Refly Harun Ungkap Informasi tentang Riwayat Pendidikan Gibran di Singapura

oleh -41 Dilihat
oleh
Refly Harun Ungkap Informasi tentang Riwayat Pendidikan Gibran di Singapura

Jakarta | Pakar hukum tata negara Refly Harun menyampaikan informasi mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Singapura. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah program yang membahas berbagai isu publik dan kemudian menjadi perhatian karena berkaitan dengan latar belakang pendidikan pejabat negara. Dalam keterangannya, Refly menyebut informasi yang pernah ia terima mengenai proses pendidikan Gibran di negara tersebut.

Namun, Refly menegaskan bahwa informasi itu bukan hasil penemuan, pemeriksaan, atau verifikasi pribadi yang dilakukannya secara langsung. Ia menyampaikan keterangan tersebut berdasarkan informasi yang, menurut pengakuannya, pernah disampaikan oleh Luke Susilo. Dengan demikian, posisi Refly dalam pemberitaan ini adalah sebagai pihak yang meneruskan informasi dari sumber lain, bukan sebagai orang yang menyatakan telah memeriksa seluruh dokumen pendidikan Gibran.

Atribusi tersebut penting diperhatikan agar pembaca dapat membedakan pernyataan yang disampaikan dalam sebuah program dan fakta yang telah dikonfirmasi secara independen. Informasi mengenai riwayat pendidikan seseorang, terutama tokoh publik, idealnya ditelusuri melalui dokumen resmi, keterangan lembaga pendidikan terkait, atau pernyataan langsung dari pihak yang bersangkutan. Tanpa pemeriksaan dari sumber-sumber tersebut, keterangan yang beredar perlu dipahami sebagai informasi yang masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Dalam konteks ini, pemberitaan mengenai pendidikan Gibran di Singapura sebaiknya tetap menggunakan bahasa yang hati-hati. Refly Harun mengungkapkan apa yang pernah ia dengar dari Luke Susilo, tetapi tidak menyatakan bahwa dirinya telah melakukan verifikasi langsung atas informasi tersebut. Karena itu, pembaca perlu memahami batas isi pernyataan Refly dalam program tersebut dan kebenaran faktual mengenai riwayat pendidikan Gibran. Penjelasan ini juga membantu mencegah kesimpulan yang terlalu cepat sebelum tersedia konfirmasi dari sumber yang berwenang.

Refly Harun menyebut Luke Susilo dalam keterangannya mengenai informasi pendidikan Gibran di Singapura. Menurut Refly, ia pernah mewawancarai Luke dan memperoleh informasi darinya terkait riwayat pendidikan tersebut. Keterangan itu disampaikan sebagai penjelasan mengenai sumber informasi yang pernah diterima Refly, bukan sebagai pernyataan bahwa ia menyaksikan atau memeriksa langsung seluruh riwayat pendidikan Gibran.

Dalam wawancara yang disebut Refly, Luke dikatakan pernah mendapatkan informasi bahwa Gibran tidak menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia. Informasi tersebut kemudian dikaitkan dengan keberlanjutan pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School (OPSS), Singapura. Refly menyampaikan hubungan informasi itu dengan Luke berdasarkan percakapan atau wawancara yang pernah berlangsung di mereka.

Dengan demikian, inti keterangan Refly adalah bahwa Luke Susilo disebut sebagai pihak yang pernah memberikan informasi mengenai riwayat pendidikan Gibran. Berdasarkan informasi yang dikaitkan dengan Luke, Gibran disebut tidak menuntaskan pendidikan SMP di Indonesia sebelum bersekolah di OPSS, Singapura. Pernyataan tersebut tetap berada dalam kerangka keterangan sumber, sehingga tidak mengubah informasi yang disampaikan menjadi kepastian faktual di luar penuturan Refly dan Luke.

Dalam penjelasannya, Refly Harun menyampaikan informasi mengenai kemungkinan waktu perpindahan pendidikan Gibran ke Singapura. Ia tidak menyatakan hal tersebut sebagai fakta yang telah terkonfirmasi, melainkan sebagai dugaan berdasarkan informasi yang diterimanya. Menurut perkiraan Refly, perpindahan itu kemungkinan berlangsung ketika Gibran masih menempuh pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP), khususnya sekitar kelas 2 SMP.

Uraian tersebut menempatkan masa kelas 2 SMP sebagai perkiraan waktu yang perlu diperhatikan dalam membahas riwayat pendidikan Gibran. Namun, Refly tetap menggunakan penjelasan yang bersifat hati-hati. Ia tidak memberikan kepastian mengenai waktu atau proses perpindahan sekolah tersebut, sehingga informasi itu sebaiknya dipahami sebagai keterangan yang masih memiliki unsur dugaan, bukan sebagai catatan resmi yang sudah dipastikan kebenarannya.

Refly juga menyebut adanya alasan tertentu yang berkaitan dengan keputusan melanjutkan sekolah ke Singapura. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan persoalan yang dimaksud secara rinci. Pernyataan itu disampaikan dengan pertimbangan bahwa mengungkapkan alasan tersebut dinilai tidak etis. Karena itu, tidak terdapat penjelasan lebih jauh mengenai latar belakang kepindahan, pihak-pihak yang terlibat, ataupun keadaan yang menyertainya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai perpindahan pendidikan Gibran masih perlu ditempatkan dalam konteks pernyataan Refly, dengan membedakan informasi, dugaan, dan fakta yang telah terverifikasi. Perkiraan bahwa perpindahan terjadi sekitar kelas 2 SMP dapat menjadi bagian dari uraian tersebut, tetapi tidak semestinya dikembangkan menjadi kesimpulan pasti. Alasan kepindahan pun perlu dibiarkan sebagaimana disampaikan, tanpa menambahkan asumsi atau penafsiran yang tidak dikemukakan oleh Refly.

Dalam bagian akhir keterangannya, Refly Harun menyebut bahwa Gibran kemudian melanjutkan pendidikan ke Singapura setelah meninggalkan sekolahnya di Indonesia. Menurut penjelasan tersebut, Gibran masuk ke Orchid Park Secondary School, yang dikenal dengan singkatan OPSS. Refly menggambarkan institusi itu sebagai sekolah yang berada pada jenjang setingkat SMP plus. Penyebutan tersebut menjadi bagian dari uraian Refly mengenai perjalanan pendidikan Gibran setelah kepindahannya ke Singapura.

Keterangan mengenai OPSS disampaikan Refly Harun dalam program Rakyat Bersuara bertajuk “Bola Panas” Putusan MK, ke Mana Ujungnya?”. Program tersebut ditayangkan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam tayangan itu, pembahasan tidak hanya menyinggung isu yang berkaitan dengan putusan Mahkamah Konstitusi, tetapi juga memuat penjelasan Refly mengenai riwayat pendidikan Gibran. Pernyataan tentang sekolah lanjutan di Singapura disampaikan sebagai bagian dari konteks pembicaraan tersebut.

Refly menyatakan bahwa setelah menempuh pendidikan di Indonesia, Gibran melanjutkan sekolah di Orchid Park Secondary School. Ia menyebut OPSS sebagai sekolah setingkat SMP plus untuk memberikan gambaran mengenai jenjang pendidikan yang dimaksud. Informasi itu disampaikan sebagai keterangan dalam diskusi, bukan sebagai penjelasan yang berdiri di luar konteks pernyataan Refly dalam program tersebut.

Dengan demikian, uraian mengenai masuknya Gibran ke Orchid Park Secondary School di Singapura bersumber dari keterangan Refly Harun serta sumber informasi yang ia sebutkan dalam penyampaiannya. Bagian ini tidak menambahkan kesimpulan lain mengenai riwayat pendidikan tersebut, selain mencatat tujuan pendidikan Gibran setelah meninggalkan sekolah di Indonesia sebagaimana diterangkan oleh Refly.

Baca juga: Dilansir dari Gadgets360, informasi tersebut ditemukan dalam kode perangkat lunak Samsung