Promosi Prambanan Diperluas Lewat Festival dan Pameran Internasional

oleh -31 Dilihat
oleh
Promosi Prambanan Diperluas Lewat Festival dan Pameran Internasional

Kabupaten Sleman | Kementerian Pariwisata terus memperkuat promosi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual. Upaya ini tidak hanya menampilkan kemegahan kompleks candi, tetapi juga memperkenalkan pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung melalui kegiatan berskala nasional maupun internasional. Salah satu agenda yang diangkat dalam promosi tersebut adalah Prambanan Shiva Festival 2027, sebuah festival religi yang diharapkan menambah daya tarik kawasan sekaligus memperluas perhatian wisatawan terhadap Prambanan. Dengan menempatkan festival sebagai bagian dari narasi destinasi, promosi dapat menjangkau calon pengunjung yang tertarik pada warisan budaya dan kegiatan keagamaan.

Prambanan Shiva Festival 2027 dijadwalkan berlangsung di kompleks Candi Prambanan pada 6 Januari hingga 7 Maret 2027. Rentang pelaksanaan tersebut memberi ruang bagi pengunjung untuk merencanakan perjalanan dan mengikuti rangkaian kegiatan selama festival berlangsung. Kehadiran agenda religi di kawasan candi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan Prambanan dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya sebagai situs bersejarah, tetapi sebagai ruang hidup bagi tradisi dan kegiatan spiritual. Melalui promosi yang terarah, informasi mengenai jadwal festival dapat disebarluaskan kepada calon wisatawan sebelum mereka menentukan tujuan perjalanan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa festival tersebut telah dikenalkan melalui pameran pariwisata internasional. Salah satu ajang yang dimanfaatkan untuk memperkenalkannya adalah World Travel Market (WTM) London 2026. Partisipasi dalam pameran seperti WTM memungkinkan promosi Prambanan menjangkau pelaku industri perjalanan dan calon wisatawan dari berbagai negara. Pengenalan lebih awal juga memberi gambaran bahwa destinasi ini menawarkan agenda khusus pada 2027, sehingga dapat dipertimbangkan dalam perencanaan kunjungan. Dengan memadukan promosi situs warisan dan festival, Kementerian Pariwisata berupaya memperluas eksposur Prambanan di pasar internasional serta mendorong minat terhadap pengalaman wisata budaya dan religi di Indonesia.

Promosi Festival Prambanan diperluas melalui partisipasi dalam Internationale Tourismus-Börse India 2026, pameran pariwisata yang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai, pada 1–3 September. Kehadiran dalam ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Prambanan kepada pelaku industri dan calon wisatawan di pasar India. Melalui pameran internasional, informasi mengenai festival dapat menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus menempatkan Prambanan sebagai salah satu pilihan destinasi budaya di Indonesia. Upaya ini melengkapi promosi melalui kegiatan festival di dalam negeri, dengan menjadikan pertemuan lintas negara sebagai sarana untuk membangun minat terhadap pengalaman wisata yang ditawarkan kawasan tersebut.

Promosi di India juga didukung kerja sama pemerintah dengan Kedutaan Besar India. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkenalkan daya tarik Prambanan kepada wisatawan, termasuk nilai budaya dan pengalaman yang dapat mereka temukan saat berkunjung. Dukungan mitra diplomatik membantu penyampaian informasi agar lebih sesuai dengan sasaran di negara tujuan. Pameran pariwisata dapat menjadi ruang untuk menyampaikan materi promosi, menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait, dan membuka peluang agar festival dikenal oleh pasar yang sebelumnya belum banyak terjangkau. Dengan demikian, pengenalan Prambanan tidak hanya bergantung pada satu kanal, tetapi memanfaatkan kegiatan internasional serta hubungan kerja sama antarlembaga.

Selain Kedutaan Besar India, kedutaan-kedutaan besar Indonesia di berbagai negara turut membantu memperluas promosi. Jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri dapat mendukung penyebaran informasi mengenai festival dan destinasi kepada masyarakat setempat maupun pihak yang bergerak di bidang pariwisata. Ni Luh Puspa menyampaikan harapan agar dukungan kedutaan mampu memperluas jangkauan promosi. Peran tersebut penting karena informasi yang disampaikan melalui perwakilan resmi dapat menjangkau beragam pasar dan memperkuat pengenalan terhadap Prambanan secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan partisipasi dalam pameran di Mumbai, kerja sama dengan Kedutaan Besar India, dan dukungan kedutaan Indonesia di negara lain, promosi festival diharapkan menjangkau lebih banyak calon wisatawan serta memperbesar perhatian internasional terhadap Prambanan.

