Jakarta | Kecelakaan beruntun yang melibatkan BYD Atto 1 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik karena seorang pengemudi ojek online dilaporkan terlindas kendaraan. Peristiwa ini mengingatkan bahwa insiden lalu lintas dapat berdampak serius bagi siapa pun yang berada di jalan, terutama pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lain yang lebih rentan. Tanpa menambahkan dugaan tentang penyebab atau urutan kejadian, kejadian tersebut layak menjadi bahan refleksi mengenai keselamatan berkendara.
Setiap kendaraan memiliki karakter yang perlu dipahami sebelum digunakan. Pengemudi perlu membiasakan diri dengan dimensi, jarak pandang, respons pedal, kemampuan pengereman, serta cara kendaraan bergerak pada kecepatan rendah maupun saat bermanuver. Pada kendaraan listrik, respons akselerasi dan karakter pengoperasian dapat terasa berbeda dibandingkan kendaraan yang biasa digunakan pengemudi. Memahami fitur dan kendali kendaraan melalui panduan resmi serta latihan yang aman membantu pengemudi mengantisipasi situasi di jalan.
Pemahaman kendaraan juga perlu disertai kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Pengemudi sebaiknya menjaga jarak, mengurangi kecepatan di area ramai, memperhatikan titik buta, dan memastikan ruang sekitar aman sebelum berpindah jalur atau melakukan manuver. Konsentrasi harus tetap terjaga, sementara penggunaan ponsel dan tindakan lain yang mengalihkan perhatian perlu dihindari. Jika kendaraan memiliki fitur bantuan berkendara, fitur tersebut tidak menggantikan kewaspadaan dan tanggung jawab pengemudi.
Di kawasan perkotaan seperti Blok M, ruang jalan digunakan bersama oleh mobil, sepeda motor, pejalan kaki, dan kendaraan umum. Karena itu, keselamatan menuntut sikap saling memperhatikan, bukan hanya keterampilan mengendalikan kendaraan. Pengguna jalan yang lebih terlindungi perlu memberi perhatian ekstra kepada mereka yang rentan. Pengemudi juga sebaiknya memahami langkah darurat, mengetahui cara menghentikan kendaraan dengan aman, dan mengikuti petunjuk keselamatan dari produsen. Insiden ini menunjukkan pentingnya edukasi yang berkelanjutan bagi pemilik kendaraan baru maupun berpengalaman. Membaca buku panduan, mengenali fungsi kendali, serta berlatih di lokasi yang terkendali dapat membantu membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman. Kesadaran bersama dan perilaku hati-hati menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko di jalan.Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia menilai sebagian pengemudi masih menganggap mobil listrik beroperasi dengan cara yang sama seperti mobil bermesin pembakaran internal. Anggapan tersebut dapat membuat pengemudi membawa kebiasaan lama ketika beralih ke kendaraan listrik, tanpa terlebih dahulu memahami karakter dan tata cara pengoperasian kendaraan yang digunakan. Padahal, kesamaan fungsi dasar sebagai alat transportasi tidak berarti seluruh prosedur keselamatannya dapat diterapkan dengan cara identik.
Menurut Sony, prosedur operasional standar mobil listrik dan mobil konvensional memiliki perbedaan. Karena itu, pengemudi tidak seharusnya mengandalkan pengalaman mengendarai kendaraan bermesin bensin atau diesel sebagai satu-satunya bekal saat mengoperasikan mobil listrik. Pengemudi perlu memahami panduan penggunaan kendaraan yang dimiliki, termasuk cara menyalakan dan mematikan kendaraan serta langkah-langkah yang dianjurkan dalam kondisi tertentu. Pemahaman terhadap prosedur yang berlaku membantu pengemudi bertindak lebih tepat dan mengurangi risiko kesalahan akibat kebiasaan yang tidak sesuai.
Perbedaan teknologi pada kendaraan juga membuat literasi keselamatan menjadi bagian penting dari proses adaptasi. Edukasi yang memadai dapat membantu pemilik dan pengemudi mengetahui karakter kendaraan listrik, memahami fungsi sistem yang tersedia, serta mengenali hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dan selama berkendara. Informasi sebaiknya diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, seperti buku panduan kendaraan, penjelasan tenaga penjual, atau pelatihan yang relevan. Dengan begitu, pengemudi tidak hanya mengenal fitur, tetapi juga mengetahui prosedur pengoperasian yang tepat.
Sony menyampaikan pandangannya melalui sambungan telepon pada Rabu (28/10/2026). Pesan yang ia tekankan adalah perlunya membedakan tata cara penggunaan kedua jenis kendaraan, bukan menyamaratakan prosedurnya. Seiring bertambahnya penggunaan mobil listrik, edukasi bagi pengemudi perlu berjalan beriringan dengan pengenalan teknologi tersebut. Kebiasaan berkendara yang aman tetap penting, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kendaraan yang dikemudikan dan petunjuk operasionalnya. Pemahaman itu memberi pengemudi dasar yang lebih baik untuk menggunakan mobil listrik secara bertanggung jawab, tanpa menganggap bahwa seluruh pengalaman dari mobil konvensional otomatis berlaku pada kendaraan listrik.
