Pupuk Kaltim Perkuat Peta Jalan Dekarbonisasi Lewat Efisiensi dan Energi Bersih

oleh -51 Dilihat
oleh
Pupuk Kaltim Perkuat Peta Jalan Dekarbonisasi Lewat Efisiensi dan Energi Bersih

Jakarta | Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat peta jalan dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga daya saing industri pupuk. Langkah ini ditempatkan dalam konteks target pemerintah untuk mencapai kontribusi yang ditetapkan secara nasional atau nationally determined contribution (NDC), serta mewujudkan net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060. Bagi perusahaan, agenda tersebut bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab lingkungan, melainkan strategi bisnis jangka panjang yang mendukung keberlanjutan operasional.

Program pertama berfokus pada peningkatan efisiensi energi. Pupuk Kaltim dapat mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan listrik melalui perbaikan proses produksi, pemanfaatan teknologi pengendalian konsumsi energi, serta pengurangan kehilangan energi di berbagai fasilitas. Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus mengurangi biaya operasi. Dengan demikian, setiap penghematan energi memberikan manfaat ganda, yaitu memperbaiki kinerja lingkungan dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Pendekatan kedua ialah pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi berbasis fosil. Integrasi sumber energi bersih, termasuk pembangkit listrik tenaga surya dan alternatif terbarukan lainnya, dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan teknologi serta kebutuhan fasilitas. Sementara itu, pendekatan ketiga diarahkan pada pengembangan teknologi rendah karbon. Inovasi dalam proses produksi, penggunaan bahan baku yang lebih efisien, dan penerapan solusi pengurangan emisi menjadi fondasi penting untuk menekan intensitas karbon produk.

Strategi tersebut semakin relevan karena pasar global mulai mengutamakan produk hijau dengan jejak karbon yang terukur. Regulasi perdagangan dan tuntutan pelanggan juga mendorong produsen untuk menunjukkan kinerja keberlanjutan secara lebih transparan. Melalui dekarbonisasi, Pupuk Kaltim dapat memperkuat efisiensi operasional, menghasilkan penghematan energi, dan meningkatkan nilai produk di tengah perubahan ekspektasi pasar. Keselarasan agenda perusahaan, target NDC, dan NZE 2060 akan membantu memastikan pertumbuhan bisnis tetap kompetitif tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap iklim.

Program revamping ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim menjadi salah satu langkah untuk mendukung operational excellence melalui peningkatan efisiensi konsumsi energi. Revamping ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja fasilitas sekaligus memperkuat efisiensi proses produksi ammonia. Berdasarkan hasil performance test, konsumsi energi berhasil turun dari 39,28 menjadi 35,25 million British thermal unit (MMBtu) per ton ammonia. Penurunan tersebut mencapai 4,03 MMBtu per ton ammonia.

Peningkatan efisiensi itu diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap kinerja biaya produksi. Pupuk Kaltim memperkirakan penghematan biaya produksi sekitar US$14,3 juta per tahun, atau setara dengan Rp228 miliar per tahun. Dari sisi lingkungan, program revamping ammonia Pabrik-2 juga berpotensi menurunkan emisi sekitar 110.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat peta jalan dekarbonisasi melalui efisiensi operasional.

Pengujian kinerja fasilitas berlangsung selama 168 jam. Dalam pelaksanaannya, seluruh parameter operasional disebut telah terpenuhi secara optimal. Hasil ini menunjukkan bahwa fasilitas yang telah menjalani revamping siap beroperasi sesuai sasaran kinerja yang ditetapkan. Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menyatakan bahwa rampungnya pengujian kinerja menandai kesiapan fasilitas memasuki fase operasional penuh.

Keberhasilan revamping tersebut dinilai memperkuat daya saing perusahaan karena mendukung produktivitas dengan konsumsi energi dan biaya produksi yang lebih efisien. Pada saat yang sama, peningkatan kinerja fasilitas ammonia Pabrik-2 mendukung agenda ketahanan pangan nasional melalui penguatan kapasitas dan keandalan produksi pupuk. Langkah ini menempatkan efisiensi energi sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi perusahaan.

Pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia menjadi salah satu langkah strategis Pupuk Kaltim dalam memperkuat peta jalan dekarbonisasi. Fasilitas ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri nasional, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari pengembangan ekonomi sirkular. Melalui pemanfaatan karbon dioksida (CO2) dari fasilitas eksisting, proyek tersebut menghubungkan pengelolaan emisi dengan penciptaan produk bernilai tambah.

Fasilitas soda ash itu diproyeksikan mampu menyerap hingga sekitar 174.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Pemanfaatan CO2 sebagai bahan dalam proses produksi dapat mengurangi pelepasan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Inisiatif ini juga mendukung substitusi impor, sehingga kebutuhan soda ash di dalam negeri berpeluang dipenuhi melalui produksi nasional. Selain memperkuat ketahanan industri, langkah tersebut berpotensi mengurangi jejak karbon dalam rantai pasok, terutama melalui pengurangan kebutuhan pengadaan produk dari luar negeri.

Pengembangan fasilitas ini mencerminkan pendekatan dekarbonisasi yang tidak hanya berfokus pada pengurangan konsumsi energi, tetapi juga pada inovasi proses dan pemanfaatan kembali emisi. Dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi, proyek soda ash dapat mendukung pertumbuhan industri nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.

Upaya peningkatan bauran energi bersih juga dilakukan melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 3,8 megawatt (MW). Instalasi tersebut memasok sebagian kebutuhan listrik perusahaan dari sumber energi terbarukan, sehingga membantu mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil. Penerapan PLTS atap ini tercatat menurunkan emisi sebesar 4.017 ton CO2 ekuivalen.

Program tersebut menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat diterapkan pada sektor industri dengan kebutuhan energi tinggi. Penggunaan PLTS atap menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan operasional berskala besar. Bersama pembangunan pabrik soda ash, inisiatif ini memperluas langkah Pupuk Kaltim dalam menekan emisi, membangun ekonomi sirkular, dan memperkuat daya saing industri nasional.

Sebagai bagian dari inisiatif jangka pendek, Pupuk Kaltim mengembangkan penerapan co-firing pada boiler batu bara dengan memanfaatkan biomassa. Co-firing merupakan proses substitusi sebagian bahan bakar batu bara menggunakan biomassa, sehingga kebutuhan terhadap bahan bakar fosil dapat dikurangi dalam proses pembangkitan energi. Langkah ini menjadi salah satu upaya praktis untuk menekan emisi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Proyek co-firing tersebut dijalankan pada boiler batu bara dengan kapasitas 220 x 2 ton per jam. Berdasarkan perhitungan yang telah disusun, penerapan ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 59.000 ton CO2 per tahun pada 2030. Besaran pengurangan tersebut menunjukkan bahwa substitusi sebagian bahan bakar melalui biomassa dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan agenda dekarbonisasi operasional perusahaan.

Inisiatif co-firing biomassa ditempatkan sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi Pupuk Kaltim yang lebih luas. Peta jalan tersebut menggabungkan berbagai pendekatan, meliputi efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, co-firing biomassa, serta rencana pengembangan clean ammonia. Setiap komponen diarahkan untuk saling mendukung dalam mengurangi intensitas emisi dan memperkuat kinerja keberlanjutan perusahaan.

Melalui rangkaian program tersebut, Pupuk Kaltim berupaya menekan emisi secara signifikan dengan tetap memperhatikan efisiensi dan keberlanjutan bisnis. Penggabungan langkah operasional jangka pendek dengan rencana pengembangan energi dan produk yang lebih bersih juga memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Upaya ini mendukung transformasi industri pupuk menuju masa depan rendah karbon, sekaligus menempatkan pengelolaan energi dan emisi sebagai bagian penting dari daya saing perusahaan.

Baca juga: TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR