Pasokan BBM Bali Diperkuat, Pertamina Siagakan Armada dan SPBU 24 Jam

oleh -31 Dilihat
oleh
Pasokan BBM Bali Diperkuat, Pertamina Siagakan Armada dan SPBU 24 Jam

Denpasar | PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sekitar 57,9 juta liter untuk memperkuat distribusi di Bali setelah antrean muncul di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus membantu memperlancar penyaluran ke SPBU, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dilayani lebih baik. Tambahan pasokan tersebut mencakup Pertalite dan Pertamax, dua jenis BBM yang digunakan secara luas oleh konsumen di wilayah Bali. Pertamina menyiapkan penyaluran tambahan sebagai bagian dari upaya merespons kondisi di lapangan dan mendukung pemulihan layanan di titik-titik yang mengalami antrean. Penambahan volume pasokan ini diharapkan memperkuat stok yang tersedia bagi jaringan distribusi setempat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa sekitar 19 juta liter dari tambahan pasokan tersebut telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Kedua fasilitas itu menjadi titik penerimaan dan penyaluran BBM untuk mendukung kebutuhan wilayah Bali. Pasokan yang telah tiba akan memperkuat ketersediaan produk di terminal, sebelum disalurkan lebih lanjut menuju SPBU sesuai kebutuhan. Sementara itu, sisa dari total tambahan sekitar 57,9 juta liter dijadwalkan datang secara bertahap. Jadwal kedatangan yang direncanakan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026. Pola kedatangan bertahap tersebut menjadi bagian dari pengaturan pasokan agar distribusi dapat terus berjalan sepanjang periode pengiriman.

Setelah pasokan diterima, Pertamina Patra Niaga mengarahkan penyalurannya untuk membantu memenuhi kebutuhan SPBU di Bali. Ketersediaan tambahan Pertalite dan Pertamax di fasilitas penyimpanan diharapkan membuat pengisian kembali stok dapat dilakukan dengan lebih lancar. Upaya ini penting terutama ketika antrean terjadi, karena kelancaran distribusi membantu SPBU melayani konsumen tanpa jeda yang tidak perlu. Besaran pasokan serta jadwal kedatangannya menunjukkan adanya langkah penanganan yang terencana, dengan pengiriman berlangsung hingga seluruh tambahan volume diterima. Pertamina menyatakan pasokan tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan dan menjaga ketersediaan BBM di Bali. Perkembangan distribusi selanjutnya akan bergantung pada penerimaan pasokan dan penyaluran ke SPBU, sehingga stok dapat tersedia sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah pulau tersebut.

Untuk mempercepat penyaluran bahan bakar minyak di Bali, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Kesiapan armada dan personel ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan, sekaligus mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut. Dengan jumlah kendaraan dan awak yang disiapkan, kegiatan penyaluran dapat ditopang oleh sumber daya operasional yang telah disiagakan. Langkah ini diarahkan untuk membantu memastikan layanan BBM di Bali tetap terjaga, sejalan dengan kebutuhan penguatan pasokan yang tengah dilakukan.

Selain menyiapkan armada tangki, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis selama 24 jam. Pengoperasian sepanjang hari tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan dan distribusi BBM. Kedua terminal menjadi bagian dari dukungan operasional dalam rangkaian pasokan di Bali, sementara layanan tanpa jeda waktu operasional membantu proses penerimaan dan penyaluran berjalan sesuai kebutuhan. Pengoperasian selama 24 jam juga menunjukkan kesiapan fasilitas terminal untuk mendukung upaya distribusi yang lebih optimal di tengah penguatan pasokan.

Kesiagaan 108 mobil tangki, dukungan 465 awak, serta operasional 24 jam di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis merupakan langkah yang saling melengkapi. Armada dan personel mendukung penyaluran, sementara terminal mendukung penerimaan serta distribusi BBM. Seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pasokan dan layanan di Bali. Melalui kesiapan sumber daya dan fasilitas yang disebutkan, Pertamina Patra Niaga berupaya mempercepat penyaluran tanpa mengabaikan dukungan pada kegiatan penerimaan. Penguatan ini berfokus pada kelancaran layanan BBM bagi masyarakat Bali, dengan pengoperasian armada dan terminal sebagai unsur utama dalam kesiapan operasional.

