Persija Menjamu Arema di Bekasi, Shin Tae-yong Soroti Kandang yang Tak Bisa Dipakai

oleh -61 Dilihat
oleh
Persija Menjamu Arema di Bekasi, Shin Tae-yong Soroti Kandang yang Tak Bisa Dipakai

Jakarta | Persija Jakarta akan menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (21/10). Pertandingan ini merupakan matchday keenam Super League 2026/2027. Persija berstatus tuan rumah, meski laga tidak digelar di Jakarta. Perpindahan venue kembali menempatkan Macan Kemayoran di luar kota yang menjadi identitas kandang mereka. Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyayangkan timnya harus menjalani laga kandang di luar Jakarta lagi. Kekecewaan tersebut menyoroti situasi kandang yang belum dapat digunakan untuk pertandingan ini. Bagi Persija, bermain di Bekasi berarti tetap menjalankan kewajiban sebagai tuan rumah, tetapi dengan lokasi berbeda dari harapan pendukung di ibu kota.

Stadion Patriot Candrabhaga menjadi pilihan untuk menggelar pertandingan tersebut, sehingga persiapan tim dan penyelenggaraan akan berpusat di Bekasi. Pemindahan venue tidak mengubah status pertandingan: Persija tetap bertindak sebagai tuan rumah dalam jadwal liga. Namun, bermain di Bekasi mengubah konteks perjalanan dan pengalaman bagi suporter yang biasanya mengikuti tim di Jakarta. Mereka perlu memperhatikan lokasi baru ketika merencanakan kehadiran, sementara pihak klub dan penyelenggara harus memastikan informasi mengenai akses, jadwal, dan ketentuan stadion tersampaikan dengan jelas. Lokasi Stadion Patriot Candrabhaga juga membuat laga ini berlangsung di luar wilayah administratif Jakarta, meskipun kedua kota tersebut berdekatan. Perbedaan itu penting dicatat agar pemberitaan dan komunikasi kepada publik tidak menggambarkan duel tersebut sebagai pertandingan yang digelar di ibu kota.

Shin Tae-yong menyampaikan penyesalannya karena Persija kembali tidak bisa memainkan pertandingan kandang di Jakarta. Pernyataan itu menegaskan bahwa penggunaan stadion di Bekasi merupakan kondisi yang harus dihadapi tim untuk laga kali ini. Bagi pelatih dan pemain, penyesuaian lokasi menjadi bagian dari persiapan menjelang pertemuan dengan Arema FC. Bagi pendukung, informasi mengenai venue menjadi hal utama agar mereka dapat memastikan tujuan perjalanan sebelum berangkat. Stadion Patriot Candrabhaga tetap menjadi tempat pertandingan resmi matchday keenam, bukan sekadar lokasi latihan atau agenda pendukung. Dengan demikian, perhatian menjelang laga tertuju pada duel Persija dan Arema FC sekaligus fakta bahwa tim tuan rumah harus menjamu lawannya di Bekasi. Keterangan lokasi yang tepat membantu publik memahami keadaan kandang Persija tanpa mengaburkan kota tempat pertandingan benar-benar berlangsung.

Perpindahan pertandingan Persija ke Bekasi tidak semata-mata berkaitan dengan keputusan penyelenggara, melainkan berawal dari rangkaian persoalan yang berbeda. Sebelumnya, Persija dijatuhi sanksi berupa larangan menggelar pertandingan di Jakarta dan wilayah sekitarnya. Sanksi itu dijatuhkan setelah terjadi ulah suporter dalam pertandingan pekan kedua melawan Persib Bandung. Dampaknya, laga kandang Persija sempat terancam harus dimainkan di luar kawasan tersebut.

Manajemen klub kemudian menempuh upaya banding terhadap hukuman yang dijatuhkan. Proses itu berujung pada keputusan yang menguntungkan Persija: banding mereka diterima dan PSSI secara resmi mencabut larangan bermain di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, secara aturan, klub tidak lagi diwajibkan mencari stadion di luar wilayah tersebut sebagai konsekuensi dari sanksi. Pencabutan itu membuka kembali kemungkinan bagi Persija untuk menggelar laga di sekitar Jakarta.

Namun, perubahan status sanksi tidak serta-merta membuat stadion di ibu kota tersedia. Persija masih menghadapi keterbatasan tempat karena dua stadion utama yang berpotensi menjadi kandang tidak dapat digunakan pada waktu pertandingan. Stadion Utama Gelora Bung Karno telah dijadwalkan untuk agenda konser musik. Jadwal tersebut membuat stadion nasional itu tidak bisa dipakai sebagai lokasi laga Persija, meskipun larangan bermain di Jakarta sudah dicabut.

Di sisi lain, Jakarta International Stadium juga belum siap menerima pertandingan. Lapangan stadion tersebut masih menjalani perbaikan setelah digunakan untuk konser. Kondisi permukaan lapangan perlu ditangani sebelum arena dapat kembali dipakai untuk sepak bola, sehingga JIS bukan pilihan yang tersedia bagi panitia pelaksana pada saat itu. Kedua keadaan ini menjadi kendala praktis yang terpisah dari sanksi terhadap klub.

Karena tidak memperoleh akses ke GBK maupun JIS, panitia pelaksana akhirnya memindahkan pertandingan ke Bekasi. Urutan ini penting: sanksi usiran lebih dahulu dijatuhkan, lalu dicabut setelah Persija memenangi banding, tetapi ketersediaan stadion tetap menjadi persoalan. Jadi, keputusan bermain di Bekasi bukan berarti larangan PSSI masih berlaku. Pemindahan tersebut dilakukan karena kandang di Jakarta belum dapat digunakan, meski Persija sudah kembali diizinkan tampil di kawasan itu.

Dalam jumpa pers menjelang pertandingan Persija melawan Arema pada Selasa (20/10), Shin Tae-yong menyoroti persoalan lokasi laga kandang. Ia menyampaikan kekecewaan pribadi karena sebuah tim profesional tidak dapat menggelar pertandingan di stadion yang menjadi markasnya sendiri. Bagi Shin, status sebagai tuan rumah semestinya berarti lebih dari sekadar nama dalam jadwal. Tim seharusnya memperoleh kesempatan untuk bermain di kandang dan menyambut para pendukungnya di lingkungan yang biasa mereka gunakan. Situasi Persija yang harus menjamu Arema di Bekasi, bukan di stadion kandangnya di Jakarta, menjadi pokok perhatian dalam pernyataannya tersebut.

Shin menekankan bahwa klub tuan rumah selayaknya berupaya menyajikan pertandingan terbaik bagi suporter di stadion sendiri. Kehadiran pendukung di kandang merupakan bagian penting dari pengalaman pertandingan, sementara suasana dan kedekatan dengan markas memberi arti tersendiri bagi tim maupun penonton. Ia tidak mengabaikan bahwa keadaan tertentu dapat membuat pemakaian stadion menjadi tidak memungkinkan. Namun, secara pribadi ia tetap merasa kecewa ketika tim profesional tidak bisa memainkan laga kandang di tempat yang seharusnya menjadi rumahnya. Pernyataan itu menggarisbawahi harapan agar pertandingan dapat berlangsung di lokasi yang sesuai dengan status tuan rumah.

Dalam konteks pertandingan melawan Arema, Shin menilai Persija semestinya dapat bermain di stadion kandangnya di Jakarta. Ia memandang kesempatan tersebut sebagai sesuatu yang patut diupayakan, terutama agar suporter bisa menyaksikan tim mereka bertanding di markas sendiri. Perpindahan laga ke Bekasi membuat persoalan kandang kembali menjadi sorotan, meski pertandingan tetap dijalani sesuai jadwal. Inti tanggapannya bukan semata soal keuntungan bermain di hadapan pendukung, melainkan juga tentang harapan terhadap penyelenggaraan sepak bola profesional. Sebuah tim yang berstatus tuan rumah semestinya mendapat peluang untuk menghadirkan pertandingan terbaik bagi para suporternya di stadion kandang. Karena itu, kekecewaan yang disampaikan Shin mencerminkan pandangannya bahwa Persija seharusnya dapat menjamu Arema di Jakarta, di markas yang menjadi rumah bagi tim dan pendukungnya.

Nadeo Argawinata turut menyayangkan Persija harus kembali menjalani pertandingan di luar Jakarta. Situasi tersebut membuat tim tidak dapat bermain di kandang sebagaimana diharapkan, sementara dukungan langsung dari suporter di ibu kota menjadi salah satu hal yang penting bagi para pemain. Meski demikian, kondisi tempat pertandingan tidak mengubah fokus mereka. Nadeo menegaskan bahwa seluruh pemain tetap bersiap menghadapi laga dengan keseriusan yang sama dan berupaya memberikan penampilan terbaik untuk Persija.

Bagi Nadeo, perubahan lokasi pertandingan merupakan keadaan yang harus diterima dan disikapi secara profesional. Para pemain perlu beradaptasi dengan lingkungan serta fasilitas yang tersedia, tanpa menjadikan hal itu alasan untuk mengurangi kerja keras. Bermain di Bekasi berarti tim kembali berada di luar Jakarta, tetapi tanggung jawab untuk membela Persija tetap melekat di mana pun laga dilangsungkan. Ia menyampaikan bahwa tekad tim adalah berjuang semaksimal mungkin demi memperoleh hasil terbaik bagi klub.

Sikap tersebut menjadi penting ketika Persija menghadapi Arema dalam keadaan kandang yang tidak dapat digunakan.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Rizky Ridho Pastikan Kesiapan Macan Kemayoran | Preview Borneo FC vs Persija: Mauro Jeronimo Bidik Debut Manis, Pesut Etam Incar Tiga Poin