WIKA Garap Pemulihan Sistem Air Minum Pascabencana di Tiga Kabupaten Sumatera Utara

oleh -71 Dilihat
oleh
WIKA Garap Pemulihan Sistem Air Minum Pascabencana di Tiga Kabupaten Sumatera Utara

Jakarta | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mendukung Kementerian Pekerjaan Umum dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sistem penyediaan air minum (SPAM) pascabencana Paket 2. Proyek ini diarahkan untuk membantu masyarakat kembali memperoleh layanan air minum yang layak, sekaligus memperkuat keberfungsian infrastruktur yang terdampak. Pemulihan layanan dasar menjadi bagian penting dari upaya penanganan pascabencana, karena ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari dan kesehatan warga.

Latar belakang pekerjaan ini adalah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025. Bencana tersebut merusak beberapa infrastruktur air minum yang digunakan masyarakat, sehingga layanan di sejumlah lokasi membutuhkan pemulihan. Kerusakan pada sistem penyediaan air dapat menghambat distribusi dan mengurangi akses rumah tangga terhadap air minum. Karena itu, rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan untuk menangani dampak pada fasilitas terkait serta mendukung pemulihan layanan. Pelaksanaan proyek menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat terdampak, dengan tetap berfokus pada pemulihan infrastruktur dasar yang menunjang kehidupan sehari-hari.

Cakupan Paket 2 meliputi tiga kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Pekerjaan di wilayah-wilayah tersebut ditujukan untuk memulihkan atau meningkatkan akses air minum bagi 995 sambungan rumah. Dengan sasaran tersebut, manfaat proyek diharapkan dapat menjangkau rumah tangga yang membutuhkan layanan setelah kerusakan akibat bencana. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM juga mendukung pemulihan secara lebih terarah, karena penanganan dilakukan pada sistem air minum di kabupaten yang tercakup dalam paket pekerjaan. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, WIKA mengambil bagian dalam mempercepat pengembalian akses air minum bagi warga, sekaligus mendukung pemulihan infrastruktur publik di wilayah terdampak Sumatera Utara.

Ruang lingkup pekerjaan WIKA mencakup pembangunan dan pemulihan sejumlah infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung sistem air minum di tiga kabupaten di Sumatera Utara. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan sumur bor sebagai sumber air baku, serta penyiapan fasilitas dan jaringan yang menghubungkan sumber air dengan wilayah pelayanan. Infrastruktur ini dirancang sebagai bagian dari satu sistem, sehingga pengadaan air, pengolahan, penyimpanan, dan penyalurannya dapat saling mendukung. Pelaksanaannya ditujukan untuk membantu memulihkan akses air bersih masyarakat pascabencana, tetapi penyebutan lingkup proyek tidak berarti seluruh fasilitas telah selesai dibangun atau mulai beroperasi.

Pada sisi penyaluran, proyek mencakup pembangunan jaringan pipa transmisi dan distribusi dengan panjang sekitar 41 kilometer. Pipa transmisi akan membawa air dari sumber atau fasilitas pengolahan menuju titik penampungan, sementara jaringan distribusi direncanakan menyalurkan air lebih lanjut ke wilayah layanan. WIKA juga mengerjakan reservoir, yang berfungsi sebagai tempat penampungan dalam sistem sebelum air didistribusikan. Selain jaringan utama dan reservoir, lingkup pekerjaan mencakup pemasangan sambungan rumah. Sambungan tersebut menjadi bagian penting agar layanan dapat menjangkau pelanggan secara langsung. Panjang jaringan yang disebutkan menggambarkan cakupan pekerjaan pipa, bukan bukti bahwa seluruh jalur sudah siap digunakan.

Komponen pengolahan proyek terdiri atas pembangunan dua instalasi pengolahan air (IPA). Masing-masing IPA dirancang memiliki kapasitas 50 liter per detik, sehingga kapasitas gabungannya mencapai 100 liter per detik apabila keduanya berfungsi sesuai rancangan. Kapasitas tersebut menunjukkan kemampuan pengolahan yang ditargetkan, bukan volume air yang telah diproduksi atau disalurkan saat ini. Pembangunan sumur bor, jaringan pipa, reservoir, sambungan rumah, dan dua IPA merupakan bagian dari pekerjaan yang sedang dilakukan untuk membentuk sistem yang terpadu. Manfaat yang diharapkan adalah tersedianya dukungan infrastruktur bagi pemulihan layanan air minum di wilayah terdampak. Status penyelesaian dan pengoperasian masing-masing fasilitas tetap perlu dibedakan dari kapasitas serta manfaat yang direncanakan.

Pekerjaan pemulihan sistem air minum dimulai pada Januari 2026 dengan target penyelesaian dalam waktu satu tahun. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap agar setiap fasilitas dapat diperiksa dan disiapkan sesuai kondisi di lapangan. Tahapan ini mencakup penyelesaian pekerjaan fisik, pemeriksaan komponen, serta pengujian terhadap sistem yang telah dibangun atau dipulihkan. Pendekatan bertahap diperlukan untuk memastikan bahwa infrastruktur siap mendukung layanan air minum sebelum dioperasikan kembali bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Sampai pertengahan Oktober 2026, sejumlah fasilitas telah memasuki tahap pra-komisioning dan uji alir. Pada tahap pra-komisioning, tim memeriksa kesiapan fasilitas serta memastikan komponen dan sistem pendukung berfungsi sebagaimana dipersyaratkan. Uji alir dilakukan untuk menilai kinerja aliran air melalui jaringan dan fasilitas terkait. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum sistem dinyatakan siap memasuki tahap operasi.

Pemulihan layanan air minum dilakukan secara bertahap, mengikuti kesiapan masing-masing fasilitas dan hasil pengujian bersama pihak terkait. Dengan demikian, pengoperasian tidak hanya bergantung pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga pada hasil pemeriksaan teknis dan koordinasi di lapangan. Langkah ini membantu memastikan fasilitas yang mulai beroperasi telah melalui tahapan pengujian yang diperlukan. Evaluasi dapat dilakukan sebelum layanan diperluas ke bagian sistem lainnya, sesuai kemajuan pekerjaan dan kesiapan infrastruktur.

Untuk mendukung pekerjaan di tiga kabupaten, sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat dikerahkan. Tenaga kerja lokal turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga sumber daya manusia dari wilayah setempat berperan dalam proses pemulihan. Material dan sumber daya lokal juga digunakan sepanjang memenuhi persyaratan teknis yang berlaku. Penggunaan sumber daya tersebut tetap diselaraskan dengan kebutuhan mutu dan spesifikasi pekerjaan. Kombinasi pengerahan personel, peralatan, serta dukungan lokal membantu menunjang pelaksanaan pekerjaan, sementara tahapan pemeriksaan memastikan fasilitas dapat dipersiapkan secara terukur sebelum layanan dipulihkan sepenuhnya.

Kelancaran pemulihan sistem air minum di wilayah terdampak bencana membutuhkan koordinasi erat WIKA, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, PDAM, serta pemangku kepentingan lainnya. Kerja bersama ini diperlukan agar pelaksanaan pekerjaan dapat diselaraskan dengan kebutuhan lapangan dan rencana pemulihan layanan dasar. Komunikasi antarpihak juga membantu mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditangani selama pekerjaan berlangsung, sehingga dukungan yang diberikan dapat berjalan secara terarah dan sesuai peran masing-masing.

Selain mendukung pelaksanaan konstruksi, koordinasi tersebut berperan dalam mempersiapkan infrastruktur agar siap digunakan ketika memasuki tahap pengoperasian. Kesiapan fasilitas pengolahan air dan jaringan pipa perlu menjadi perhatian bersama, termasuk keterhubungannya dengan sistem layanan yang dikelola PDAM dan pemerintah daerah. Dengan keterlibatan pemangku kepentingan sejak pelaksanaan hingga persiapan operasi, proses pemulihan diharapkan dapat berlangsung lebih lancar dan infrastruktur yang dibangun dapat mendukung kebutuhan masyarakat secara efektif.

Fasilitas pengolahan air dan jaringan pipa yang dipulihkan diharapkan membantu menjaga ketersediaan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di tiga kabupaten terdampak di Sumatera Utara. Harapan tersebut mencakup dukungan terhadap pemulihan akses, sekaligus penguatan layanan dasar yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan pada Sabtu (17/10/2026) bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana. WIKA mendukung upaya pemerintah untuk memulihkan akses air minum dan mengoptimalkan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Perhatian terhadap aspek-aspek tersebut diharapkan membantu memastikan pekerjaan berlangsung secara bertanggung jawab dan infrastruktur dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga: TNI Gencarkan Penyuluhan Door to Door Cegah Karhutla di Kabupaten Sambas | TNI intensifkan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Melawi Kalbar | Tingkatkan Kesadaran Bahaya Karhutla, TNI Kembali Laksanakan Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Kabupaten Sambas