Menurut Sony, persiapan berkendara tidak cukup hanya mengetahui cara menyalakan, menjalankan, dan menghentikan kendaraan. Pengemudi juga perlu memahami prosedur operasi standar atau SOP yang berlaku, termasuk cara menggunakan fitur kendaraan dan langkah yang harus dilakukan dalam berbagai situasi. Pengetahuan ini membantu pengemudi mengoperasikan kendaraan dengan lebih terukur, bukan sekadar mengandalkan kebiasaan atau perkiraan. Memahami SOP merupakan bagian penting dari kesiapan sebelum perjalanan, sebab setiap kendaraan dapat memiliki karakteristik dan tata cara penggunaan yang berbeda. Karena itu, pengemudi perlu menyediakan waktu untuk membaca panduan dan mengenali fungsi yang akan digunakan.
Sony mengibaratkan persiapan mengoperasikan kendaraan seperti persiapan menerbangkan pesawat. Seseorang tidak cukup hanya mengetahui cara mengendalikan pesawat; seluruh proses harus dijalankan dengan hati-hati dan mengikuti prosedur. Perumpamaan tersebut menekankan bahwa pengoperasian kendaraan juga menuntut perhatian dan kedisiplinan. Pengemudi perlu memastikan dirinya memahami langkah-langkah dasar sebelum berada di jalan, serta tidak mengabaikan petunjuk karena merasa sudah berpengalaman. Menjalankan kendaraan sesuai prosedur dapat membantu mengurangi kesalahan akibat ketidaktahuan, sekaligus membuat pengemudi lebih siap menghadapi kondisi yang berubah selama perjalanan.
Persiapan juga mencakup kemampuan mengamati kondisi sekitar, yang dikenal sebagai commentary driving. Artinya, pengemudi terus memperhatikan situasi di sekeliling kendaraan, mengenali potensi bahaya, lalu menentukan tindakan yang tepat. Perhatian tidak hanya tertuju pada kendaraan di depan, tetapi juga pada pengguna jalan lain, ruang yang tersedia, dan perubahan keadaan di sekitar. Dengan mengamati secara aktif, pengemudi memiliki kesempatan lebih baik untuk mengantisipasi risiko, alih-alih bereaksi setelah masalah muncul. Sony menganjurkan setiap pengemudi mempelajari kendaraan yang akan digunakan dan memahami cara pengoperasiannya terlebih dahulu. Jika belum yakin atau belum mengerti cara menggunakan kendaraan, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berkendara. Meminta penjelasan, berlatih sesuai kebutuhan, dan memastikan kesiapan sebelum perjalanan merupakan langkah yang lebih bijaksana daripada mengambil risiko di jalan. Persiapan yang menyeluruh menggabungkan pemahaman SOP, pengamatan lingkungan, serta keputusan yang tidak terburu-buru. Dengan demikian, pengemudi dapat menyesuaikan tindakannya terhadap keadaan tanpa mengabaikan prosedur dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam membahas kecelakaan BYD Atto 1 di Blok M, Sony menyebut beberapa hal yang mungkin berkontribusi, seperti pengemudi mengantuk, menggunakan ponsel, atau sedang mengalami penyakit. Hal-hal tersebut perlu dipahami sebagai kemungkinan yang disampaikan, bukan penyebab yang telah dipastikan dalam insiden ini. Penetapan penyebab memerlukan pemeriksaan dan informasi yang memadai; karena itu, dugaan tidak semestinya diperlakukan sebagai kesimpulan.
Terlepas dari penyebab suatu kejadian, pengemudi kendaraan listrik perlu membiasakan diri memeriksa multi-information display (MID) sebelum dan selama perjalanan. Tampilan ini dapat memberikan informasi penting mengenai kondisi kendaraan, termasuk sisa daya baterai dan jarak tempuh yang diperkirakan. Memastikan daya baterai cukup untuk rute yang akan dilalui membantu pengemudi merencanakan perjalanan serta mempertimbangkan kebutuhan pengisian daya. Perencanaan tersebut makin penting ketika perjalanan mencakup kemacetan, perubahan rute, atau jarak yang tidak dapat diperkirakan dengan mudah.
Pengemudi juga sebaiknya memahami mode berkendara yang dipilih, termasuk Eco. Mode ini dirancang untuk mendukung efisiensi, tetapi pengguna tetap perlu mengetahui karakter respons kendaraan dalam mode tersebut dan menyesuaikan cara berkendara.
Baca juga: LIRA Desak Verifikasi Dugaan Tambang dan Pabrik HS Salam Magelang, Keselamatan Ribuan Karyawan Dipertaruhkan | Jamin Keselamatan Personel, Tim Kesehatan Latgabma SGS 2026 Gelar Medical Exchange Method
