Pramono Setujui Pembenahan Stadion Muara Kamal yang Kerap Terdampak Rob

oleh
Pramono Setujui Pembenahan Stadion Muara Kamal yang Kerap Terdampak Rob

Jakarta | Gubernur Jakarta Pramono Anung menyetujui pembenahan Stadion Muara Kamal di Jakarta Utara. Persetujuan tersebut diberikan karena stadion itu kerap terdampak banjir rob, sehingga kondisinya membutuhkan perhatian. Pramono menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat tingkat kecamatan di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 6 November 2026. Pernyataan itu menempatkan persoalan rob sebagai alasan utama yang melandasi persetujuan terhadap rencana pembenahan fasilitas olahraga tersebut.

Stadion Muara Kamal berada di kawasan pesisir yang menghadapi ancaman pasang air laut. Ketika rob berulang kali mengganggu area stadion, pemanfaatan fasilitas dapat ikut terdampak. Karena itu, persetujuan gubernur menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian terhadap kondisi stadion dan kebutuhan pembenahannya. Namun, persetujuan ini tidak berarti pekerjaan revitalisasi telah rampung atau sudah mulai dilaksanakan. Informasi yang disampaikan dalam rapat tersebut juga belum memuat jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, maupun rincian teknis pembenahan.

Rapat tingkat kecamatan di Penjaringan menjadi forum bagi Pramono untuk menyampaikan sikap pemerintah provinsi terhadap persoalan di wilayah tersebut. Dengan menyetujui pembenahan Stadion Muara Kamal, pemerintah menunjukkan bahwa dampak rob terhadap fasilitas umum perlu ditangani. Langkah berikutnya masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai perencanaan dan pelaksanaan. Untuk saat ini, hal yang telah dipastikan adalah persetujuan Pramono, lokasi stadion di Jakarta Utara, serta banjir rob yang kerap berdampak pada fasilitas itu. Belum ada keterangan mengenai bentuk pekerjaan yang akan dilakukan, besaran anggaran, atau waktu pengerjaannya. Oleh sebab itu, pembenahan sebaiknya dipahami sebagai rencana yang memperoleh persetujuan, bukan sebagai proyek yang sudah selesai atau memiliki jadwal resmi.

Kawasan Stadion Muara Kamal kerap terdampak banjir rob, sehingga persoalan genangan menjadi alasan utama perlunya pembenahan. Ketika air laut pasang, air dapat menggenangi area stadion dan mengganggu kondisi lapangan. Situasi tersebut membuat fasilitas ini berisiko tidak dapat terjaga dengan baik apabila persoalan genangan dibiarkan berulang. Karena itu, rencana perbaikan diarahkan untuk membantu stadion menghadapi kondisi pasang dan mengurangi kemungkinan area lapangan terendam.

Dampak yang menjadi perhatian khusus adalah kondisi rumput lapangan. Genangan akibat rob dapat merusak rumput, padahal permukaan lapangan bergantung pada rumput yang terawat agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Jika air pasang kembali menggenangi kawasan, rumput berpotensi mengalami kerusakan dan kualitas lapangan dapat terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa pembenahan tidak hanya menyangkut keberadaan bangunan stadion, tetapi juga upaya menjaga bagian lapangan yang rentan terdampak air.

Pramono menilai perbaikan diperlukan agar Stadion Muara Kamal tidak mudah tergenang saat air laut pasang. Penilaian tersebut mengaitkan kebutuhan pembenahan secara langsung dengan rob yang berulang dan potensi kerusakan rumput. Dengan mengurangi risiko genangan, kondisi lapangan diharapkan dapat lebih terlindungi ketika pasang terjadi. Fokus itu menjadi dasar penting dalam rencana penataan stadion, tanpa mengabaikan bahwa rumput merupakan bagian yang terdampak langsung oleh air yang masuk ke kawasan.

Persoalan rob dengan demikian menjadi latar utama bagi persetujuan pembenahan. Selama kawasan stadion masih dapat terendam ketika air laut pasang, rumput lapangan tetap menghadapi risiko kerusakan. Perbaikan yang dinilai perlu oleh Pramono dimaksudkan agar stadion lebih tahan terhadap keadaan tersebut dan tidak mudah tergenang. Uraian masalah ini menempatkan perlindungan kondisi stadion dan rumput sebagai tujuan yang berkaitan erat: genangan perlu diatasi agar dampaknya terhadap lapangan dapat diminimalkan. Tanpa pembenahan yang sesuai, persoalan rob tetap menjadi tantangan bagi pemeliharaan rumput dan kondisi stadion setiap kali air pasang menggenangi kawasan. Oleh sebab itu, kebutuhan perbaikan muncul dari upaya menjaga lapangan agar tidak terus terpapar genangan yang berpotensi merusak rumputnya.

Pramono menyebut pembenahan Stadion Muara Kamal perlu mempertimbangkan kondisi lapangan yang kerap terdampak rob. Genangan air dapat mengganggu pemanfaatan stadion dan membuat rumput lebih mudah rusak. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada perbaikan setelah lapangan terendam, tetapi juga perlu mengkaji pilihan yang dapat mengurangi dampak genangan pada permukaan lapangan.

Salah satu opsi yang disampaikan adalah mengkaji kemungkinan meninggikan permukaan stadion. Penyesuaian elevasi tersebut diharapkan dapat membuat lapangan lebih tahan terhadap genangan rob, sekaligus membantu menjaga kondisi rumput. Namun, peninggian tidak serta-merta menjadi keputusan yang langsung diterapkan. Besaran dan kelayakan perubahan perlu diperhitungkan terlebih dahulu oleh dinas terkait, dengan memperhatikan kondisi stadion dan kebutuhan penanganannya.

Opsi lainnya adalah mempertimbangkan penggunaan rumput sintetis. Material ini disebut sebagai kemungkinan penanganan yang lebih baik untuk menghadapi persoalan rumput yang mudah rusak ketika stadion terdampak rob. Meski demikian, penyebutan opsi tersebut belum berarti rumput alami akan langsung diganti. Penggunaan rumput sintetis masih perlu dikaji, termasuk dari sisi kesesuaian dan perhitungan teknis oleh instansi yang menangani.

Kedua pilihan itu—peninggian permukaan maupun rumput sintetis—masih berada pada tahap pertimbangan. Pernyataan Pramono menunjukkan adanya beberapa alternatif untuk membenahi stadion, bukan penetapan satu metode sebagai solusi final. Dinas terkait perlu melakukan kajian dan perhitungan sebelum menentukan langkah yang paling tepat. Dengan demikian, rencana pembenahan dapat disusun berdasarkan kebutuhan lapangan serta dampak rob yang berulang, tanpa mendahului hasil pemeriksaan teknis.

Pendekatan tersebut juga menjaga agar keputusan tidak dibuat hanya berdasarkan satu aspek. Peninggian permukaan perlu dinilai sebagai opsi untuk menghadapi genangan, sedangkan rumput sintetis dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terkait ketahanan permukaan lapangan. Keduanya mempunyai tujuan penanganan yang berkaitan, tetapi tetap memerlukan penilaian tersendiri. Hasil kajian dinas nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah salah satu opsi layak dipilih atau diperlukan langkah pembenahan lain yang sesuai dengan kondisi Stadion Muara Kamal.

Setelah menyetujui pembenahan Stadion Muara Kamal, Pramono meminta instansi terkait menindaklanjuti rencana tersebut melalui penghitungan kebutuhan teknis. Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta bersama Dinas Sumber Daya Air diminta mengkaji apa saja yang diperlukan untuk revitalisasi. Langkah ini diperlukan agar rencana penanganan fasilitas olahraga tersebut bertolak dari kondisi lapangan dan kebutuhan kawasan.

Penghitungan itu mencakup penilaian terhadap kondisi stadion serta bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau disesuaikan. Kedua dinas diharapkan menelaah aspek fasilitas olahraga dan persoalan air yang berkaitan dengan dampak banjir rob. Dengan demikian, kebutuhan pembenahan dapat dipetakan secara lebih menyeluruh sebelum tindakan lanjutan ditentukan. Pramono juga meminta agar kajian dilakukan oleh perangkat daerah yang memiliki tugas sesuai bidangnya.

Salah satu hal teknis yang diminta untuk dikaji ialah kemungkinan peninggian permukaan. Kajian tersebut perlu menghitung kebutuhan peninggian, bukan sekadar menyatakan bahwa pekerjaan itu akan dilakukan. Penilaian teknis dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk memahami penanganan yang dibutuhkan pada stadion yang kerap terdampak rob. Rincian teknis dan hasil kajian belum dipastikan, sehingga langkah tersebut masih berada pada tahap penghitungan.

Keterlibatan Dinas Sumber Daya Air penting untuk menelaah kondisi terkait air di kawasan tersebut, sedangkan Dispora menangani kebutuhan sarana olahraga. Koordinasi kedua instansi diharapkan membantu menyusun gambaran kebutuhan revitalisasi dari sisi yang berbeda. Namun, permintaan untuk menghitung kebutuhan tidak dengan sendirinya menetapkan bentuk pekerjaan, jadwal pelaksanaan, maupun kepastian bahwa seluruh usulan teknis akan dijalankan.

Hasil penghitungan nantinya menjadi dasar untuk melihat kebutuhan penanganan Stadion Muara Kamal secara lebih terukur. Dalam proses itu, kondisi wilayah Kamal Muara yang berulang kali menghadapi banjir rob menjadi pertimbangan penting.

Baca juga: Pramono Anung Kaji Kelanjutan Ganjil-Genap di Sejumlah Ruas Jakarta | TNI Salurkan 368.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalbar | Dalam Waktu Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 800 Ribu Liter Air Bersih ke Warga di 34 Desa Terdampak Kekeringan

25 kunjungan