OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Evaluasi MSCI

oleh -61 Dilihat
oleh
OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Evaluasi MSCI

Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan reformasi pasar modal Indonesia akan terus berjalan, termasuk di tengah evaluasi yang dilakukan penyedia indeks global MSCI. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pembenahan pasar tidak bergantung pada satu penilaian atau keputusan pihak tertentu. Menurutnya, langkah perbaikan merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal nasional. Karena itu, evaluasi MSCI menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan, tetapi bukan satu-satunya alasan bagi otoritas untuk melanjutkan reformasi.

Friderica menjelaskan bahwa upaya pembenahan telah dimulai sejak Januari, sesuai arahan Presiden. Agenda tersebut mencakup perhatian pada integritas, transparansi, dan likuiditas, yang dinilai penting bagi kepercayaan serta keberlanjutan pasar. OJK bersama pihak terkait terus mendorong perbaikan agar kegiatan pasar modal berlangsung dengan tata kelola yang lebih baik dan informasi yang dapat dipahami pelaku pasar. Penguatan aspek-aspek tersebut juga menjadi dasar untuk menciptakan lingkungan investasi yang kredibel, sekaligus mendukung perkembangan pasar dalam jangka panjang. Dengan demikian, reformasi diposisikan sebagai proses berkelanjutan, bukan tindakan sesaat untuk merespons dinamika tertentu.

Keterangan itu disampaikan Friderica saat ditemui di Istana Negara pada Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa komitmen untuk membenahi pasar tetap berlaku meskipun perhatian publik sedang tertuju pada evaluasi MSCI. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa agenda OJK mencakup pembenahan struktural yang sudah direncanakan dan diarahkan sejak awal tahun. Fokus pada integritas, keterbukaan informasi, dan likuiditas diharapkan membantu menjaga kepercayaan investor serta mendukung fungsi pasar modal sebagai sumber pendanaan dan sarana investasi. OJK menilai konsistensi pelaksanaan reformasi penting agar perbaikan dapat dirasakan oleh pelaku pasar secara lebih luas, sekaligus memperkuat fondasi pasar modal Indonesia menghadapi perubahan dan tuntutan global.

Friderica menyebut bahwa upaya pembenahan pasar modal Indonesia mendapat dukungan penuh dari Presiden. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa reformasi yang sedang dijalankan tetap menjadi perhatian penting di tengah evaluasi MSCI. Dukungan itu disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembenahan, tanpa merinci bentuk atau langkah tertentu yang dilakukan Presiden. Karena itu, fokusnya berada pada tujuan reformasi dan komitmen untuk melanjutkannya, bukan pada rincian kebijakan atau tindakan yang tidak disampaikan.

Menurut Friderica, pembenahan diarahkan untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel, likuid, dan transparan. Ketiga unsur tersebut menjadi sasaran penting agar pasar dapat berfungsi dengan baik serta memperoleh kepercayaan dari para pelaku dan masyarakat. Kredibilitas berkaitan dengan keyakinan terhadap pasar, sementara likuiditas dan transparansi merupakan karakter yang juga ingin diperkuat melalui upaya reformasi. Friderica menempatkan tujuan-tujuan itu sebagai bagian dari upaya membangun pasar modal yang semakin baik, tanpa memisahkannya dari agenda pembenahan yang terus berjalan.

Friderica juga menyampaikan harapan agar pasar modal dapat menjadi alternatif investasi jangka panjang bagi masyarakat. Dengan pasar yang lebih kredibel, likuid, dan transparan, masyarakat diharapkan memiliki pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan jangka panjang. Pernyataan tersebut menempatkan kepentingan investor sebagai salah satu arah dari reformasi, sekaligus menunjukkan bahwa pembenahan bukan semata-mata ditujukan kepada pelaku pasar. Penguatan pasar modal juga berkaitan dengan upaya menyediakan pilihan investasi yang lebih dipercaya dan dapat diakses sebagai bagian dari perencanaan keuangan masyarakat.

Dalam konteks evaluasi MSCI, Friderica menegaskan dukungan penuh Presiden terhadap upaya pembenahan. Ia mengaitkan agenda tersebut dengan cita-cita menjadikan pasar modal Indonesia lebih kredibel, likuid, dan transparan, serta mampu berperan sebagai alternatif investasi jangka panjang bagi masyarakat. Penekanan pada tujuan ini menunjukkan bahwa reformasi tetap diarahkan pada penguatan kualitas pasar dan manfaatnya bagi publik. Friderica tidak merinci bentuk dukungan Presiden, sehingga keterangan yang disampaikan berfokus pada adanya dukungan dan sasaran yang ingin dicapai.

Friderica menilai alasan yang disampaikan MSCI mengenai kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone belum cukup kuat untuk menggambarkan kondisi pasar secara menyeluruh. Evaluasi terhadap klasifikasi tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan data dan perkembangan pasar secara proporsional, bukan hanya bertumpu pada satu atau beberapa kekhawatiran. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap mencermati masukan MSCI sambil melanjutkan agenda reformasi pasar modal yang telah berjalan.

Ia menyebut sejumlah data Indonesia masih menunjukkan keadaan yang cukup baik apabila dibandingkan dengan negara-negara yang saat ini berada dalam kategori standalone. Perbandingan tersebut menjadi salah satu dasar bagi OJK untuk menilai bahwa penurunan status bukan kesimpulan yang otomatis mengikuti evaluasi MSCI. Meski demikian, penilaian itu tidak berarti bahwa seluruh aspek pasar modal Indonesia telah sempurna atau tidak memerlukan perbaikan. OJK memahami bahwa kepercayaan investor internasional juga dipengaruhi oleh transparansi, tata kelola, keterbukaan informasi, serta konsistensi penerapan ketentuan.

Friderica mengakui bahwa penegakan aturan atau enforcement masih perlu ditingkatkan. Bagi regulator, aturan yang baik harus didukung tindakan nyata dan konsisten ketika terjadi pelanggaran, sehingga pelaku pasar memahami konsekuensi dari tindakannya. OJK, katanya, terus memperkuat pengawasan dan penindakan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pasar serta melindungi investor. Langkah tersebut juga menjadi jawaban terhadap perhatian yang muncul dalam evaluasi lembaga penyedia indeks global.

Sebagai contoh, ia merujuk pada pengumuman denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia yang disampaikan pada Jumat sebelumnya. Besaran sanksi itu menunjukkan bahwa OJK berupaya menggunakan kewenangan penegakan secara tegas ketika menemukan pelanggaran yang memenuhi dasar hukum. Pengumuman tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan reformasi, tetapi menjadi sinyal bahwa peningkatan enforcement sedang ditempuh. OJK tetap perlu memastikan proses pemeriksaan berlangsung transparan, akuntabel, dan berkelanjutan agar tindakan penegakan tidak berhenti pada satu kasus. Dengan demikian, evaluasi MSCI dipandang sebagai masukan yang perlu ditanggapi melalui pembenahan, sementara data pembanding dan langkah penindakan menjadi bagian dari gambaran kondisi pasar Indonesia yang lebih utuh.

Hingga saat ini, pelaku pasar dan otoritas masih menunggu keputusan final MSCI terkait evaluasi terhadap pasar modal Indonesia. Karena proses tersebut belum menghasilkan penetapan akhir, posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar global itu belum dapat dipastikan berubah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa evaluasi yang berlangsung tidak menghentikan agenda reformasi. Berbagai langkah perbaikan tetap dilanjutkan untuk memperkuat kualitas, keterbukaan, dan kredibilitas pasar modal nasional. OJK juga terus berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, sembari mencermati masukan yang menjadi bagian dari proses evaluasi. Dengan demikian, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan resmi MSCI dan pelaksanaan perbaikan yang sedang berjalan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa otoritas akan berupaya menjaga agar bursa Indonesia tetap berada dalam kategori emerging market. Upaya tersebut, menurutnya, dilakukan melalui koordinasi dan dukungan berbagai pihak, bukan hanya oleh OJK. Friderica menyebut Presiden serta kementerian-kementerian terkait turut memberikan dukungan terhadap langkah pembenahan pasar modal. Keterlibatan lintas lembaga dinilai penting karena perbaikan membutuhkan kebijakan yang selaras, konsistensi pelaksanaan, dan kerja sama dengan pelaku industri. OJK menyatakan akan terus mendorong agenda tersebut, termasuk menindaklanjuti hal-hal yang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendukung daya saing pasar Indonesia di tingkat internasional.

Friderica juga menyampaikan harapan agar Indonesia dapat mempertahankan posisinya saat ini dalam klasifikasi pasar MSCI. Namun, harapan itu tidak berarti hasil evaluasi telah diketahui atau keputusan telah ditetapkan.

Baca juga: Dampingi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Borobudur, Bamsoet Tegaskan Lapas Harus Mampu Membentuk Warga Binaan yang Siap Hidup Taat Hukum | Terima Tim Peneliti UI dan Tim “Sejarah MPR”, Bamsoet Tegaskan MPR Harus lebih ‘Galak’ Menegakkan Konstitusi dan Penjaga Konsensus Nasional | Uji Hasil Penelitian Disertasi Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Harus Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan Program Strategis Nasional