Sebanyak 66 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Badung disiagakan untuk beroperasi selama 24 jam. Pengoperasian sepanjang hari ini memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar, sekaligus memberi pilihan waktu pengisian yang lebih fleksibel. Langkah tersebut juga ditujukan untuk membantu mengurai antrean kendaraan, terutama ketika permintaan BBM meningkat dan sejumlah titik layanan mengalami kepadatan.

Dengan layanan yang tersedia pada malam hingga dini hari, pengendara tidak harus bergantung pada jam operasional terbatas untuk mengisi bahan bakar. Sebaran SPBU yang buka 24 jam di dua wilayah tersebut diharapkan mendukung kelancaran mobilitas warga maupun pengunjung. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mengikuti arahan petugas di lokasi dan mengantre secara tertib agar pelayanan berjalan aman serta tidak menghambat arus kendaraan di sekitar SPBU.

Kitty menyampaikan bahwa kondisi pelayanan di sejumlah SPBU mulai berangsur kondusif. Perkembangan ini menunjukkan antrean dan kepadatan mulai tertangani, meskipun upaya pemulihan belum dihentikan. Pemantauan serta langkah untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan tetap dilanjutkan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap. Situasi yang membaik menjadi perkembangan positif, tetapi penanganan di lapangan masih diperlukan sampai layanan kembali berjalan normal.

Selain memperpanjang jam operasional, penjualan BBM secara literan juga dilakukan di sejumlah SPBU Kota Denpasar. Layanan tersebut terutama tersedia di lokasi yang menghadapi kepadatan dan antrean tinggi. Penjualan dengan cara ini menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan bahan bakar ketika antrean kendaraan cukup panjang, sekaligus membantu memperluas akses di tengah tingginya kebutuhan. Pelaksanaannya tetap mengacu pada pengaturan di masing-masing SPBU dan diarahkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Sejak hari pertama layanan penjualan literan dilaksanakan, volume penjualan tercatat sekitar 5.000 liter per hari. Pasokan tersebut membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya di kawasan dengan permintaan tinggi. Kombinasi SPBU yang beroperasi 24 jam dan layanan penjualan literan menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM serta mengurangi tekanan antrean. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai kondisi di lapangan, sementara pemulihan pelayanan terus berjalan.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat di Bali agar menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak, sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat diharapkan membeli BBM dalam jumlah wajar dan tidak melakukan pembelian berlebihan untuk disimpan. Penggunaan sesuai kebutuhan membantu menjaga ketersediaan pasokan di SPBU, terutama ketika distribusi sedang diperkuat dan layanan berangsur dipulihkan. Dengan demikian, BBM dapat diakses secara lebih merata oleh warga dan pengguna kendaraan yang membutuhkan, tanpa menimbulkan antrean atau tekanan tambahan pada pelayanan. Imbauan ini juga mendukung upaya menjaga kelancaran penyaluran di berbagai wilayah Bali.

Perusahaan juga mengingatkan agar BBM bersubsidi tidak dibeli untuk kemudian dijual kembali secara ilegal. BBM subsidi diperuntukkan bagi konsumen dan kelompok yang berhak sesuai ketentuan, sehingga penyalahgunaan dapat mengurangi kesempatan mereka memperoleh pasokan. Praktik penimbunan maupun penjualan kembali tanpa hak berisiko mengganggu distribusi dan membuat ketersediaan di titik layanan menjadi tidak seimbang. Dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya warga yang mengandalkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, konsumen diminta mematuhi aturan, tidak terlibat dalam praktik tersebut, serta menyampaikan informasi yang benar mengenai penggunaan BBM.

Pertamina Patra Niaga menyatakan penguatan pasokan, distribusi, dan pelayanan akan terus dilakukan hingga layanan BBM di Bali kembali normal. Langkah berkelanjutan ini ditujukan untuk memastikan penyaluran berlangsung tertib serta kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan baik. Dukungan konsumen melalui pembelian sesuai kebutuhan dan peruntukan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran proses pemulihan.

Baca juga: Hercules TNI AU Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor Bawa Kekuatan Baru dari Kemhan RI, Penanganan Karhutla Kalimantan Selatan Kian Diperkuat | Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU