Pencarian Tiga Hari di Sungai Tadukan Raga Berakhir dengan Penemuan Dua Remaja

oleh -662 Dilihat
oleh
Pencarian Tiga Hari di Sungai Tadukan Raga Berakhir dengan Penemuan Dua Remaja

Kabupaten Deli Serdang | Tim SAR gabungan menemukan dua remaja perempuan yang terseret arus Sungai Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Penemuan tersebut terjadi pada hari ketiga operasi pencarian. Kedua korban, yang masing-masing berinisial AF (17) dan FE (15), ditemukan di lokasi berbeda sepanjang aliran sungai. Setelah ditemukan, jenazah keduanya dievakuasi oleh tim SAR dan kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Korban AF ditemukan lebih dahulu, sekitar pukul 03.30 WIB. Ia ditemukan di aliran sungai, kira-kira satu kilometer dari titik awal kejadian. Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazahnya. Beberapa jam setelah penemuan AF, pencarian terhadap korban lainnya masih berlanjut di kawasan sungai. Operasi tersebut melibatkan tim gabungan yang menyisir aliran dan tepian sungai untuk menemukan FE. Pada pukul 05.55 WIB, FE ditemukan dalam kondisi mengapung di tepi sungai. Lokasi penemuannya berada sekitar tujuh kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi awal kejadian.

Rentang waktu dan jarak penemuan kedua korban menunjukkan bahwa pencarian dilakukan di sejumlah bagian aliran Sungai Tadukan Raga, tidak hanya di sekitar titik awal mereka terseret arus. Setelah FE ditemukan, tim SAR menuntaskan evakuasi kedua jenazah dan menyerahkannya kepada keluarga. Dengan ditemukannya AF dan FE pada hari ketiga, pencarian terhadap dua remaja tersebut berakhir. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, dan melibatkan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai. Informasi mengenai waktu serta lokasi penemuan masing-masing korban menjadi bagian penting dari laporan operasi SAR, sementara kedua keluarga menerima jenazah setelah proses evakuasi selesai. Kedua korban ditemukan pada Sabtu pagi, dengan selisih waktu sekitar dua jam dua puluh lima menit penemuan AF dan FE. Jarak lokasi FE ditemukan dari titik awal juga lebih jauh dibandingkan lokasi penemuan AF, yakni sekitar tujuh kilometer berbanding satu kilometer.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, kejadian yang melibatkan AF dan FE berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sekitar pukul 18.00 WIB, kedua remaja tersebut sedang mandi di Sungai Tadukan Raga bersama empat orang rekan mereka. Dengan demikian, ada enam orang dalam kelompok itu ketika kegiatan di sungai berlangsung. Informasi tersebut menjadi dasar awal untuk menyusun kronologi peristiwa sebelum pencarian dilakukan.

Ketika berada di sungai, AF dan FE kemudian mencoba menyeberang. Mereka melakukan upaya itu bersama seorang teman. Dalam proses penyeberangan tersebut, arus sungai mendadak menjadi deras. Perubahan arus itu terjadi saat ketiganya berada di sungai, sehingga mereka menghadapi keadaan yang berbeda dari saat kelompok tersebut mulai mandi. Laporan yang diterima kantor pencarian menyebutkan peristiwa itu secara berurutan, mulai dari kegiatan bersama hingga upaya menyeberang dan derasnya arus.

Teman yang menyeberang bersama AF dan FE berhasil mencapai tepian. Sementara itu, kedua remaja tersebut terseret arus sungai. Informasi awal itu membedakan kondisi masing-masing dari tiga orang yang mencoba menyeberang: satu orang sampai di tepi, sedangkan AF dan FE terbawa arus. Tidak ada keterangan lain dalam laporan awal mengenai keadaan para remaja setelah terseret, maupun mengenai hal yang menyebabkan arus mendadak deras. Karena itu, kronologi kejadian dapat disampaikan sebatas waktu, kegiatan, upaya menyeberang, serta perbedaan hasil yang dialami ketiganya. Rangkaian informasi tersebut kemudian menjadi bagian dari laporan mengenai hilangnya dua remaja di sungai itu.

