Tes Pengemudi BYD Negatif, Polisi Telusuri Tabrakan Beruntun di Panglima Polim

oleh -81 Dilihat
oleh
Rangkaian Tabrakan di Panglima Polim: Mobil Menabrak Sejumlah Kendaraan dan Pengendara Ojol

Jakarta | Polisi telah memeriksa pengemudi BYD Atto 1 bernomor polisi B-1220-KDP setelah mobil tersebut terlibat dalam tabrakan beruntun di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Pemeriksaan mencakup tes untuk mengetahui kemungkinan penggunaan narkoba serta pemeriksaan terkait konsumsi alkohol. Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan awal kepolisian terhadap pengemudi dalam peristiwa kecelakaan itu.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto menyampaikan bahwa hasil kedua pemeriksaan tersebut negatif. Keterangan itu disampaikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dengan demikian, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba maupun alkohol pada pengemudi. Hasil tersebut menjadi salah satu informasi yang dihimpun polisi dalam proses penanganan kasus.

Meski hasil tes narkoba dan alkohol negatif, pengemudi masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian belum menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan, sehingga pengemudi tetap berada dalam penanganan petugas. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan dan melengkapi informasi mengenai kejadian, termasuk kondisi serta peristiwa sebelum tabrakan berlangsung.

Hasil tes negatif tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab tabrakan beruntun ataupun menentukan bagaimana kecelakaan itu terjadi. Polisi masih menelusuri peristiwa tersebut melalui proses pemeriksaan yang berjalan. Karena itu, informasi mengenai hasil pemeriksaan pengemudi perlu dipahami secara terbatas pada temuan terkait narkoba dan alkohol. Belum ada kesimpulan penyelidikan yang dapat ditarik hanya dari hasil kedua tes tersebut.

Penanganan di Polres Metro Jakarta Selatan masih berlangsung, sementara keterangan Kompol Mujiyanto menjadi penjelasan kepolisian mengenai status pemeriksaan pengemudi hingga Sabtu tersebut. Perkembangan berikutnya bergantung pada proses pemeriksaan dan penelusuran yang dilakukan petugas. Sampai proses itu memberikan kejelasan, penyebab kecelakaan dan rangkaian peristiwanya tetap menjadi bagian yang ditangani polisi, tanpa menganggap hasil tes sebagai penjelasan akhir atas insiden di Panglima Polim.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, sore. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 16.48 WIB, tepatnya di depan Win Hotel. Polisi menyampaikan bahwa rangkaian tabrakan bermula saat sebuah mobil BYD melaju di jalan tersebut dan kemudian menabrak beberapa kendaraan, termasuk sepeda motor serta mobil yang sedang terparkir.

Kompol Kharisma Arbita Bangsa menjelaskan, BYD bergerak dari arah selatan menuju utara. Di depannya, sebuah Honda Brio melaju searah. Mobil BYD itu menabrak bagian belakang Honda Brio, kemudian oleng ke kiri. Setelah kehilangan kendali ke sisi jalan, kendaraan tersebut menabrak Honda Beat yang berada di jalur pergerakannya.

Perjalanan BYD belum berhenti setelah menabrak sepeda motor. Mobil itu kemudian menghantam sebuah Wuling yang sedang berhenti di sisi kiri jalan. Selanjutnya, BYD naik ke trotoar dan menabrak dua kendaraan lain, yakni Honda Mobilio serta Toyota Navi. Kedua kendaraan tersebut diketahui terparkir di area Hotel Amaris. Urutan benturan itu membuat insiden melibatkan kendaraan yang sedang bergerak maupun kendaraan yang berada dalam kondisi parkir.

Menurut keterangan polisi, kecelakaan diduga bermula karena pengemudi BYD kurang berhati-hati dan tidak berkonsentrasi saat berkendara. Kondisi tersebut menjadi titik awal tabrakan dengan Honda Brio, sebelum kendaraan oleng dan mengenai kendaraan-kendaraan lain di sisi kiri jalan. Polisi menelusuri kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa serta penyebab kecelakaan secara lebih terperinci. Kronologi yang disampaikan menunjukkan bahwa setelah benturan pertama, BYD bergerak ke kiri hingga keluar dari jalur dan naik ke trotoar. Dengan demikian, lokasi tabrakan meluas dari badan jalan ke area trotoar dan tempat parkir di dekat hotel. Sejumlah kendaraan mengalami benturan dalam waktu singkat, mulai dari Honda Brio dan Honda Beat yang bergerak di jalan, Wuling yang berhenti di tepi, hingga Honda Mobilio dan Toyota Navi yang terparkir. Keterangan mengenai dugaan kurang hati-hati dan kurang konsentrasi menjadi dasar awal penjelasan polisi atas terjadinya kecelakaan di Panglima Polim tersebut.

Insiden tabrakan beruntun di kawasan Panglima Polim menimbulkan korban luka dan kerusakan pada sejumlah kendaraan. Salah satu korban adalah pengendara Honda Beat berinisial HS. Berdasarkan keterangan yang tersedia, HS mengalami patah pada kaki kiri serta luka lecet. Informasi tersebut menggambarkan dampak fisik yang dialami korban, tanpa merinci kondisi lebih lanjut ataupun tingkat keparahan masing-masing luka.

Setelah kejadian, HS mendapatkan perawatan di RS Fatmawati. Rumah sakit tersebut menjadi tempat korban ditangani setelah mengalami cedera dalam insiden itu. Keterangan yang disampaikan sejauh ini menyebut jenis luka dan lokasi perawatan, tetapi tidak memuat rincian mengenai tindakan medis, lamanya perawatan, atau perkembangan kondisi HS. Karena itu, informasi mengenai penanganan korban perlu dibatasi pada hal-hal yang telah disebutkan.

Selain menimbulkan korban luka, peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci kendaraan mana saja yang terdampak, jumlah pastinya, maupun bagian kendaraan yang rusak. Tingkat kerusakan juga belum dijelaskan, sehingga tidak ada dasar untuk menyebut apakah kendaraan mengalami kerusakan ringan atau berat. Dampak yang dapat dipastikan hanya bahwa beberapa kendaraan mengalami kerusakan dalam tabrakan beruntun tersebut.

Rincian mengenai korban dan kendaraan menjadi bagian dari informasi dampak insiden yang sedang ditelusuri. Polisi masih mendalami peristiwa di Panglima Polim, sementara hasil pemeriksaan pengemudi BYD dilaporkan negatif. Keterangan tentang HS dan kerusakan kendaraan membantu menggambarkan akibat yang telah diketahui, tetapi belum menjelaskan seluruh rangkaian kejadian. Untuk menjaga ketepatan informasi, setiap uraian mengenai dampak perlu merujuk pada keterangan yang terkonfirmasi dan tidak menambahkan dugaan tentang penyebab, tingkat kerusakan, atau kondisi korban di luar informasi yang tersedia.

Penyebab tabrakan beruntun di kawasan Panglima Polim masih dalam penyelidikan kepolisian. Petugas belum menyampaikan kesimpulan mengenai faktor yang memicu kecelakaan tersebut. Karena itu, informasi yang tersedia sejauh ini berfokus pada langkah-langkah penanganan dan pemeriksaan yang dilakukan setelah kejadian. Hasil tes pengemudi BYD yang dinyatakan negatif merupakan salah satu keterangan yang telah disampaikan, tetapi belum menjadi penetapan penyebab kecelakaan. Polisi masih mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk memahami rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Petugas telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan di lokasi dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan keterangan dan bahan penyelidikan. Selain itu, polisi mencari saksi yang mengetahui atau melihat kejadian, sehingga informasi dari berbagai pihak dapat diperiksa dan dicocokkan. Area di sekitar lokasi juga diamankan oleh petugas. Langkah pengamanan tersebut mendukung kelancaran pemeriksaan dan penanganan di tempat kejadian, sekaligus membantu petugas mengelola situasi selama proses berlangsung. Polisi belum mengumumkan hasil akhir dari rangkaian pemeriksaan tersebut.

Dalam penanganan perkara, petugas turut mengamankan sejumlah kendaraan dan dokumen yang berkaitan dengan kejadian. Barang yang diamankan meliputi mobil BYD Atto 1 beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudinya. Polisi juga mengamankan sepeda motor Honda Beat berikut dokumen kendaraannya. Kendaraan dan dokumen tersebut menjadi bagian dari bahan yang ditangani dalam proses penyelidikan. Pengamanan barang-barang itu tidak dengan sendirinya menunjukkan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atau penyebab tabrakan. Sampai ada keterangan lanjutan dari kepolisian, penyebab kecelakaan tetap belum dipastikan. Pemeriksaan terhadap lokasi, pencarian saksi, serta penanganan kendaraan dan dokumen masih menjadi bagian dari upaya polisi menelusuri kejadian di Panglima Polim.

Baca juga: Panglima TNI Ziarah ke Makam Presiden RI Ke-2 dan Panglima Besar Jenderal Soedirman | Jelang HUT Ke-81 TNI, Pasahli Panglima TNI Anjangsana kepada Mantan Panglima TNI | Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026