Penanganan Banjir Padang Berlanjut, Ratusan Warga Telah Dievakuasi

oleh -472 Dilihat
oleh
Penanganan Banjir Padang Berlanjut, Ratusan Warga Telah Dievakuasi

Kota Padang | Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Air menggenangi sejumlah permukiman sehingga penanganan di lapangan terus dilakukan oleh pihak terkait. Kondisi genangan masih menjadi perhatian karena beberapa kawasan belum sepenuhnya terbebas dari air hingga pembaruan informasi diterima.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 03.34 WIB, genangan masih terdapat di sejumlah permukiman Kota Padang. Laporan tersebut menjadi salah satu dasar pemantauan perkembangan banjir serta penentuan langkah penanganan sesuai kondisi yang terlihat di lapangan.

Proses pendataan warga dan wilayah terdampak masih berlangsung seiring dengan pemantauan terhadap situasi banjir. Evakuasi juga terus dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan di lokasi dan perkembangan kondisi permukiman. Petugas melakukan penanganan berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, sementara pembaruan data terus disusun untuk menggambarkan keadaan di sejumlah kawasan Kota Padang secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, penanganan banjir masih berlanjut hingga laporan pada Minggu dini hari tersebut, mencakup pemantauan genangan, pendataan, serta evakuasi warga sesuai situasi yang dihadapi.

Penanganan banjir di Kota Padang masih berlangsung setelah sejumlah wilayah dilaporkan terdampak genangan dan luapan air. Berdasarkan laporan sementara, terdapat tiga kecamatan yang menjadi perhatian, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Petugas bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi permukiman, akses jalan, serta kebutuhan warga yang berada di lokasi terdampak.

Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang masuk dalam laporan meliputi Kelurahan Kuranji dan Kelurahan Gurun Laweh. Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencakup Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, serta Lubuk Minturun. Adapun di Kecamatan Nanggalo, kelurahan yang disebut terdampak adalah Tabiang Banda Gadang. Keenam kelurahan tersebut menjadi bagian dari pemetaan awal untuk mengetahui sebaran genangan dan kondisi masyarakat yang memerlukan bantuan.

Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir di wilayah-wilayah tersebut. Angka ini menggambarkan jumlah warga yang terdampak berdasarkan pendataan awal di lapangan, sehingga masih dapat berubah seiring proses verifikasi. Petugas masih menghimpun informasi dari setiap kelurahan untuk memastikan jumlah keluarga, kebutuhan dasar, serta kondisi rumah dan lingkungan yang terkena dampak.

Selain data warga terdampak, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Mereka dipindahkan atau memilih berada di lokasi pengungsian demi keselamatan, terutama apabila tempat tinggalnya masih tergenang atau akses menuju kawasan tersebut belum aman. Namun, jumlah 672 jiwa itu juga belum bersifat final. Pendataan dan pemutakhiran masih dilakukan oleh petugas untuk menghindari perbedaan informasi serta memastikan seluruh pengungsi tercatat dan memperoleh layanan yang diperlukan. Proses tersebut mencakup pencatatan identitas, kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan kondisi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki kebutuhan khusus.

Penanganan banjir di Padang terus dilakukan melalui kerja terpadu berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, Polri, TNI, Basarnas, relawan, serta kelompok masyarakat untuk mempercepat evakuasi dan memenuhi kebutuhan warga terdampak. Sinergi tersebut diperlukan karena kondisi di setiap wilayah berbeda, baik dari tingkat genangan, akses menuju permukiman, maupun jumlah warga yang harus dipindahkan ke tempat aman.

Petugas gabungan ditempatkan di sejumlah lokasi terdampak untuk mengevakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang membutuhkan bantuan khusus. Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, kondisi arus, serta ketersediaan jalur dan peralatan pendukung. Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait membantu pencarian akses, pemindahan warga, serta pengamanan lokasi agar operasi darurat dapat berlangsung tertib.

Selain evakuasi, pemerintah daerah bersama BPBD mendirikan dan mengelola posko pengungsian. Posko menjadi pusat pendataan warga, penyampaian informasi, distribusi bantuan, dan koordinasi layanan darurat. Petugas juga mencatat dampak banjir, kebutuhan setiap keluarga, serta kondisi fasilitas umum untuk menjadi dasar penentuan langkah berikutnya. Pendataan ini penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat dan tidak terjadi tumpang tindih penerima.

Pelayanan kesehatan disiapkan di lokasi pengungsian dan wilayah yang masih dapat dijangkau. Tenaga kesehatan memantau kondisi warga, memberikan pemeriksaan dasar, menyediakan obat-obatan, serta mengantisipasi penyakit yang berpotensi muncul setelah banjir. Bantuan kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji, air bersih, perlengkapan kebersihan, selimut, dan kebutuhan bayi, disalurkan secara bertahap. Relawan dan masyarakat turut mendukung pendistribusian, dapur umum, serta pelayanan di posko. Pemerintah mengimbau warga mengikuti arahan petugas, menjaga kebersihan, dan segera melapor apabila membutuhkan pertolongan.

Operasi penyelamatan di kawasan terdampak banjir Kota Padang masih berlanjut. Berdasarkan keterangan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 238 jiwa dari lokasi yang terdampak. Evakuasi tersebut dilakukan untuk memindahkan warga menuju tempat yang lebih aman, terutama mereka yang berada di kawasan dengan genangan dan kondisi lingkungan yang berisiko.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Kota Padang bersama berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan. Unsur yang terlibat menjalankan tugas sesuai kebutuhan, mulai dari pencarian dan pertolongan, pemindahan warga, pendataan, hingga pemantauan kondisi wilayah. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar upaya menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan dapat dilakukan secara terarah dan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.

Selain evakuasi, kaji cepat juga dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai dampak banjir dan kebutuhan warga di kawasan terdampak. Informasi dari lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk menjangkau lokasi yang masih memerlukan bantuan. Petugas terus memantau situasi dan menyesuaikan tindakan berdasarkan kondisi terkini di masing-masing wilayah.

BNPB menyampaikan bahwa proses penanganan belum berhenti setelah ratusan warga berhasil dievakuasi. Tim gabungan masih bekerja untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat terjangkau dan berada dalam kondisi aman. Pada saat yang sama, pemutakhiran data mengenai jumlah warga terdampak, kebutuhan penanganan, serta perkembangan situasi terus dilakukan oleh pihak terkait. Informasi tersebut akan diperbarui seiring berlangsungnya operasi di lapangan.

Baca juga: Hercules TNI AU Kembali Tiba di Lanud Sjamsudin Noor, Bawa Ratusan APD Bantuan Kemhan RI dan Masker Dari Puskes TNI AU Untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat | Panglima TNI Tinjau JS Kunisaki, Dukung Penanganan Karhutla di Kalimantan