MV3 Garuda tersebut tidak sepenuhnya sama. Sumber yang membahas kendaraan ini menyebutkan adanya perbedaan pada sejumlah bagian, terutama perlengkapan yang disediakan sesuai kebutuhan pengguna. Perbedaan yang paling spesifik terdapat pada bagian atap kendaraan. Maung MV3 Garuda Limousine yang digunakan Presiden Prabowo dilengkapi sunroof. Fitur tersebut memberikan akses tambahan terhadap cahaya dan udara dari bagian atas kabin, serta menjadi salah satu unsur pembeda pada kendaraan kepresidenan.
Sementara itu, Maung MV3 Garuda yang diperuntukkan bagi para menteri tidak dilengkapi sunroof. Dengan demikian, meskipun siluet dan bahasa desainnya menyerupai kendaraan Presiden, versi menteri memiliki konfigurasi yang berbeda. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kendaraan tersebut dapat disesuaikan berdasarkan fungsi, kebutuhan operasional, dan tingkat penggunaan dalam kegiatan pemerintahan. Penggunaan Maung MV3 Garuda oleh Agus Harimurti Yudhoyono sebagai kendaraan dinas, termasuk dengan pelat RI 26, menjadi bagian dari penerapan kendaraan dinas produksi dalam negeri. Kebijakan tersebut mulai diperluas secara bertahap di jajaran pemerintahan, sehingga pemakaian kendaraan nasional tidak hanya terbatas pada satu pejabat atau satu jenis agenda. Langkah ini juga memperlihatkan upaya untuk meningkatkan penggunaan produk industri dalam negeri dalam mendukung mobilitas resmi para pejabat negara.