Promosi Prambanan dalam Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 membuka kesempatan untuk memperkenalkan destinasi ini secara langsung kepada pelaku industri perjalanan dari berbagai pasar. Pameran tersebut dihadiri pembeli potensial dari 45 negara, termasuk agen perjalanan dan operator tur yang berperan dalam merancang serta menjual paket kepada wisatawan. Melalui pertemuan bisnis dan penyampaian informasi mengenai daya tarik kawasan, Prambanan dapat diposisikan sebagai destinasi budaya yang layak dipertimbangkan dalam rencana perjalanan ke Indonesia. Jangkauan internasional peserta juga memberi ruang untuk menjelaskan pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan, mulai dari warisan sejarah hingga agenda seni dan budaya yang berlangsung di kawasan candi. Paparan yang terarah diharapkan membantu pelaku industri memahami nilai Prambanan, bukan hanya sebagai lokasi kunjungan singkat, tetapi juga sebagai bagian penting dari perjalanan yang lebih luas.

Promosi tersebut diharapkan berlanjut menjadi penawaran konkret setelah pameran. Agen perjalanan dan operator tur dapat menyusun paket wisata yang memasukkan Prambanan Shiva Festival 2027 sebagai salah satu agenda utama. Kehadiran festival berpotensi memberi alasan tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung pada periode penyelenggaraan, sekaligus memperkaya pilihan pengalaman dalam paket yang ditawarkan. Agar gagasan itu dapat diwujudkan, pelaku usaha perlu memperoleh keterangan yang jelas mengenai daya tarik, jadwal, serta kemungkinan menggabungkan kunjungan ke Prambanan dengan destinasi lain. Informasi yang mudah digunakan akan membantu mereka menyusun rute, lama kunjungan, dan layanan pendukung sesuai kebutuhan pasar. Dengan begitu, promosi di WITF dapat menjadi langkah awal untuk menghubungkan minat pembeli potensial dengan produk wisata yang dapat dipasarkan secara nyata.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan pentingnya mengenalkan Prambanan kepada agen perjalanan melalui kegiatan perjalanan pengenalan. Dalam kegiatan semacam itu, peserta dapat melihat langsung daya tarik destinasi dan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pengalaman yang tersedia. Pengetahuan langsung diharapkan memudahkan agen perjalanan memasukkan Prambanan ke dalam rancangan paket wisata, kemudian menawarkan paket tersebut kepada calon wisatawan. Pendekatan ini melengkapi promosi melalui pameran internasional: pertemuan mempertemukan destinasi dengan pembeli, sementara kunjungan pengenalan memberi pelaku usaha pengalaman untuk menjelaskan produk dengan lebih meyakinkan. Jika informasi dan pengembangan paket berjalan selaras, Prambanan berpeluang memperoleh paparan lebih luas di pasar luar negeri. Momentum menuju Shiva Festival 2027 pun dapat dimanfaatkan untuk membangun minat perjalanan sejak tahap perencanaan, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai tujuan wisata budaya.

Perluasan promosi Candi Prambanan melalui festival dan pameran internasional diharapkan dapat memperkenalkan destinasi ini kepada lebih banyak calon wisatawan. Prambanan Shiva Festival 2027 menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan harapan menarik perhatian pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Melalui kegiatan promosi, pesona warisan budaya dan pengalaman berwisata di kawasan Prambanan dapat dikenal lebih luas, sehingga semakin banyak orang terdorong untuk memasukkan destinasi ini dalam rencana perjalanan mereka.

Harapan utama dari meningkatnya pengenalan tersebut adalah bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan ke Prambanan. Semakin luas informasi tentang festival dan kawasan candi, semakin besar pula peluang bagi calon pengunjung untuk mengetahui kegiatan yang ditawarkan dan mempertimbangkan kunjungan secara langsung. Promosi melalui berbagai kesempatan, termasuk forum dan pameran internasional, dapat membantu menyampaikan informasi kepada khalayak yang beragam. Namun, peningkatan kunjungan tetap merupakan tujuan yang diharapkan dari upaya promosi, bukan hasil yang dapat dipastikan sebelumnya.

Apabila jumlah wisatawan bertambah, kegiatan pariwisata di daerah tujuan wisata diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan warga setempat.