Pada malam kejadian, warga setempat lebih dahulu berinisiatif mencari kedua remaja yang dilaporkan hilang di Sungai Tadukan Raga. Mereka menyusuri area di sekitar lokasi dan berupaya menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Namun, pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil. Setelah usaha itu tidak berhasil, warga kemudian melaporkan kejadian kepada Kantor SAR Medan agar pencarian dapat dilanjutkan dengan dukungan petugas dan peralatan yang memadai.

Menindaklanjuti laporan, tim SAR gabungan menggelar operasi secara terkoordinasi di sekitar sungai. Pencarian dilakukan melalui jalur perairan dengan mengerahkan perahu karet untuk menyisir aliran sungai. Pada saat yang sama, personel juga melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran, sehingga area pencarian mencakup sisi sungai maupun bagian perairan. Koordinasi antarpersonel membantu upaya pencarian berlangsung terarah, sementara kondisi lapangan menjadi pertimbangan dalam menentukan area yang perlu diperiksa.

Operasi berlangsung hingga Sabtu dini hari. Pada saat itu, seorang penambang pasir lokal menyampaikan petunjuk setelah melihat jasad di sekitar aliran sungai. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan. Petugas menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan temuan itu. Setelah kedua korban ditemukan, tim melakukan evakuasi dan membawa mereka dari area sungai. Petunjuk dari warga yang berada di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam mengarahkan pencarian pada tahap akhir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, pencarian dilakukan dengan berbagai metode dan didukung peralatan SAR. Upaya tersebut melibatkan penyisiran melalui perairan serta pemeriksaan di darat, dengan informasi lapangan digunakan untuk membantu menentukan langkah berikutnya. Pernyataan itu menggambarkan proses operasi yang melibatkan unsur SAR gabungan dan warga setempat, sejak laporan awal disampaikan sampai lokasi penemuan korban diketahui dan evakuasi dapat dilaksanakan.

Setelah operasi pencarian di Sungai Tadukan Raga berakhir dengan ditemukannya dua remaja, Hery Marantika menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai. Ia secara khusus mengingatkan orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak ketika mereka bermain atau melakukan aktivitas lain di bantaran sungai. Pengawasan, menurut imbauan tersebut, penting agar anak tidak mendekati bagian sungai yang berisiko tanpa pendampingan. Lingkungan sungai dapat berubah, sehingga perhatian orang dewasa dibutuhkan sebelum kegiatan berlangsung maupun selama anak berada di kawasan itu.

Hery juga mengajak warga agar tidak menganggap kondisi sungai selalu aman hanya karena air terlihat tenang atau kedalamannya tampak rendah. Arus dapat berbeda di setiap bagian, sementara kedalaman mungkin sulit diperkirakan dari permukaan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan keadaan sekitar dengan cermat dan menghindari tindakan yang berisiko. Bila hendak beraktivitas di dekat air, warga diharapkan mempertimbangkan situasi sungai terlebih dahulu, termasuk perubahan arus dan kondisi bantaran, serta menjaga jarak dari lokasi yang dinilai membahayakan.

Ia turut mengingatkan agar warga tidak memaksakan diri menyeberangi sungai apabila keadaan tidak aman. Jika arus deras, kedalaman tidak diketahui, atau kondisi lain menimbulkan keraguan, lebih baik menunda penyeberangan daripada mengambil risiko. Imbauan ini disampaikan sebagai pengingat keselamatan bagi masyarakat, bukan untuk mengabaikan kebutuhan warga yang harus beraktivitas di sekitar sungai. Kehati-hatian dan pertimbangan terhadap keadaan setempat dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Hery meminta orang tua tetap mendampingi anak-anak dan mengawasi kegiatan mereka di bantaran sungai, sementara seluruh warga diharapkan mencermati arus serta kedalaman sebelum mendekati atau menyeberangi sungai. Apabila kondisi tidak memungkinkan, warga sebaiknya tidak memaksakan diri dan menunggu sampai situasi dinilai lebih aman.

Baca juga: Jejak Pelarian Bayu Wicaksono Berakhir di Myanmar, Ditangkap Setelah Buron 2 Tahun | TNI Kerahkan Alutsista dan Pasukan Khusus TNI AL Intensifkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 | TNI Perkuat Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda