Jakarta | Keikutsertaan PT Astra International Tbk bersama Desa Sejahtera Astra, UMKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, serta UMKM binaan Grup Astra dalam Trade Expo Indonesia 2026 mencatat potensi transaksi senilai Rp104,9 miliar. Capaian ini mencerminkan peluang bisnis yang terbuka melalui pertemuan dengan calon pembeli dan mitra usaha selama pameran. Nilai tersebut merupakan potensi yang tercatat dari berbagai kesepakatan awal, bukan keseluruhan transaksi yang telah direalisasikan. Karena itu, angka ini menunjukkan prospek komersial bagi produk UMKM, sekaligus peluang untuk memperluas akses pasar dalam dan luar negeri.
Dari total potensi tersebut, peluang ekspor menyumbang Rp103,14 miliar dan menjadi bagian yang mendominasi. Nilai ekspor ini menunjukkan minat calon pembeli terhadap produk yang ditawarkan para peserta, serta kesempatan bagi UMKM untuk menjajaki pasar internasional. Sementara itu, potensi kerja sama dengan jaringan ritel tercatat sebesar Rp1,76 miliar. Jalur ritel memberi kesempatan bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen lebih luas di pasar domestik. Kedua komponen tersebut membentuk total potensi Rp104,9 miliar, dengan peluang ekspor jauh lebih besar dibandingkan kerja sama ritel.
Catatan capaian tersebut didukung oleh 12 nota kesepahaman dan 19 letter of intent (LOI) yang diperoleh selama keikutsertaan di pameran. Kedua jenis dokumen ini menandai tahapan penjajakan atau kesepakatan awal pihak-pihak terkait, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa transaksi telah terlaksana. Nilai potensi masih bergantung pada tindak lanjut, pemenuhan persyaratan, dan kesepakatan komersial selanjutnya. Bagi UMKM peserta, dokumen-dokumen tersebut dapat menjadi landasan untuk melanjutkan pembicaraan mengenai volume, spesifikasi produk, harga, jadwal pengiriman, maupun bentuk kerja sama. Dengan tindak lanjut yang terukur, peluang yang teridentifikasi di Trade Expo Indonesia dapat dikembangkan menuju transaksi nyata dan hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Ragam produk yang ditawarkan UMKM binaan Astra di Trade Expo Indonesia 2026 mencerminkan kekayaan komoditas dan olahan dari berbagai daerah. Di hadapan calon mitra internasional maupun pembeli ritel domestik, peserta membawa komoditas pertanian seperti kopi, teh, kakao, pinang, dan gula aren, serta hasil perikanan. Pilihan lain mencakup produk olahan pangan dan minuman, termasuk ekstrak tanaman, rempah, serta bahan baku yang dapat dipasarkan untuk kebutuhan industri maupun konsumsi langsung. Keberagaman tersebut memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan potensi lokal, menjajaki kerja sama pasokan, dan menghubungkan produk desa dengan saluran distribusi yang lebih luas. Pameran menjadi kesempatan untuk mempertemukan mutu produk dengan kebutuhan pasar yang berbeda, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berkelanjutan.
Kesepakatan ekspor yang disebutkan meliputi kakao dari Desa Sejahtera Astra Sikka untuk Australia dan teri nasi dari Desa Sejahtera Astra Jepara untuk Jepang. Pinang dari Desa Sejahtera Astra Jambi ditujukan ke India, sedangkan green bean kopi dari Desa Sejahtera Astra Cikoneng akan memasuki pasar Inggris. Dari sektor olahan, ekstrak bunga telang UMKM Optima Global Harmoni, binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, ditujukan untuk Korea. Sementara itu, herbs and spices dari Desa Sejahtera Astra Banyuwangi menyasar Pakistan. Ragam tujuan ini menunjukkan bahwa produk dari desa dan UMKM memiliki peluang menjangkau pasar dengan kebutuhan serta karakter yang beragam. Kesepakatan tersebut juga memperlihatkan jenis komoditas lokal yang menarik perhatian calon mitra di luar negeri.
Berbeda dari transaksi ekspor, kesepakatan untuk pasar domestik mencakup gula aren mini cube dari Desa Sejahtera Astra Temon Agro Lestari dengan jaringan ritel, serta produk minuman rempah dari UMKM Sekar Jawi. Saluran ritel dapat membantu produk lokal hadir lebih dekat dengan konsumen, sementara minuman rempah menawarkan pilihan olahan yang siap dipasarkan kepada masyarakat. Boy Gemino Kalauserang menjelaskan bahwa produk-produk tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, peluang yang terbangun dalam pameran tidak hanya mengarah pada pasar internasional, tetapi juga mendukung perluasan distribusi dalam negeri. Kedua jalur pemasaran itu memberi kesempatan bagi produk binaan untuk berkembang sesuai permintaan pasar dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Pengembangan kapasitas usaha kecil dan menengah serta perluasan pasar ekspor merupakan bagian dari kontribusi sosial Astra untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Upaya ini diarahkan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan kualitas produk, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas. Perhatian juga diberikan kepada produk unggulan desa, sehingga potensi lokal dapat dikenal oleh pembeli dan mitra bisnis di pasar internasional. Dengan penguatan kemampuan usaha dan pemasaran, UMKM diharapkan memiliki bekal yang lebih baik untuk bertumbuh secara berkelanjutan dan bersaing di tengah dinamika perdagangan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Desa Sejahtera Astra Export Champion, yang dijalankan bersama Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Program ini mendampingi pelaku usaha melalui sejumlah tahapan untuk menyiapkan mereka memasuki pasar ekspor. Rangkaian pendampingannya mencakup pelatihan ekspor, kurasi produk, matrikulasi, business pitching, serta business matching. Tahapan tersebut membantu peserta memahami kebutuhan dasar perdagangan lintas negara, meninjau kesiapan dan mutu produk, serta menyusun pendekatan usaha yang sesuai. Dalam sesi pitching, pelaku usaha dapat memaparkan produk dan potensi bisnisnya, sementara business matching mempertemukan mereka dengan calon mitra bisnis. Pertemuan ini membuka kesempatan untuk menjajaki kerja sama dan memperluas jaringan pasar.
Partisipasi UMKM binaan Astra di Trade Expo Indonesia, dengan potensi transaksi yang tercatat, menunjukkan pentingnya pendampingan sekaligus kolaborasi dalam mendorong peluang usaha. Boy menyampaikan bahwa capaian di ajang tersebut merupakan bentuk kolaborasi multipihak. Keterlibatan berbagai pihak membantu pelaku usaha memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk dan menjangkau calon pembeli. Ia berharap capaian itu dapat menginspirasi UMKM lain untuk terus mengembangkan produk unggulan serta meningkatkan daya saing. Melalui penguatan kapasitas, kualitas produk, dan akses pasar, usaha lokal diharapkan semakin siap memanfaatkan peluang perdagangan, baik di dalam negeri maupun ekspor, sekaligus memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah asalnya.
Dalam kesempatan tersebut, Boy menjelaskan bahwa partisipasi UMKM binaan di Trade Expo Indonesia merupakan bagian dari komitmen Astra yang lebih luas. Perusahaan berupaya mendorong kapasitas dan kemandirian masyarakat di berbagai daerah melalui beragam inisiatif. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan usaha, tetapi juga mencakup bidang-bidang yang mendukung kehidupan masyarakat secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat menjadi konteks penting dalam melihat kontribusi Astra, termasuk dukungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Boy menyampaikan bahwa pendekatan tersebut dijalankan melalui program yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Komitmen itu, menurut Boy, juga berkaitan dengan perjalanan Astra menjelang usia ke-70 pada 20 Februari 2027. Perusahaan akan memasuki usia tersebut dengan tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”. Tema ini menempatkan perjalanan Astra dalam kaitannya dengan perkembangan Indonesia, sekaligus menggambarkan perhatian perusahaan terhadap upaya untuk tumbuh bersama masyarakat. Boy menyebutkan bahwa sedikitnya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra. Cakupan penerima manfaat tersebut menunjukkan luasnya jangkauan program yang disampaikan perusahaan, meski beragam inisiatif itu memiliki bidang dan bentuk kegiatan yang berbeda.
Salah satu program yang dijelaskan Boy adalah Program Desa Sejahtera Astra. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.
Baca juga: Sinergi Bersama Hadapi Potensi Bencana, Personel Kodim Bojonegoro Segarkan Kemampuan Jinakkan Api | Ingin Mengembangkan Potensi Anakmu yang Berbakat? Coba Lakukan 7 Cara Ini Menurut Psikologi
