Jakarta | Keterlibatan Rafael Struick bersama tim nasional Indonesia bermula sebelum ia resmi menjadi warga negara Indonesia. Pemain kelahiran Leidschendam, Belanda, tersebut lebih dahulu mendapat kesempatan memperkuat timnas U-20 dalam pertandingan persahabatan pada November 2022. Momen itu menjadi langkah awal yang penting dalam hubungannya dengan sepak bola Indonesia. Kehadirannya menarik perhatian karena ia memiliki pengalaman bermain di Belanda dan dinilai dapat menambah pilihan pemain bagi tim nasional. Pada tahap tersebut, Struick belum berstatus WNI, tetapi sudah ikut menjalani kegiatan bersama kelompok usia muda. Pengalaman awal itu memberinya kesempatan mengenal lingkungan tim, rekan-rekan setim, serta tuntutan ketika mengenakan seragam Indonesia.
Proses untuk mengalihkan status kewarganegaraannya mulai diurus pada Desember 2022. Perjalanan administratif tersebut kemudian berlanjut hingga Mei 2023, ketika Struick resmi dinaturalisasi bersama Ivar Jenner. Naturalisasi membuka jalan bagi keduanya untuk membela Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memperluas opsi pelatih dalam menyusun skuad. Bagi Struick, perubahan status ini bukan sekadar urusan dokumen. Ia menjadi bagian dari proses menuju kesempatan tampil di level senior, setelah sebelumnya mencicipi atmosfer tim U-20. Kehadirannya juga mencerminkan upaya memperkuat tim nasional dengan pemain yang memiliki latar belakang sepak bola di luar negeri, tanpa mengesampingkan kebutuhan adaptasi terhadap sistem permainan dan lingkungan tim.
Setelah memperoleh paspor Indonesia, Struick menjalani debut bersama timnas senior pada 14 Juni 2023. Dalam laga uji tanding melawan Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, ia dipercaya tampil sebagai starter. Penampilan sejak menit awal tersebut menandai peralihan dari pemain yang sebelumnya terlibat bersama tim U-20 menjadi bagian dari skuad utama. Pertandingan itu juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana ia beradaptasi dengan tempo dan persaingan di level senior. Debut tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil dari rangkaian tahapan yang dimulai dari penampilan persahabatan pada 2022, dilanjutkan dengan pengurusan dokumen, lalu naturalisasi. Sejak itu, perjalanan Struick bersama Indonesia memiliki titik awal yang jelas di panggung internasional senior.
Catatan kiprah Rafael Struick bersama Indonesia mencakup lebih dari satu kelompok umur. Ia memperoleh kesempatan di tim nasional senior, sekaligus pernah dipanggil untuk membela tim U-23. Rangkaian tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam beberapa jenjang tim nasional, bukan hanya di skuad senior. Angka penampilan dan gol berikut merujuk pada data yang tercantum dalam sumber, sehingga sebaiknya dipahami sesuai cakupan catatan tersebut, bukan sebagai pembaruan otomatis atas statistik kariernya.
Di level senior, Struick mencatat 23 penampilan dan satu gol. Jumlah itu menjadi bagian utama dari catatan kontribusinya bersama tim nasional Indonesia. Selain bermain untuk skuad senior, ia juga tampil bersama tim U-23, dengan catatan 11 penampilan dan empat gol. Catatan di kelompok umur ini menunjukkan bahwa ia pernah memperoleh kesempatan dalam dua jenjang berbeda. Perbedaan jumlah gol tersebut juga menggambarkan kontribusi yang tercatat pada masing-masing tim, tanpa dengan sendirinya menjelaskan peran atau situasi pertandingan tertentu.
Pada kelompok U-22, Struick tercatat membuat empat penampilan dan mencetak satu gol. Sementara itu, catatan di tim U-20 memuat satu penampilan dan satu gol. Jika dibaca bersama, angka-angka tersebut merangkum kiprahnya dari level usia muda hingga tim senior: satu penampilan dan satu gol di U-20, empat penampilan dan satu gol di U-22, 11 penampilan dan empat gol di U-23, serta 23 penampilan dan satu gol di senior. Rincian ini memberi gambaran tentang keluasan jenjang yang pernah dijalaninya, tetapi tidak perlu ditafsirkan sebagai statistik terkini di luar keterangan sumber.
Dengan demikian, rekam penampilan Struick mencakup beberapa kelompok umur dan tim senior. Pemanggilan ke U-23 menjadi bagian penting dari gambaran tersebut karena menegaskan bahwa kiprahnya tidak terbatas pada satu tingkat kompetisi internasional. Sementara data senior memperlihatkan jumlah penampilan terbanyak dalam catatan yang disebutkan, angka dari tim-tim usia muda melengkapi perjalanan itu. Untuk memahami perubahan statistik pada masa mendatang, catatan ini perlu dibandingkan dengan sumber yang diperbarui secara berkala.
Jejak penampilan Rafael Struick bersama tim nasional Indonesia perlu dibaca dengan membedakan level tim yang dibelanya. Catatan terakhirnya di tim senior tidak sama dengan tanggal paling akhir ia tampil untuk Indonesia secara keseluruhan. Perbedaan ini penting karena Struick juga memperkuat kelompok usia muda, termasuk tim U-23 dan U-22. Dengan demikian, penyebutan “penampilan terakhir” dapat merujuk pada kategori yang berbeda, bergantung pada tim yang sedang dibahas.
Untuk tim senior, laga terakhir Struick tercatat saat Indonesia menghadapi Australia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 di Sydney pada 20 Maret 2025. Ia masuk dalam susunan pemain utama dan memulai pertandingan sebagai starter. Namun, kontribusinya pada laga tersebut berakhir ketika ia digantikan saat turun minum. Pertandingan ini menjadi batas terbaru dalam catatan penampilannya bersama skuad senior, bukan penampilan terakhirnya untuk seluruh tim nasional Indonesia.
Setelah itu, Struick masih tampil di level kelompok umur. Penampilan terakhirnya bersama tim U-23 berlangsung melawan Korea Selatan dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada 9 September 2025. Laga tersebut menandai catatan terbarunya di skuad U-23, yang berbeda dari rekam jejaknya bersama tim senior. Perbedaan kategori ini menjelaskan mengapa tanggal penampilan terakhirnya bisa berubah sesuai level tim yang menjadi acuan.
Tanggal paling akhir Struick tercatat membela Indonesia adalah 12 Desember 2025, ketika ia bermain di SEA Games dengan label tim nasional U-22. Karena laga itu berlangsung bersama skuad U-22, tanggal tersebut tidak menggantikan catatan laga seniornya melawan Australia. Jadi, jika yang dimaksud adalah penampilan terakhir bersama tim senior, acuannya tetap 20 Maret 2025 di Sydney. Sementara itu, jika merujuk pada penampilan terakhir untuk Indonesia di semua level, acuannya adalah 12 Desember 2025 di SEA Games. Pemisahan ini membantu menghindari anggapan bahwa partisipasinya di SEA Games merupakan penampilan senior terakhirnya.Rafael Struick menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan kembali memperkuat tim senior Timnas Indonesia saat ditemui dalam peluncuran film The Longest Wait di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berharap terlalu banyak untuk kembali mendapat panggilan. Sikap itu menunjukkan bahwa Struick memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat ia lakukan saat ini, alih-alih menggantungkan diri pada kemungkinan dipanggil ke tim nasional.
Untuk sekarang, Struick mengatakan akan bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaiknya bersama Dewa United. Baginya, menjalani tugas bersama klub menjadi fokus yang bisa ia upayakan secara langsung. Ia ingin menunjukkan performa serta kualitas permainan melalui penampilan di lapangan. Dengan begitu, kemampuan yang ia miliki dapat dinilai oleh pelatih berdasarkan apa yang ditunjukkannya, tanpa ia perlu membuat perkiraan sendiri mengenai keputusan pemanggilan.
Pernyataan tersebut tidak berarti Struick menutup diri terhadap kesempatan membela Indonesia. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu siap apabila mendapat panggilan untuk bergabung dengan tim senior. Kesiapan itu berjalan berdampingan dengan komitmennya untuk berusaha maksimal bersama Dewa United. Ia memilih terus bekerja, bermain sebaik mungkin, dan membiarkan penampilan serta kualitasnya menjadi bahan penilaian pelatih.
Baca juga: Olahraga Bersama, Panglima TNI Perkuat Kebersamaan dengan Prajurit Mabes TNI | Semarak HJB dan HUT TNI 2026, Pemkab bersama Kodim Bojonegoro Gelar LCC Wawasan Kebangsaan | Yonif TP Hadir, Pertahanan dan Pembangunan Berjalan Bersama
